Setelah 2 hari bertarung di tanah berbatu Gunung Goong, Tasikmalaya. Edi BJ bersama Melia Laundry Sencaki hanya tertahan di posisi 17 dengan jumlah poin yang tidak terlalu baik. Memang selama dua hari itu cobaan yang menghadang Edi BJ cukup banyak.
Mulai dari SS 1 sampai SS 3 di hari pertama, Edi BJ hanya dapat menggunakan gigi 1 pada transmisinya. Hal itu dikarenakan sill kopling sobek yang tidak memungkinkan dia mengganti gigi. Bahkan untuk start saja, Edi BJ harus menahan mobil dengan mengerem. 3 SS berhasil dilalui nya, namun waktu yang di tempuh sama sekali tidak fantastis.
Hari kedua dengan sudah diperbaiknya sill kopling, Edi BJ turun tanah dengan cukup optimis. Tapi entah kenapa pada SS 4 dan SS 6 bapak 4 anak ini harus klontang (baca: Terguling) berkali-kali.
Menanggapi sialnya dua hari itu, bapak yang murah senyum ini mengatakan “ini semua latihan mental, butuh pengendalian emosi dan management diri saat kita melalui balapan ini”
Edi BJ yang sudah terjun di offroad sejak tahun 1993 ini pun masih membutuhkan kalimat “latihan mental”, bahkan di setiap balapnya dia selalu melakukan evaluasi dan konsisten melakukan latihan untuk kedepannya dia yang lebih baik. Dan itu sudah cukup untuk setiap event yang akan dia lewati.
Tetap Semangat pak Edi BJ!!!




