Hari ke 2 Drift++ diawali dengan tandem practice. Para drifter terlihat lebih mempersiapkan segalanya. Bagaimana tidak, event ini adalah event yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang khususnya drifter yang sudah hampir lebih dari satu tahun para drifter tidak ada wadah untuk menyalurkan hasrat drifting mereka. Dan di kejuaraan inilah akhirnya mereka bakal pol-polan.
Pukul 13.15 race pun di mulai. Diawali dengan kelas Bracket 32 (32 besar) yang dimana drifter Rookie dan Pro dicampur dan kadang mereka bersanding bersamaan.
Area parkir PRJ Kemayoran seketika menjadi panas. Aura adrenalin dari para drifter terpancar dari raut muka mereka yang fokus meraih juara puncak. Nantinya para drifter akan saling beradu dari top 32 akan tersaring menjadi top 16, kemudian 8, 4 dan terakhir adalah penentuan juara 1,2 dan 3.
Aditya Widiutomo
Mungkin ini adalah bukan hari keberuntungan bagi Aditya Widiutomo. Dia langsung tersisih dan tidak dapat melanjutkan perlombaan karena di run kedua AS roda BMW E36 bermesin 2JZ miliknya kembali patah seperti hari sebelumnya, dan stok AS roda yang dibawa sudah habis.
Alinka Hardianti
Sedangkan Alinka yang hari pertama tidak mendapat poin dalam QTT mendapat kesempatan untuk tetap dapat mengikuti perlombaan ini. Tetapi kesempatan itu harus dilewatinya lagi karena masih ada kesalahan pada pemasangan kampas kopling, hasilnya “ini gue udah masukin ke gigi satu, tapi abis itu enggak bisa pindah ke gigi dua” ucap Alinka. Dan dari kejadin itu Regi dapat melenggang bebas ke top 16.
Dean Zen
Ada kejadian yang cukup fatal yang terjadi pada Dean Zen yang juga punggawa dari Googrides saat bertarung melawan Danny Ferdito. Saat itu Dean Zen dengan BMW E36 nya terlihat begitu berambisi untuk menempel ketat 200SX Danny, tetapi yang terjadi malah ban kiri depan Dean menabrak ban depan kanan mobil Danny. Mobil Dean sempat tersangkut dan melompat hingga velg terlihat pecah. Setelah di periksa dan mengganti ban, ternyata tidak ada kerusakan yang membuat Dean harus berhenti. “cuma tie rod jadi sedikit longgar mas” ucap Dean saat ditanyai di akhir event.
Akhirnya setelah dilakukan tanding ulang, mobil Danny terpelintir di run kedua, jadi Dean berhak melangkah ke babak berikutnya.
Ben Satrio
Ben Satrio yang membawa nama Dem’s Auto Technic harus puas sampai top 16 saja saat melawan Rhenaldi Arinton Ben yang sudah berusaha maksimal dan permainannya pun cantik tanpa kesalahan tapi apa mau dikata, Juri memberikan poin lebih banyak pada Rhenaldi.
Evan VS Armando (Dido)
Dan semakin mendekati babak penentuan juara atraksi drift semakin seru. Seperti yang terjadi saat Evan melawan Dido di top 4. Evan dengan Cefiro “skyline” nya bermain cantik sekali. Blocking-blocking yang dilakukan Evan cukup membuat kewalahan Dido. Bukan Dido saja yang kewalahan, Amandio, Dika CH dan Ghulam pun kewalahan memberikan nilai. Sampai juri memutuskan “one more time” (tanding ulang) sampai tiga kali.
Para penonton pun ikut deg-degan. Mereka ikut bersorak melihat aksi duel drifter Rookie (Evan) melawan Pro (Dido). Dan Akhirnya setelah tiga kali berduel juri memutuskan Dido berhak bertarung di dua besar.
Demas Agil
Demas yang dari top 32 hingga top 8 dapat melenggang dengan tenang akhirnya mendapat sedikit tantangan saat masuk ke empat besar saat melawan Reihan. Reihan yang bermain cukup apik memberikan perlawanan yang membuat Demas menjadi sedikit deg-degan. Tetapi Demas yang memiliki sifatnya agak nekat ini berhasil masuk ke babak berikutnya untuk melawan Dido.
Dibabak penentuan juara 1 dan 2 ini memang luar biasa mendebarkan. Dua pembalap yang memiliki sifat berlawanan ini (Dido orangnya calm dan Demas yang lebih “Metal”) memang termasuk drifter kelas atas Indonesia. Mereka berdua bermain sangat rapih sekali, tanpa kesalahan sedikit pun di babak terakhir ini.
Demas yang memang sudah bertekad “pol-polan” berani menempel ketat di samping body Cefiro Dido begitu pula sebaliknya. Dan saking tanpa ada kesalahan, juri pun minta untuk “one more time”.
Disaat one more time ini ketiga juri pun sampai berdiri dari kursi jurinya untuk dapat melihat setiap detail dari duel ini. Saking serunya duel ini penonton bersorak-sorak dan memberi tepuk tangan yang meriah atas aksi gila kedua drifter Pro ini.
Setelah duel antara Demas dan Dido, hasil pemenang akhirnya diumumkan saat diatas podium. “Dan pemenang utama dari Drift++ kali ini adalah saudara Armando…”
Selamat buat Dido yang berhasil meraih juara utama dengan drifting-nya yang sangat baik.
Dan jangan kecewa untuk Demas, tetap maju terus pantang mundur!!! Be a “Rockstar” dan tetap Metal!!!
Terima kasih untuk seluruh drifter Indonesia yang ikut meramaikan event Drift++ kali ini atas sportifitas nya.

















