Semakin sengitnya persaingan perally di Kejurnas Sprint Rally tahun ini ditandai dengan semakin banyaknya tim yang bermunculan. Persaingan tidak berhenti sampai di individu, tetapi perebutan juara tim club mulai diperhatikan. Perally senior Erwin Mancha yang kini tengah giat untuk bersaing di kelas RC (Retro), menjadi salah satu peserta yang melihat peluang baik ini. “Best Parking Rally Team dibentuk bukan hanya untuk mengikuti kejuaraan tim. Yang utama adalah menjadi wadah untuk dapat mensupport para perally muda yang memiliki bakat dan potensi besar di dunia Sprint Rally.” ujar perally yang juga pemilik usaha Best Parking.

Beranggotakan Erwin Mancha – Maman Aruman, Advannov Agung – Zinedine Doohan, Julian Johan – Jordan Johan, ketiga pasangan tersebut tampil dengan kendaraan berbeda di kelasnya masing-masing. Walaupun umur tim tergolong baru, tetapi perally didalamnya sudah memiliki pengalaman dan prestasi yang sangat baik. Walaupun demikian, tim berusaha tampil sebaik mungkin tanpa memaksakan kendaraan apabila terjadi kendala. “Pada putaran ke 2 yang menjadi debut tim ini, saya berusaha mencari ritme permainan dengan cermat. Terlebih kendaraan speed offroad yang saya gunakan sudah lama absen di lintasan. Butuh penyesuaian ekstra.” ujar Julian Johan pada penampilan perdananya.

Erwin Mancha yang pada seri pertama belum dapat mencapai garis finish akibat kendala teknis, kali ini mulai menunjukkan taringnya. Berbekal Toyota Corolla DX bermesin 3S-GE, Erwin Mancha & Maman Aruman mampu melesat dengan cepat pada 3 SS yang disuguhkan di kejuaraan ini. “Kondisi mesin sudah dalam keadaan prima sehingga dapat dipacu maksimal, tinggal menunggu suspensi rally datang agar mobil dapat dikendalikan dengan maksimal” tambah Maman Aruman. Kedua perally senior ini mampu mencatat total waktu 14 menit 55,9 detik, dan berhasil meraih juara ke 2 pada kelas RC Open.

Nasib kurang baik justru menimpa pasangan Advannov Agung – Zinedine Doohan. Walaupun mampu mencetak waktu yang sangat baik pada SS 2 & SS3, mereka tidak dapat mencapai finish pada SS 1 akibat patah as roda.

Sementara Julian Johan – Jordan Johan yang menggunakan Toyota FJ40, menjadi debutan pada Kejurnas Sprint Rally. Melihat kesempatan yang baik bagi mereka naik ke klasemen atas, Jeje sapaan akrab Julian Johan memaksimalkan kendaraan pada hari kedua kejuaraan. Dengan minim hambatan, mereka berdua mampu naik ke peringkat 2 Kejuaraan Non Seeded, dan juara 1 di kelas J.U dengan perolehan waktu 14 menit 11 detik.

“Dengan semua pencapaian yang diraih pada debut tim kami, saya pribadi ikut senang dan puas. Walau terjadi kendala pada kendaraan, tetapi saya justru termotivasi untuk bertarung lebih baik lagi pada putaran berikutnya. Anggota tim yang kompak dan saling membantu menjadi modal saya untuk tetap semangat dan enjoy.” tutup Advannov.

