Connect with us

Event

Djarum Super Mild City Slalom seri 6: Inside TTI

Toyota Team Indonesia (TTI) merupakan sebuah tim slalom pabrikan Toyota yang diciptakan oleh Toyota Astra Motor dengan tujuan meramaikan olah raga otomotif Indonesia khususnya slalom selain itu sebagai media promosi Toyota.

foto 2

Team yang sudah ada sejak tahun 1989 ini memiliki pembalap handal seperti Anggana OHP yang sudah malang melintang di dunia balapan sejak tahun 90an, Mico Mahaputra yang masih duduk di bangku SMA kelas 11 (kelas 2) tapi skill mengemudinya luar biasa, kemudian Alinka Hardianti salah satu pembalap wanita yang super sekali dan Demas Agil si pembalap muda serba bisa, drifter, stunt man, driver mentor yang sekaligus icon fastnlow.net.

foto 3

Kali ini, TTI bertandang ke kota gudeg, Yogyakarta untuk bertanding di kejurnas slalom seri 6 yang diadakan di lapangan parkir stadion Mandala Krida.

foto 4

Jum’at malam, setibanya di Jogja, saya langsung di undang untuk mengikuti gala dinner yang diadakan oleh Nasmoco Yogyakarta untuk menyambut TTI di sebuah café sekitaran jalan magelang. Disana saya di perkenalkan dengan TTI 1 alias manager TTI, pak Memet Djumhana. Sudah berumur sih, tapi masih tetap eksis sob..

foto 5

Gala dinner malam itu juga mengundang teman-teman kominitas mobil Toyota Jogja, seperti fortuner club, yaris club dan lain sebagainya.

foto 6.1

foto 6.2

foto 6.3

Malam itu cukup meriah, para pembalap berbaur dengan rekan-rekan komunitas, wawancara santai, bersenda gurau bersama dan yang paling penting adalah berfoto bersama.

foto 7

Setelah acara utama (baca: makan malam) dan beberapa lantunan musik, akhirnya sebagian teman-teman dari TTI kembali ke hotel mereka disekitaran Malioboro. Tetapi Demas Agil dan Anggana OHP (Angga) berhasil saya culik untuk merasakan sensasi kuliner Yogyakarta, sate Klatak.

Sayang sekali Alinka saat itu sedang tidak enak badan dan Mico baru saja selesai dari kegiatan Study tour-nya, sehingga mereka memilih untuk beristirahat demi menjaga stamina dipertandingan esok. Dan pembantaian kambing ini akhirnya hanya dilakukan oleh tiga orang saja.

foto 8.1

foto 8.2

foto 8.3

foto 8.4

“Mantab!!!..” ujar Angga, sambil merokok dan mengelap keringat setelah merasakan kedasyatan sate Klatak. Demas Agil pun sampai tak sanggup mengungkapkan dengan kata-kata. Senda gurau pun berlanjut, dan tingkah-tingkah aneh kami pun bermunculan.

foto 9.1

foto 9.2

Hari pun sudah mulai larut. Kami kembali ke hotel. Esok harinya, di sirkuit slalom Mandala Krida, Pak Memet mengumpulkan teman-teman satu team TTI untuk diberikan pengarahan dan doa bersama demi kelancaran serta kesuksesan race kali ini.

foto 10.1

foto 10.2

foto 10.3

Mereka mengaku kalau mereka akan merasa kaku. Karena balapan slalom terakhir sebelum seri 6 adalah bulan Juni kemarin, itu adalah 4 bulan yang lalu, dan sampai sebelum race mereka sama sekali tidak melakukan pemanasan ataupun latihan terlebih dahulu. Tapi mereka yakin atas kemampuan mereka dan kendaraan yang mereka kendarai juga sudah mumpuni.

foto 11.1

foto 11.2

foto 11.3

Jam demi jam berlalu, para peserta silih berganti melibas lintasan slalom dan seiring dengan itu makanan di paddock TTI pun bertambah. Terlihat sekali kekeluargaan yang terjalin di paddock TTI. Kebahagiaan pun terpancar dari raut wajah pak Memet, beliau orang yang sangat supel dan menyenangkan.

foto 12.1

foto 12.2

foto 12.3

Para pembalap TTI tidak terlalu memaksakan diri saat babak penyisihan, mereka memilih bermain aman, yang penting bisa masuk ke babak final. Tapi bukan berarti mereka tidak mengamati lawan, terutama Jangkar Miring yang memiliki jumlah Poin tertinggi dalam kejurnas Slalom tahun ini.

foto 13.1

foto 13.2

Semakin sore, pertarungan semakin sengit. Di TTI, rata-rata waktu terbaik lebih banyak dicatatkan oleh Alinka. Hal itupun di akui Mico. “memang akhir-akhir ini waktunya bagusan mbak Alinka”. Dan lebih kerennya lagi, waktu-waktu terbaik kebanyakan dicatat dengan menggunakan Toyota Etios, yang keberutulan baru TTI saja yang menggunakan Etios dalam slalom. “Apa mungkin karena cc dan berat mobilnya yang pas ya.., jadi bisa kenceng?” ujar Alinka.

foto 14

Akhirnya malampun tiba, babak final sudah dihadapan. Tekanan batin pun mulai bertambah. Rokokpun menjadi solusi untuk menenangkan batin bagi Angga. Sambil menunggu giliran start final klas F, sebatang rokokpun dinyalakannya.

foto 15

TTI berjuang mati-matian, tapi Jangkar Miring memang lebih cepat. Akhirnya hingga akhir perlombaan Jangkar Miring masih memimpin perolehan waktu.

foto 16
Kesedihan terlihat dari raut muka Demas dan Angga ketika beristirahat di Paddock seusai final klas F. Tapi mereka masih semangat karena masih ada kemungkinan TTI merebut juara, karena ternyata IMI mendiskualifikasi tim Jangkar Miring karena alasan menggunakan pendingin Water Coolant yang hal itu memang dilarang dalam regulasi IMI dalam perlombaan slalom.

foto 17

Kita lihat saja nanti saat di kejurnas putaran terakhir di Jakarta, 23 November 2013. Goodluck TTI dan terima kasih atas jamuannya selama di Jogja.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect