TANGERANG – Tampil sebagai Juara Pertama pada putaran kedua Kejurnas Drift 2022 yang digelar pada 30-31 Juli 2022 di Karawaci, Tangerang, Demas Agil, drifter yang membawa tim DS Garage, kembali berhasil membuktikan kelasnya.
Perjuangan Demas Agil pada seri kedua ini, seakan menjadi sebuah pencapaian baru. Tentunya, apa yang dicapai pada putaran kedua, mampu membalikkan keadaan yang terjadi pada seri pertama lalu.

Drifter serba bisa ini, akhirnya tampil sebagai juara pascakemenangannya bertarung dengan Naufal Busro pada partai final. Meski terpaut usia yang cukup jauh, namun performa rivalnya tersebut mendapat pujian dari drifter kelahiran Jakarta ini.
“Ya dia salah satu pembalap muda yang potensial menurut saya, karena punya talent dan mendapat support system yang sangat baik. Jadi buat kejurnas tahun ini, yang drifting saya rasa ketat banget. Dia punya peluang buat jadi juara nasional drifting juga,” buka Demas, saat berbincang dengan Fastnlow.
Demas yang bisa dikatakan sudah merasakan asam garam pertarungan di dunia drifting, tetap tidak mau gegabah saat berjibaku dengan Naufal. Menurutnya, usia yang muda bukan sebuah hal yang harus dipandang sebelah mata.

“Walaupun masih muda, masih junior, ngga bisa dipandang sebelah mata juga. Klo disandingin sama saya yang sudah menorehan prestasi, tentu beda ya. Bicara mulainya, saya lebih dulu dari dia. Cuma memang, untuk meraih suatu kemenangan itu, tidak bisa dilihat dari torehan sejarah apa yg ada,” tambah Demas.
Sementara itu, bicara mengenai perjuangan yang dilakoni Demas Agil lada saat kompetisi lalu, ia memang dihadapkan dengan situasi dan kondisi yang tidak normal. Pasalnya, mobil drift yang ia pakai tersebut, sempat mengalami kerusakan.

“Mobil memang dalam kondisi tidak sehat. Sejak dipakai Hilman, memang dia ada crash, yang menyebabkan roda belakang kanannya bengkok. Link kakinya bengkok, dan pas melawan Amandio, bagian kiri belakang mobil juga ikut rusak karena terjadi benturan. Alhasil, dengan waktu yang singkat, mobil dibenerin di trek, karena enggak sempat ke paddock,” kenang Demas.
Berbekal waktu yang sedikit, ia memerintahkan kepada mekanik untuk mengerjakan sebisa mungkin. Bagian yang bengkok, langsung diperbaiki semaksimal mungkin, jangan sampai tetap bengkok karena nanti akan berpengaruh kepada performanya.
Meski kondisi link kaki-kaki tidak begitu sempurna, namun Demas tetap memperlihatkan permainan terbaiknya saat bertandem dengan Naufal. Melalui kemenangan ini, Demas, memiliki visi untuk tetap memberikan citra positif terhadap persaingan yang ada di drifting.

“Terlepas siapapun lawan saya di partai final. Saya pingin punya nama yang baik, jadi saya lead duluan. Meskipun saya punya kesempatan untuk ‘ngetrap’ lawan, tapi saya ngga mau melakukan hal itu. Saya mau menang murni. Kita adu gentle aja. Karna saya yakin dia (Naufal) ngga ada indikasi kecurangan ke arah situ. Jadi yaudah, saya punya kesempatan tapi saya tidak mau menutup celah lawan. Dan ketika saya ada di belakang, tugas saya adalah memaksimalkan jarak dengan menempel dia secara baik,” tandas Demas. (*)

