Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Headline

Chevrolet Trax Mencumbu Pesisir Selatan Jawa

Di Social Media – Instagram tengah viral sebuah jalan yang baru saja diresmikan oleh Kementrian PUPR. Ya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kini tengah gencar mempromosikan jalur pantai selatan.


Saat itu, kami mendapatkan kesempatan mencoba sebuah Chevrolet Trax terbaru dengan warna baru yaitu Coppertino. Varian ini sama seperti Chevrolet Trax LTZ yang sudah ada sebelumnya. Hanya saja mobil ini menggunakan warna yang tak ada sebelumnya.


Singkat cerita, kami pun tergiur untuk membuktikan kebenaran jalur tersebut yang katanya memiliki segudang pemandangan yang sangat indah. Jalur pantai selatan yang dikenal dengan nama jalur Pansela tersebut membentang dari Jawa Barat hingga Jawa Timur sepanjang kurang lebih 1400 kilometer. Tepatnya dari daerah pelabuhan ratu hingga banyuwangi.


Kami memulai perjalanan dari kawasan Sukabumi menuju ke Cianjut. Sesampainya di Cianjur kami belok ke arah selatan menuju ke daerah Sindang Barang. Dari cianjur menuju ke Sindang Barang membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam dengan kontur jalan berkelok kelok. Dibalik kontur jalan yang berkelok kelok, tersebar banyak pemandangan yang sangat indah. Kami pun mendapatkan kesempatan melihat matahari yang perlahan muncuk dari balik bukit.


Balik lagi ke Chevrolet Trax, mobil yang dibanderol harga Rp 318 Juta untuk tipe Premier LTZ dimana menjadi varian tertinggi telah dibekali dengan segudang fitur kelas atas. Ya, mobil ini sudah dibekali dengan adanya sunroof, hill start assist, hill descent control, hingga keyless entry dengan start stop button.
Kunci yang diberikan oleh Chevrolet hanya perlu Anda taruh dikantong celana saja. Pasalnya, untuk masuk ke dalam mobil Anda hanya tinggal mendekat ke pintu dan menekan tombol yang terdapat di handle pintu.


Ketika sudah masuk kedalam, kita tinggal mengatur posisi duduk yang nyaman untuk kita mengemudikan sebuah mobil. Sayang, pengaturan kursi yang ditawarkan belum electric. Tapi, bentuk kursi sangatlah nyaman untuk menopang tubuh gempal saya. Ketika sudah mendapatkan posisi yang nyaman, saya tinggal menginjak rem dan menekan tombol start untuk menghidupkan mesin.


Perseneling masuk ke posisi D, saya pun mulai jalan menyusuri kontur jalan berkelok kelok. Suspensi yang sedikit terasa keras sangat berperan penting ketika melewati kontur jalan tersebut untuk mereduksi gejala limbung. Ya untuk melewati jalan jalan seperti itu, bukanlah penghalang bagi mobil ini.


Sempat terhenti di jalan dengan kontur menanjak, lagi-lagi bukan menjadi masalah. Ketika sempat terhenti, saya tinggal menginjak rem saja. Ketika mau jalan, saya hanya tinggal melepas rem tanpa takut mobil mundur. Seketika, pada layar MID, muncul tulisan Hill Start Active. Saya pun kembali melanjutkan perjalanan.


Kontur jalan menanjak sudah berhasil kami lewati. Kini kami kebali dihadapkan dengan kontur jalan menurun yang cukup curam. Disitu saja terpikir untuk menjajal fitur Hill Descent control. Untuk mengaktifkan fitur ini, saya harus menekan tombol yang tersemat didashboard dibawah tombol Air Conditioner. Ketika menuruni turunan tersebut saya tidak perlu menginjak rem. Saya hanya tinggal mengontrol stir saja. Turunan tersebut pun bisa dilewati dengan begitu mudah.
Sepanjang 800 kilometer perjalanan, kami mengukur konsmsi bbm melalui layar MID. Di layar tersebut tertera average konsumsi bbm kami adalah 8,8/100 km. Menurut kami, dengan kontur jalan seperti itu, mobil ini masih bisa dikategorikan cukup hemat bahan bakar.


Saat perjalanan pulang, kami kembali mengukur konsumsi pemakaian bahan bakar. Jalur yang kami lalui adalah jalur biasa dan kami masuk ke tol Brebes Timur hingga ke Jakarta. Konsumsi bbm yang kami peroleh 5,6/100L di jalan tol. Selama perjalanan di tol, kami sangat dimudahkan oleh fitur lain yang ada didalam mobil ini yaitu Cruise Control. Untuk mengaktifkannya, saya hanya tinggal menekan tombol di stir bagian kiri. Kemudian muncul logo cruise control di cluster meter. Saya harus mengscroll kebawah pengaturan kecepatan cruise control di bagian stir. Setelah itu, voila, di sepanjang tol Brebes hingga ke Cikampek saya hanya tinggal mengontrol stir.

Comments

Bergabung dengan Team Baru, Gibran Semakin Menorehkan Prestasi

Karting

Kembalinya Kejurnas Gokart di New Normal

Karting

GR Yaris, Mobil Andalan Toyota Untuk Menangkan Ajang World Rally Championship Segera Hadir di Indonesia

Cars

HONDA RACING INDONESIA PERKENALKAN PEMBALAP MUDA BERBAKAT SEBAGAI FORMASI BARU UNTUK BALAPAN MUSIM 2021

Racers

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect