BANDUNG – Kiprah peslalom wanita Alinka Hardianti di kancah nasional, berhasil meraih gelar Juara Nasional Slalom Wanita tahun ini bersama Toyota Gazoo Racing Indonesia.
Pada prosesnya, Alinka harus berjibaku secara sengit dengan rival terdekatnya, salah satunya adalah Canya Prasetyo, peslalom wanita dari Banteng Motorsport.
Dari enam seri yang dilangsungkan, Alinka, berhasil menguasai podium pertama pada tiga putaran yakni pada seri pertama, ketiga dan keempat. Sementara pesaingnya, Canya, mengunci kemenangan dua kali yakni pada seri kedua dan kelima.
Sedangkan satu seri terakhir yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, peslalom RART, Keizha Venda Salsabila, sukses mencuri kesempatan dan berhak atas podium pertamanya.

Alinka Hardianti saat melakukan mapping pada heat final (Foto: TGRI/Adrenal Rio)
“Yang pasti saya sangat bersyukur dan senang banget buat pencapaian tim di tahun ini, khusunya saya di Kelas Wanita. Walaupun mobil balap New Agya GR Sport masih tahap Research and Development, tapi kita bisa merebut gelar Juara Nasional Wanita tahun 2024,” ungkapnya.
Wanita yang telah dipersunting Andi Baihaki, offroader sekaligus pereli asal Batulicin, Kalimantan Selatan, beberapa tahun silam, mengakui bahwa perjuangannya memang tidak mudah. Terlebih untuk set up mobil balap yang masih terbilang under development.
Tetapi, ia beruntung memiliki jam terbang yang tinggi. Dengan begitu, ia bisa mengantisipasi performa mobil untuk bisa memaksimalkan potensinya meski dalam keterbatasan.
“Poin plus saya dibanding kompetitor lainnya, pastinya jam terbang. Walaupun bisa dibilang saat ini saya kalah mobil karena masih RnD, tapi mungkin karena jam terbang saya lebih banyak jadinya, saya bisa handle masalah itu,” tambahnya.

Toyota New Agya GR Sport jadi andalan Alinka Hardianti (Foto: TGRI/Adrenal Rio)
Hal tersebut memang terlihat dari setiap putaran, di mana ia biasanya selalu mendominasi namun pada musim balap ini ia mendapat perlawanan yang begitu sengit sehingga membuatnya harus meracik strategi untuk bisa mencuri kemenangan.
Di samping memiliki keunggulan dalam hal jam terbang, Alinka, juga menjelaskan bahwa kesiapan tim untuk setiap kondisi membuatnya mampu tampil maksimal dan berhasil memberikan hasil yang impresif.
“Yang pasti mereka full support dari settingan mobil, fisik dan mental mereka selalu mendukung saya secara penuh sampai pada akhirnya saya bisa Juara Nasional lagi tahun ini,” tukas Alinka.
Atas pencapaian yang berhasil ia raih bersama Toyota Gazoo Racing Indonesia, ia berharap hal ini dapat menjadi motivasi bagi tim untuk terus melakukan pengembangan secara maksimal dan menjadi modal kuat agar bisa mengantisipasi persaingan pada musim 2025.
“Alhamdulillah akhirnya saya bisa jadi Juara Nasional lagi di taun ini, semoga dengan pencapaian saya pada tahun ini, setidaknya bisa sedikit membawa aura positif di tim untuk tetep semangat melakukan improve mobil lagi dan juga sebagai modal untuk menghadapi Kejurnas di taun depan,” pungkasnya. (*)

