Serang – 11 September 2016, Rasa lelah serasa lunas terbayarkan saat seluruh juara telah mendapatkan piala dalam Pertamax Sprint Rally Championship 2016 untuk putaran kedua yang berlangsung di Sirkuit Tembong Jaya – Serang. Memang rasa lelah tidak hanya hadir dari para pereli beserta tim tapi juga pihak penyelenggara seusai menjalani enam Special Stage dalam 1 hari.
Konsep berbeda memang dihadirkan oleh pihak penyelenggara Pertamax Sprint Rally Championship 2016 putaran kedua yang dikomandani oleh Rifat Sungkar dari Pertamax Motor Sport. Khusus putaran kedua ini, empat SS dilangsungkan pada pagi hingga siang hari. Sedangkan dua SS yang tersisa digelar pada malam hari.
“Dari segi acara berhasil berjalan dengan lancar, walau debu tebal menjadi sedikit kendala pada SS kelima. Akhirnya kami memutuskan untuk mengabaikan unsur entertainment agar keselamatan menjadi prioritas utama. Caranya dengan memberikan gap sebanyak 2 menit untuk setiap pembalap dan jarak tempuh pun dikurangi menjadi 2,5 kilometer pada SS 6” ungkap Rifat Sungkar.
Memang debu menjadi permasalah yang menghantui seluruh peserta semenjak SS pertama. Sehingga ketika malam hari debu tebal laksana menjadi tembok tebal karena tidak dapat ditembus oleh lampu mobil, hasilnya beberapa pereli harus rela tergelincir ketika melibas tikungan yang ada di Sirkuit Tembong Jaya dan bahkan tidak dapat melanjutkan balapan.
Nah dalam kondisi seperti ini Rifat pun memberi sedikit tips untuk penggunaan lampu, yaitu harus menggunakan dua tipe lampu.”Lampu spot harus berada di depan bemper dengan diatur menggunakan waterpas agar selevel dengan mata. Sedangkan lampu bias berada di sisi luar agar dapat melalui tikungan dengan baik.” Tuturnya.
Tapi Rifat Sungkar memastikan akan melakukan perubahan pada panjang lintasan, area finish maupun start pada putaran selanjutnya.”Rencananya akan tetap menggunakan Sirkuit Tembong Jaya agar mereka bisa mengetahui catatan waktunya menjadi lebih cepat atau tidak dibanding putaran sebelumnya. Yang pasti akan diadakan dua hari dua malam dengan SS malam tetap ada sehingga mungkin totalnya menjadi 7 SS,” ujar Rifat Sungkar.
Selain ada perubahan dalam lintasan dan penyelenggaraan, kelas yang diadakan pun akan berubah pada kelas Jeep atau kelas J. jika pada putaran kedua hanya ada J 16 atau jeep 1600 cc akan menjadi Jeep 1000cc (J 10). sedangkan J 1600cc akan didorong ke J 2000cc (J 20). Selain itu akan ada J50 atau J 5000 cc dan JR 2 (Jeep roda dua) atau kelas Jeep 5000 cc “Tujuannya untuk mengakomodir banyaknya para penyuka mobil jeep yang ingin turun dalam sprint rally. Mungkin salah satu tidak ada tapi yang pasti J 10 dan J 20 pasti ada, namun antara J 50 dan JR 2 yang masih kami pertimbangkan,” pungkas Rifat Sungkar.
Dengan demikian, Rifat Sungkar bersama Pertamax Sprint Rally Championship 2016 kembali memastikan akan membangkitkan kejayaan dari Sprint Rally di Indonesia.

