Connect with us

Headline

Dua Pebalap Indonesia,Tampil Mengejutkan di Sirkuit F1 Shanghai, China

Asia Formula Renault (AFR) 
Pebalap kebanggaan Indonesia, Darma Mangkuluhur Hutomo dari Humpuss Junior Racing Team kembali membuat kejutan dengan naik podium pada Seri ke-4 Asia Formula Renault (AFR) yang berlangsung di Sirkuit F1 Shanghai, China pada tanggal 10-12 July 2015.
DSCN0492
Dikuit oleh 15 pembalap manca negara, Darma yang merupakan satu-satunya peserta dari Indonesia, sukses naik podium kedua dan berhasil mengibarkan bendera merah putih dipentas dunia pada race pertama.
Bertepatan dengan putaran ini, Shanghai sedang di landa typhoon Chan-Hom. Pada 2 (dua) sesi latihan hari Jumat, sepanjang hari cuaca sudah mulai gelap, tetapi belum hujan dan Darma Mangkuluhur Hutomo (DMH) berhasil mencatat waktu tercepat ke tiga di kedua sesi latihan, dibawah Dan Wells (UK) & Max Ebennal (Canada).
 DSCN0561
Team pendukung teknisi yaitu Asia Racing Team (ART) sangat puas dengan hasil latihan DMH ditambah seluruh pebalap lainnya sudah melakukan testing dari hari Rabu. “Awal rencana Humpuss Junior Racing Team (HJRT) juga sudah merencanakan untuk datang lebih awal akan tetapi karena penuhnya jadwal pesawat ke Shanghai, kami hanya dapat tiba hari Kamis siang, dimana waktu testing di hari itu sudah selesai. Dengan minimal testing, hasil yg dibukukan DMH sangat menggembirakan,” ujar Stanley Iriawan, Manager HJRT.
Pada sesi kualifikasi (QTT), hari sabtu pagi, typhoon melanda sirkuit Shanghai, hujan dan angin besar, sehingga jadwal hari Jumat terpaksa diundur sampai dengan 1 jam. Panitia memutuskan “Wet Session” seluruh pebalap wajib menggunakan ban hujan, DMH mengawali 30 menit sesi QTT dengan baik, sempat naik ke posisi 2 pada pertengahan sesi QTT dan juga sempat turun ke posisi 5 dengan 10 menit waktu tersisa.
Pada 3 menit sesi terahkir DMH berhasil memperbaiki posisi dan naik ke posisi 3 sampai dengan sesi ini selesai. Jadi DMH akan start dari grid 3 pada race 1  dan waktu terbaik kedua untuk posisi grid di race 2, dimana  DMH pada posisi 4.
Race 1 yang berjalan 10 laps. Juga berlangsung dalam kondisi hujan dan angin besar, menyebabkan panitia memutuskan untuk start dengan formasi start dibawah panduan “safety car” disamping untuk faktor keselamatan juga dikarenakan ada beberapa gardu di areal sirkuit yang tidak berfungsi sehingga lampu di garis start tidak berfungsi.
Dengan formasi single line, DMH kembali melakukan start dengan baik dan berhasil mengambil alih posisi 2 dari Max Ebennal. DMH terus memberi tekanan kepada Dan Wells dan berhasil mendekati series leader tersebut, akan tetapi hujan dan angin yang besar membuat sudut pandang menjadi sangat minimal dan di tikungan terahkir lap 5, DMH melibas genangan air menyebabkan mobilnya berputar akan tetapi dapat kembali masuk ke jalur balap dan tetap pada posisi 2.
Pada akhir lap 8, kali ini di tikungan ke 8, kembali genangan air membuat DMH “spun” untuk kedua kalinya dan kembali DMH dapat melanjutkan lomba dan mempertahankan posisinya. Diakhir lomba, hujan dan angin makin besar, DMH memilih posisi aman untuk mempertahankan posisinya dan melewati garis finish di urutan 2.
“Catatan waktu tercepat DMH hanya terpaut 0,2 detik dengan “fastest driver” Dan Wells, catatan waktu ini sangat membanggakan team, dibawah kondisi balap yang tidak menunjang dan pengalaman balap DMH yang masih jauh dibawah Dan Wells, Max Ebennal dan Garneth Patterson, DMH membuktikan bahwa dirinya adalah calon kuat di kategori ini,” beber Stanley Iriawan.
 RSCN0524
“Merah Putih” dibawa DMH ke podium 2 dibawah bendera UK (Dan Wells) dan diatas bendera Australia (Garneth Patterson).
Race 2 yang juga berjalan 10 laps. Pada hari minggu pagi cuaca juga belum menunjukkan akan membaik, akan tetapi race 2 baru akan berlangsung pada jam 15.35.
Sekitar pukul 14.00, hujan dan angin berhenti, matahari juga sangat terang, sehingga race 2 akan dijalankan dalam kondisi “dry race”.
Dikarenakan gardu listrik yang masih padam, sehingga panitia kembali memutuskan untuk memulai race 2 dengan panduan “Safety Car”.
DMH yang start pada posisi 4, pada saat formasi lap dibelakang safety car, memberikan laporan kepada driver coachnya Rodolfo Avilla (Portugal), via radio comm bahwa DMH mendengar suara mesinnya sangat aneh dan mulai kehilangan power.
Safety car masuk tanda race dimulai, DMH berhasil mempertahankan posisi 4 nya. Di pertengahan lap 1, DMH kembali mengkomunikasikan bahwa dia merasa kehilangan power mesin sangat drastis.
Dramatik terjadi, saat memasuki lap 2 di tikungan pertama, mesin mobil DMH mengeluarkan asap besar, dan DMH kembali harus merelakan hasil race 2 ini yang berahkir di gravel bed pada akhir tikungan 2.
Usai lomba, mobil DMH sempat di periksa team ART, indikasi “oil pressure” turun dan beberapa valve mesin rusak. Sekembali nya seluruh kendaraan ke Zhuhai, team ART bersama dengan team Renault Sport akan melakukan pemeriksaan lebih detil, indikasi mesin DMH akan di-overhaul ulang untuk memastikan kondisi mesin.
Di race 2 ini, Dan Wells (UK) kembali keluar sebagai juara, di ikuti Garneth Patterson (Australia) dan Najiy (Malaysia). Putaran berikutnya akan kembali ke Zhuhai pada bulan September mendatang dan akan berakhir di Shanghai pada bulan Oktober.
Renault Clio China 
DSCN0532
Selain menurunkan Darma Mangkuluhur Hutomo di ajang Asia Formula Renault, Humpuss Junior Racing Team yang juga menurunkan pebalap muda Yasuo Senna Iriawan di ajang Seri ke-4 Renault Clio China yang berlangsung bersamaan dengan Asia Formula Renault, juga tampil mengejutkan dan sukses naik podium pertama pada race kedua.
Yasuo Senna Iriawan datang sebagai urutan klasmen 2 umum terpaut 13 poin dari pimpinan klasmen umum (Kenneth Lau) dari HKG. Senna juga merupakan satu-satunya peserta dari Indonesia yang diikuti oleh 17 pebalap manca negara dari Hongkong (4), dan China (12). Berbeda dengan DMH, Senna masih sempat melakukan 1 sesi latihan di hari Kamis, karena jadwalnya baru jam 13.30 siang.
Pada sesi latihan tidak resmi ini (“unofficial practice”), Senna langsung menyodok ke urutan 1 dengan selisih waktu 0,3 detik dari urutan 2 yaitu Yu Kam Cheong (China) dan ) 0,7 detik dari Kenneth Lau.
Pada hari Jumat, Senna melakukan 1 sesi latihan resmi dan 1 sesi QTT 1 (untuk posisi grid start race 1). Di sesi latihan resmi, Senna kembali menjadi yang terbaik dengan terpaut 0,45″, sesi ini berjalan dengan kondisi track kering.
DSCN0542
Pada siang hari nya hujan mulai turun, dan sesi QTT harus dilakukan dengan ban hujan. Di sesi ini, Senna harus puas berada di urutan 2 dan terpaut 0,1″ dari pole sitter Kevin Tse (China). Berarti Senna akan start “front row” pada race 1 hari sabtu siang.
Pada hari Sabtu, QTT 2 berlangsung pada jam 10.35, kali hujan dan angin jauh lebih besar dari Jumat kemarin.  Disesi QTT 2, Senna kembali harus puas di urutan 2 dengan hanya terpaut 0,056″ dari pole sitter Michael Choi (HKG), kembali Senna akan start pada front row untuk race 2 hari minggu nya.
Race 1, dilangsungkan pada Sabtu sore jam 15.50 dan kembali dibawah kondisi track hujan dan angin besar. Sama dengan Formula Renault, panitia kembali memutuskan balap dimulai dengan panduan safety car.
Senna tidak melakukan start dengan dan memberi jarak terlalu jauh dengan Kevin Tse, sehingga harus berjuang untuk mempertahankan posisi dari gempuran Kenneth Lau, Yu Kam Cheong & Michael Choi.
Kevin Tse berhasil memperbesar jarak dengan grup dibelakangnya (Senna, Kenneth, Michael & Yu). Senna melakukan kesalahan di lap 3 sehingga Kenneth Lau naik ke posisi 2.
Dengan hujan yang turun makin besar dan kondisi kaca mobil yang berembun, Senna hanya memiliki jarak pandang yang minimal.  Pada 2 lap terakhir, Senna melakukan titik pengereman yang sangat dekat dan berakibat menabrak Kenneth Lau.
 DSCN0533
Kejadian ini berakibat fatal dan Senna harus merelakan posisi 3 nya kepada Michael dan Yu, sehingga turun ke posisi 5.  Senna terus mencoba tapi tidak berhasil dan harus puas di posisi 5 pada race 1.
Hasil ini menyebabkan posisi klasmen menjauh dari Kenneth Lau, akan tetapi Senna tetap berada di posisi 2 umum.
Race 2, berangsung hari minggu pada jam 11.25, kondisi track masih basah dan dalam cuaca gerimis. Kembali start dengan panduan safety car, kali ini Senna melakukan start dengan baik dan menempel ketat pole sitter Michael Choi.
Senna terus memberi tekanan kepada Michael yang akhirnya berbuah hasil dengan naik ke posisi 1 pada akhir lap 1. Senna terus memperbesar gap dengan kondisi “clear track”, kali ini Senna membalap dengan sangat baik dan tidak membuat kesalahan.
Akhirnya Senna menembus garis finish terdepan dan tidak tersentuh sama sekali sepanjang balap. Jarak dengan Yu kam Cheong (finisher 2) adalah 4,4 detik dan 11,3 detik dengan Michael Choi (finisher 3).
DSCN0543
Fastest lap untuk race ini direbut oleh Yu Kam Cheong dengan catatan waktu 2,51,02″, sedangkan catatan waktu terbaik Senna adalah 2,51,27″.
Dengan hasil ini Senna tetap di klasmen 2 umum, tetapi jarak point menjadi lebih dekat dengan Kenneth Lau yang finis di urutan 4 race 2.
Masih ada 2 putaran (4 race) di seri ini yaitu Chengdu (September) dan Shanghai (Oktober). Peluang juara umum terbuka lebar dan Yu Kam Cheong turut memanaskan persaingan.
 DSCN0549
“Kami sangat gembira dengan pencapaian kedua pebalap muda kami, Darma dan Senna berhasil membawa pulang piala atas hasil kerja keras mereka. Semangat juang mereka patut kita apresiasi dan terus memberi semangat kepada mereka.  Kami bangga dan puas dengan progress mereka sejauh ini,” ungkap Stanley Iriawan, manager Humpuss Junior Racing Team.
“Kami ucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan dan dukungan para sponsor kami yaitu : Humpuss Group, Mangkuluhur City, Crowne Plaza Jakarta, Pelaksana Jaya Mulia & Bumi Asri Prima Pratama. Komitmen dan dukungan mereka menjadi penentu keberhasilan program kami terhadap pembinaan pebalap muda otomotif Humpuss Junior Racing Team,” tutup Stanley Iriawan.
Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect