FUJI – Pada race pertama Japan Cup 2024 yang berlangsung Sabtu (22/06) petang, di Sirkuit Fuji International Speedway, Jepang, Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) kembali menguasai jalannya balapan dengan meraih podium pertama (P1).
Meski hasil kualifikasi Haridarma Manoppo dan Kazuhasi Urabe berada di posisi kedua, tetapi tim yang dinahkodai oleh Dimitri Fitra Ditama sebagai Direktur Toyota Gazoo Racing Indonesia, seakan kejatuhan keberuntungan dari rivalnya.
Kendati dipayungi Dewi Fortuna menjelang akhir balapan, namun performa tim pabrikan ini juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, pada saat race dimulai, Haridarma, langsung membuntuti pembalap di depannya, yakni Noriyuki Higuchi yang meraih pole position.
Tidak butuh waktu lama, Hari, berhasil mengovertake lawannya tersebut dan memimpin jalannya hingga pergantian pembalap.

Kemenangan TGRI dipayungi Keberuntungan (Foto: TGRI/Andra Nidiawan)
“Setelah tiga atau empat putaran, saya akhirnya bisa menyusul pembalap di depan. Sampai akhirnya pada pergantian driver, saya tetap leading,” buka Hari, dalam wawancaranya usai podium kemenangan di Sirkuit Fuji Speedway, Jepang.
Namun, dikarenakan adanya regulasi penambahan waktu lantaran Haridarma berhasil meraih P1 pada seri sebelumnya di Sirkuit Sugo Sportland, Jepang, maka ia bersama Urabe mendapatkan tambahan waktu di pit.
“Waktu saya di pit saat pergantian pembalap harus ditambah 15 detik dan ini memang diatur di regulasi. Oleh karena itu, ketika Urabe keluar pit, dia ada di posisi kedua dan berada di belakang Masaki Kano dari YZ Racing,” jelas Hari.
Perjuangan terus dilakukan oleh Urabe untuk bisa mengembalikkan keadaan. Namun, gap yang tercipta membuat Kazuhasi Urabe terus memacu Toyota GR Supra GT4 sampai batas maksimum. Di sini keberuntungan akhirnya memihak kepada Toyota Gazoo Racing Indonesia. Pasalnya, Masaki Kano diputus bersalah oleh Race Director karena sebuah kesalahan, dan diganjar pinalti tambahan waktu 10 detik.

Kerja keras Haridama dan Urabe membuahkan hasil maksimal (Foto: TGRI/Andra Nidiawan)
“Pada waktu finish, gap kami dengan Kano ada sekitar 5 detik dari dia yang ada di depan. Tapi karena ada pinalti tadi, jadi kami bisa podium pertama,” lanjutnya.
Berbekal hasil akhir yang dirilis oleh penyelenggara, Toyota Gazoo Racing Indonesia akhirnya naik satu posisi ke posisi teratas di Kelas GT4 dan berhasil menyegel gelar juara.
“Dan Alhamdulillah, akhirnya kita bisa menang dan ini kado untuk ulang tahun untuk Direktur kita, Dimitri Fitra,” pungkasnya. (*)

