Bulan Agustus ini merupakan bulan bahagia member Grey Car Indonesia dimana tanggal 17 Agustus lalu bertepatan dengan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 71, GCI mengadakan deklarasi Chapter Bandung bertempat di Bale Gazeboo.

Deklarasi ini dihadiri oleh Pengurus Pusat dan member dari Sicika (Bekasi- Cikarang-Karawang), Bogor Depok (Bordep), Tangerang, Jakarta.

Deklarasi ini dibuat untuk memberi semangat tersendiri keluarga GCI Bandung Juara dalam membesarkan nama GCI di tanah sunda ungkap Rd. Moch. Rhana Respati atau biasa disapa Rhana. Saat ini Member GCI Bandung Juara adalah 30 terbagi dari Bandung, Purwakarta dan Cirebon.
Susunan Pengurus GCI Chapter Bandung Juara Periode 2016-2018:
Ketua Chapter : Moch. Rhana
Wakil : Edo
Bendahara : Kharisma
Humas : Nico dan Yudha

Masih di bulan yang sama tepatnya tanggal 27 Agustus 2016 lalu Grey Car Indonesia kembali mendeklarasikan chapternya. Chapter yang berdiri yaitu chapter Tangerang Selatan Kota dan Kabupaten (Tangsetan) di Sari Boboko Resto BSD. Sama dengan Bandung deklarasi ini dihadiri Pengurus Pusat dan member dari Sicika (Bekasi-Cikarang-Karawang), Bogor Depok (Bordep),Bandung dan Jakarta.

“Kehadiran GCI Chapter Tangsetan ini diharapkan bisa menambah kekompakan di lingkungan Tangerang dan dapat memberikan support kepada GCI pusat dalam setiap kegiatan”, berikut yang dituturkan oleh Amri selaku Ketua Chapter Tangsetan. Derasnya hujan sore itu tidak mematahkan semangat para Greyers (*sebutan member GCI) untuk membuat acara menjadi meriah dan kekeluargaan yang hangat.

Susunan Pengurus Chapter Tangsetan periode 2016-2018 :
Ketua Chapter : Amri Harist
Wakil : Andi Mushonnifi
Bendahara : Junedie
Humas : Aulia dan Handoko

Dengan berdirinya 2 chapter ini diharapkan daerah lain dapat segera menyusul pendirian chapternya. GCI hadir ingin memberikan nuansa sendiri di dunia otomotif. Dan dibalik rasa bahagia atas pendirian dua chapter, kami keluarga besar GCI berduka. Karena hari minggu lalu tanggal 28 Agustus salah seorang member kami dari Sicika yang bernama Moch. Yasin sering dipanggil ayah dengan nopung 179 meninggal dunia secara mendadak terkena serangan jantung. Beliau orang yang sangat ramah, bijaksana dan selalu memberi saran dan masukan untuk kemajuan GCI. Pagi harinya alm. Masih sempat menyapa saya di telp untuk meminta maaf tidak dapat bergabung dalam event komunitas di thamrin city dimana GCI berpartisipasi di dalamnya. Sore hari pukul 15.30 kami mendapat kabar duka tentang beliau. Kami keluarga besar GCI khususnya Sicika sangat kehilangan sosok yang ramah itu, selamat jalan ayah, GCI akan merindukan sapaan santun mu setiap pagi di Group Nasional maupun Group Chapter Sicika ucap Adiarta sebagai Ketum.



