BEKASI – Putaran kelima Kejurnas Slalom yang berlangsung akhir pekan kemarin (5/10) di Bekasi, Jawa Barat, memberikan cerita tersendiri bagi Canya Prasetyo, peslalom wanita yang bernaung di bawah tim Banteng Motorsport.
Di tengah persaingan sengit tersebut, puteri Prasetyo Edi Marsudi dan Novie Muniarsari, berhasil mengukir kemenangan mutlak dalam meraih podium pertama di Kelas Wanita. Tidak tanggung-tanggung, dalam perebutan gelar juara tersebut, Canya, berhasil mengalahkan ratu slalom Alinka Hardianti, dengan gap yang sangat tipis yakni 0,4 detik.
Pada partai final tersebut, ia mengemas catatan waktu 52.733 detik, sementara Alinka Hardianti yang turun menggunakan New Agya GR Sport, mengemas waktu tercepat 53.146 detik.

Canya Prasetyo melakukan victory lap (Foto: Nudiya Ghulam)
“Meski saya berhasil meraih podium pertama, tapi saya tekankan bahwa harus tetap giat latihan. Ya targetnya bukan untuk mengalahkan mba Alinka, tetapi target saya adalah bisa masuk final dan bersaing dengan para peslalom yang cowok ini,” jelas Canya.
Adapun salah satu hal yang membuat penampilannya stand out adalah ritme dari membagi pikiran antara menjadi peslalom serta mengurus tim dalam waktu yang bersamaan. Dalam penuturannya, hal tersebut terpaksa ia lakukan lantaran ingin tampil lebih santai agar bisa berkonsentrasi dengan perannya untuk tampil maksimal sebagai peslalom yang bisa mempersembahkan kemenangan.
“Jadi dari awal saya sudah mengeset bahwa saya mau balap aja, tidak mau mengurus tim yang terlalu dalam pada seri ini. Dengan begitu, saya merasa lebih leluasa dan bisa fokus untuk bermain maksimal baik pada heat pertama, kedua hingga final,” tambahnya.
Sejatinya, performa Canya Prasetyo ini memang sudah terlihat menonjol sepanjang musim balap 2024. Kemenangan yang ia raih pada seri Bekasi tersebut, menjadi kali kedua baginya bisa merajai podium tertinggi di mana pada seri Sidoarjo, Jawa Timur, ia juga berhasil berada di peringkat pertama.

Canya Prasetyo (kiri), Prasetyo Edi Marsudi (tengah) dan Novie Muniarsari (kanan) (Foto: Nudiya Ghulam)
“Ya di Sidoarjo saya juga sudah podium pertama, tetapi pada seri Cianjur, saya sudah bisa fastest juga, tapi kurang beruntung karena kena cone,” kenang Canya.
Untuk menjaga tren positif yang ia telah raih selama lima putaran ini, untuk persiapan seri keenam atau seri pamungkas yang akan berlangsung di Bandung, Jawa Barat, Canya, menjelaskan akan mempersiapkannya sejak dini.
Tidak hanya personal, tetapi mobil balap yang ia pakai juga akan direview ulang untuk memberikan performa terbaiknya.
“Persiapannya ya sama aja, mobil lagi dibalikin ke bengkel tapi saya belum tahu akan diapakan. Tapi untuk persiapan latihan agar lebih proper, rencananya kita juga akan melakukan latihan langsung di Bandung, supaya feel-nya lebih dapat lagi,” pungkasnya. (*)

