BSD City, 23 Mei 2017 – Ajang balap mobil touring yang biasanya diadakan di Sirkuit Internasional Sentul akan hijrah untuk putaran keempat. Dengan lokasi yang berbeda, tentu formatnya pun mengalami perubahan. ‘Street Race’ tentu menjadi suguhan tersendiri bagi pecinta balap mobil.
Dengan tema ‘BSD City Grand Prix’ yang juga dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, acara BSD City Grand Prix akan diselenggarakan di BSD City Circuit pada 18 – 20 Agustus 2017. Ajang ini hasil kerjasama antara pengembang Sinar Mas, pemerintah kabupaten Tangerang, PP IMI yang diketuai oleh Ananda Mikola dan didukung oleh management racing Circuit Sentul.
BSD City Grand Prix hadir di BSD City karena memiliki lokasi strategis yang dekat dengan pintu toll dan mudah di akses. Selain itu, acara ini dapat meningkatkan potensi dari sistem perekonomikan di kawasan BSD City serta meningkatkan kemampuan para pembalap Indonesia untuk berlomba-lomba dalam menaklukan street circuit di ajang ini.
Dalam kejuaran Nasional akan menggelar kategori ITCC, ETCC 2000 dan ETCC 3000 serta beragam perlombaan lainnya yang akan diikutsertakan pada ajang ini seperti MB-INA race, Super Touring Car (STC), dan lainnya. ITCC (Indonesian Touring Car Championship) merupakan kejuaraan dengan spek mobil berkapasitas maksimal 1600 dan dimodifikasi. 2 pabrikan ternama yaitu TOYOTA dan HONDA akan menurunkan tim balapnya di kelas ini.
Kelas lainnya yaitu European Touring Car Championship (ETCC) 3000 cc dan ETCC 2000 sebagai balapan yang hanya menggunakan mobil buatan Eropa akan menggelar dua kelasnya seperti layaknya di Sentul.
“Ini merupakan terobosan yang baru bagi pencinta balap di Indonesia. ETCC sendiri akan menghadirkan suguhan yang spektakuler dengan ikut sertanya mobil – mobil import. Tantangan akan lebih dirasakan oleh para pembalap yang mengikuti ajang ini.” ungkap Andrea Dumais salah satu founder ETCC Indonesia.
BSD City Circuit
BSD City Circuit didesain dengan format Street Circuit (non-permanent), memanfaatkan jalan-jalan di kawasan Kota BSD untuk dijadikan lintasan ajang kejuaraan nasional balap mobil “BSD City Grand Prix”, dan tentunya tetap mengacu pada “Standards For Road Racing Circuits” serta standar keselamatan yang tinggi.
“Sirkuit yang digunakan memiliki panjang 3 kilometer dengan karakter high speed dan terdapat 12 tikungan. Dengan lebar 9.25 m sampai 10.5 m. karena karakternya yang high speed maka ada 2 hairpin corner seperti sirkuit Monaco dan 2 chicane corner seperti pada sirkuit Monza, Italia agar mengurangi resiko kecelakaan.” ungkap Ananda Mikola.


