Connect with us

Headline

BMB Motorsport Penguasa IXOR 2017 putaran 2

BMB Motorsport rebut gelar juara Team dalam Indonesia eXtreme Offroad Racing 2017 putaran kedua kejurnas speed offroad yang berlangsung pada 19 – 20 Mei 2017 di Sirkuit Paramount, Gading Serpong – Tangerang. Dengan formasi TB Deyang/Fadli Dolding (G4.2), Dadan Pohang/R.I Firmana (G4.3), H. Adim/M. Zaki (G4.2) dan M. Kurniadi/Dedi Setiawan (G2.1) berhasil menjadi pengumpul poin tertinggi dari 16 team yang berlaga.

Poin tertinggi berhasil disumbangkan oleh TB Deyang dan Dadan Pohang, kedua berhasil menjadi juara pertama di kelas G4.2 untuk TB Deyang dan G4.3 untuk Dadan Pohang. Sementara H. Adim turut menyumbangkan poin sebesar 10 poin setelah menjadi juara ketiga dari kelas G4.2. Hanya M. Kurniadi yang gagal meraih podium untuk kelas G2.1 sehingga tidak berhasil menambahkan poin bagi tim BMB Motorsport karena mesinnya jebol.

“Dengan karakter yang berubah menjadi high speed membuat mobil berpower besar jadi penguasanya, untuk menyiasatinya kami berusaha meminimalkan kesalahan, komiten pada racing line hingga titik pengereman. Alhamdulillah tim bisa meraih gelar juara untuk kejuaraan team pada putaran kedua ini.” tutur Dadan Pohang.

Sayangnya keberhasilan BMB Motorsport, tidak dikuti oleh BMB Motorsport HRVRT yang justru terlempar keurutan paling buncit. Beragam kendala menjadi teman perjalanan seluruh tim dalam menjalani empat Special Stage (SS). Terdiri dari H.A.R Prayoga/M. Luthfi (G5.2), Tb Adhi/Boy M. Dinata (G5.4), H.M. Rihan Variza/Adi Indiarto (G5.4) dan H. Prayudha/Andi Rendy (G4.3). 

H.M. Rihan Variza yang menggunakan mobil Tubular harus mengalami kendala pada SS pertama hingga tidak bisa tampil maksimal dalam mencatatkan waktu. Mobil yang digunakan sempat berhenti di tengah lintasan.”Semangat langsung turun saat tidak berhasil finish di SS 1, padahal mobil sudah dibongkar total untuk mencari kendala di Batulicin, Kalimantan. Saat Shake Down pun tidak ada kendala sama sekali sehingga yakin akan mendapatkan hasil terbaik tapi kenyataan berjata lain.” ungkap H.M. Rihan Variza.

Berbeda dengan TB Adhi yang menggunakan Jeep Cherokee bermesin generasi kelima dari GM (LT4) yang setera dengan LS 7 full stroke tapi masih N/A. Mesin terbaru ini ternyata menggunakan ECU yang mewajibkan semua sensor terpasang dan harus dipasangkan pada VSS (vehicycle Speed Sensor). “Baru bisa berlatih di hari Jumat membuat tidak bisa mengetahui kendala ini sejak awal, untuk Speed Sensor saya akalin dengan milik Mustang. Tapi ternyata tetap ‘Safe Mode’ sehingga mobil ngedrop di tengah trek. Untuk kedepannya saya harus mengganti ECU yang plug n play agar mengurangi kendala lainnya.” ujar TB Adhi.

Sementara H.A.R Prayoga yang turun di kelas G5.2 harus puas meraih waktu tercepat ketujuh dengan total waktu 16 menit 04, 140 detik. Sedangkan H. Prayudha  gagal mencatatkan waktu pada SS keempat sehingga gagal menyumbangkan poin bagi BMB Motorsport HRVRT.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect