Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Headline

Bosch Dukung Kendaraan Lebih Aman Dikendarai

Karawang, Indonesia – Keselamatan merupakan salah satu tantangan yang paling mendesak dalam industri otomotif. Bosch menyikapi tantangan ini dengan menghadirkan beragam solusi dan teknologi inovatif seperti fitur rem yang dapat diandalkan untuk berkendara mobil maupun sepeda motor yang aman.

Teknologi unggulan Bosch:
Antilock braking system (ABS) untuk pengereman aman tanpa roda yang mengunci.


Ketika terjadi pengereman penuh secara bertenaga, roda yang mengunci membuat kendaraan sulit bermanuver sehingga mobil atau sepeda motor lebih rentan tergelincir. Bosch menjadi perusahaan pertama yang meluncurkan ABS secara global pada 1978, yang dikembangkan bersama pelaku industri otomotif. Sistem elektronik pada ABS mampu mendeteksi kecenderungan roda yang akan mengunci dan mengurangi tekanan pada rem sedemikian rupa. Hasilnya, kendaraan tetap terkendali meskipun pengemudi melakukan pengereman penuh pada berbagai kondisi permukaan jalan dengan daya cengkeram bervariasi. Pada saat terjadi pengereman mendadak, pengemudi masih dapat menghindari tumbukan kendaraan atau obyek lain dan memberhentikan kendaraan dengan aman. ABS telah berkontribusi dalam pencegahan kecelakaan selama lebih dari 40 tahun, membuat jalanan lebih aman bagi semua pengguna jalan. Sebagai tambahan, ABS juga membuat roda dapat dengan mudah menghindari flat spots yang disebabkan oleh roda terkunci dan tergelincir.

ABS menjadi fondasi bagi pengembangan sistem keselamatan kendaraan modern. Sebagai contoh, sistem kontrol traksi dan electronic stability program (ESP®) yang didasarkan pada sistem ABS. Semenjak peluncurannya, sekitar 457 juta sistem pengereman ABS dan ESP® dari Bosch telah diterapkan di berbagai belahan dunia.


Manuver menghindar yang aman dengan ESP® (electronic stability program)
Menggunakan sensor pintar, ESP® mengecek hingga 25 kali per detik apakah mobil sudah benar-benar melaju sesuai dengan arah kemudi pengendara. Jika nilai pengukurannya tidak selaras, sistem anti-gelincir akan mengintervensi, dengan mulai mengurangi torsi mesin. Jika belum mencukupi, sistem akan melakukan pengereman pada masing-masing roda, menghasilkan daya lawan yang dibutuhkan agar kendaraan tetap dapat melaju dengan aman. Jika semua kendaraan dilengkapi dengan ESP®, sekitar 80 persen kecelakaan akibat tergelincir dapat dihindari. Pada 1 November 2014, ESP® telah diwajibkan di wilayah Uni Eropa (EU) untuk semua kendaraan roda 4 baru yang telah terdaftar dan kendaraan komersial ringan dengan berat hingga 3,5 metrik ton. Selain di Uni Eropa (EU), sistem anti-gelincir ini juga telah diwajibkan di Australia, Kanada, Israel, Selandia Baru, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Turki, dan Amerika Serikat. Secara global, 74 persen dari seluruh kendaraan baru di dunia sudah dilengkapi dengan ESP®. Sampai saat ini Bosch telah memproduksi lebih dari 150 juta sistem ESP®.

Peningkatan keselamatan pada kendaraan roda dua: ABS sepeda motor untuk penghindaran dan mitigasi tabrakan
Permintaan sepeda motor global diprediksi akan meningkat hingga lebih dari empat persen per tahun – mulai 2017 hingga 2022, mencapai 122 juta unit pada 2022. Bosch meningkatkan keselamatan berkendara dengan konsep keselamatan yang komprehensif menuju mobilitas bebas kecelakaan. Pertama, dengan menjaga sepeda motor tetap stabil saat pengereman; kedua, dengan mewujudkan fungsi keselamatan prediktif dan kenyamanan melalui inovasi pengindraan di sekeliling kendaraan; dan yang ketiga, dengan menghubungkan sepeda motor dengan lingkungannya. Sebagai langkah awal dari konsep keselamatan ini, ABS sepeda motor berkontribusi dalam meningkatkan stabilitas kendaraan dengan mencegah roda mengunci saat pengereman sehingga meningkatkan keselamatan berkendara.

Sejak 1984, Bosch terus menerus melakukan penyempurnaan terhadap teknologi ABS sepeda motor guna menghadirkan teknologi keselamatan yang penting ini bagi semua jenis kendaraan di pasar. Riset terkini Bosch bersama Universitas Indonesia menunjukkan bahwa apabila semua sepeda motor di Indonesia dilengkapi dengan ABS, hingga 27 persen dari total jumlah kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dapat dihindari. Riset ini juga mengungkapkan bahwa 72 persen kecelakaan di Indonesia melibatkan sepeda motor.

Sepanjang 5 tahun terakhir, Bosch bekerja sama dengan ASEAN NCAP (New Car Assessment Program), dengan visi mengurangi fatalitas dan cedera akibat kecelakaan di jalan raya melalui pengenalan ABS dan ESP® di wilayah Asia Tenggara. ASEAN Automobile Safety Forum (AASF) 2018 menjadi salah satu bentuk kerja sama kedua belah pihak, bersama dengan pelaku industri otomotif lainnya. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran berbagai pihak mengenai teknologi yang membantu mewujudkan visi mengurangi tingkat fatalitas akibat kecelakaan di jalan raya. Bosch mengimbau diadakannya berbagai diskusi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan serta memanfaatkan teknologi modern yang tersedia guna mewujudkan jalan raya yang lebih aman bagi setiap orang.

Comments

Bergabung dengan Team Baru, Gibran Semakin Menorehkan Prestasi

Karting

Kembalinya Kejurnas Gokart di New Normal

Karting

GR Yaris, Mobil Andalan Toyota Untuk Menangkan Ajang World Rally Championship Segera Hadir di Indonesia

Cars

HONDA RACING INDONESIA PERKENALKAN PEMBALAP MUDA BERBAKAT SEBAGAI FORMASI BARU UNTUK BALAPAN MUSIM 2021

Racers

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect