JAKARTA – Canya Prasetyo, peslalom wanita yang bernaung di bawah Banteng Motorsport, kembali menunjukkan kepiawaiannya di atas lintasan slalom.
Dalam putaran ketiga yang berlangsung di Bekasi, Jawa Barat, puteri Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi, mampu keluar dari belenggu soal slalom yang dinilai begitu challenging.
Ketika wawancara dengan FastnLow, Canya, menjelaskan bahwa pada seri ini memang tidak seperti pada dua seri sebelumnya yang berlangsung di Yogyakarta dan Sidoarjo. Namun, kerja keras ia sejak Heat Pertama, Kedua dan Heat Final, membuahkan hasil, di mana ia mampu menempati podium kedua.
“Soal seri ketiga ini, menurut aku ini challenging ya. Diliat dari lahannya yang sempit banget dan berkontur beton,” buka Canya.

Canya Prasetyo peslalom wanita tim Banteng Motorsport (Nudiya Ghulam)
Namun demikian, lewat beberapa strategi yang ia mainkan selama balapan, membuatnya mampu tampil mumpuni di hadapan publik Bekasi.
“Tapi setelah dijalanin semua sama pembalap, Alhamdulillah balapannya masih berjalan dengan lancar,” sambungnya.
Selain dihadapkan dengan rintangan dari soal serta kondisi sirkuit yang bisa dikatakan cukup sempit, rupanya Canya juga merasakan ada sesuatu yang kurang mumpuni pada mobil balapnya.

Canya Prasetyo masih kuasai peringkat pertama di Klasemen Sementara (Nudiya Ghulam)
Ia mengatakan memang menurut informasi dari tim, mobil yang diturunkan pada seri ketiga ini, belum dalam tahap final setting. Dengan begitu, ketika dihadapi dengan soal yang tricky, ia harus berjuang ekstra untuk menaklukan soal serta mengendalikan mobil dengan lebih baik lagi.
“Kemarin juga kita udah evaluasi semua sama tim soal mobil, bahwa semua mobil kita masih perlu mencari settingan di bagian kaki-kakinya,” jelasnya.
Namun dengan jeda yang cukup lama dari seri tiga ke seri empat, ia berharap tim mekanik bisa memberikan settingan yang lebih baik untuk bisa memaksimalkan potensi semua mobil balap agar bisa berjuang lebih ekstra untuk meraih podium tertinggi.

Canya turun di dua kelas bergengsi, yakni A dan F (Nudiya Ghulam)
“Insya Allah karena jeda dari seri 3 ke seri 4 ini punya waktu 1 bulan ya, semoga mobil yang kami miliki ini di seri 4 dan sampai seri terakhir bisa lebih perform lagi,” tandasnya.
Dalam putaran ketiga kemarin, Canya Prasetyo ini harus mengakui kekalahannya dari peslalom Febriana dari tim Pertamax Racing. Ia terselisih tipis dan harus puas berada di podium kedua di Kelas Wanita.
Kendati demikian, Canya masih bisa mempertahankan posisi di puncak klasemen sementara dengan perolehan 70 poin. (*)

