Ada sedikit kekecewaan pada Demas Agil pada event GT Radial Indonesia Night City Slalom kemarin Sabtu, 2 Mei 2015. Jelas saja kecewa, dia tidak dapat meraih target utamanya, yaitu menjadi juara di kelas bergengsi A dan FFA.
Demas yang untuk tahun ini memperkuat tim NFT (Nos Fajar Trans) ini memang mengakui kesalahannya pada putaran 360˚ di cone terakhir menuju garis finis. Dia terlalu merasa percaya diri sehingga di titik itu dia “over push” pada kendaraannya. “saya sudah enjoy di setiap tikungan, tapi salah saya ada di cone terakhir” ucap Demas menyesal setelah melewati Final kelas A yang dia hanya memperoleh posisi kedua setelah Ildo rekan satu tim nya di posisi puncak.
Namun Demas masih bersyukur dengan perolehan poin yang ia terima. Setidaknya poin yang dia peroleh cukup untuk meninggalkan pesaing-pesaingnya. Sehingga secara perolehan poin Demas Agil masih ada pada urutan pertama.
Kemudian apa kabarnya dengan kelas FFA? Memang kemarin lagi-lagi Demas gagal untuk meraih poin tertinggi untuk kelas FFA ini, entah kenapa, namun kalau dilihat dari perhitungan poin, Demas menduduki peringkat ke 3 sedangkan untuk peringkat 2 dan 1 memiliki selisih yang tidak begitu jauh karena ini masih seri-seri awal.
Dan justru ini masih di seri awal dan selisih yang sedikit itulah yang cukup berbahaya, sebab bisa saja Demas secara diam-diam mempersiapkan strategi merebut puncak klasemen kelas FFA.
Namun apapun rencana Demas, dibalik itu semua ada NFT yang siap mendukung dan bekerja sama untuk memperlancar strategi Demas Agil.





