Connect with us

Headline

ETCC Next Generation – Regenerasi Motorsport Indonesia

Gelaran European Touring Car Championship (ETCC) sebagai balapan khusus mobil buatan  Eropa telah rampung diadakan pada 25 – 26 Maret 2017 untuk putaran pertama. Ajang ETCC yang masuk dalam bagian Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) membuktikan keberhasilan akan regenerasi pada motorsport Indonesia.

Bukan hanya terbukti dari raihan juara Aldio Oekon (2000cc) dan M Fadil (3000cc) yang menggugurkan impian gelar juara para pembalap senior. Tetapi re – generasi lebih terlihat dengan serangan dari ‘ETCC Next Generation’ dalam ajang European Touring Car Championship putaran pertama ini.

Contohnya Gezha Sudirman, pembalap muda yang biasa meraih gelar di gokart ini mampu menunjukan prestasinya. Gezha yang tahun ini baru pertama kali mengikuti balap touring ETCC, berani berlaga melawan seniornya dan langsung memilih kelas Promosi dalam ETCC 2000cc. Tidak tanggung-tanggung, gelar juara pertama langsung diraihnya.

Sementara persaingan sengit juga terjadi pada kelas Novice, baik di ETCC 2000cc maupun 3000cc. Kelas Novice sebagai kelas bagi pembalap baru memang memiliki penggemar tersendiri bagi mereka yang baru berlaga di ajang balap touring ini.

Memang khusus tahun ini, ETCC membuka peluang bagi pendatang baru dengan jumlah lebih dari tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya lima pembalap baru saja yang bisa bersaing di kelas Novice, tahun ini batasan jumlah tersebut dihapuskan. “Dengan sistem yang berubah membuat lebih dari tujuh pembalap baru hadir untuk berlaga di setiap kelas Novice, mereka akan berlaga di kelas 2000cc dan 3000cc. Totalnya jadi lebih dari 14 pembalap baru,” ungkap Ahmad Sadewa – salah satu Founder ETCC Indonesia.

Tujuan dari pembatasan jumlah peserta yakni agar setiap pembalap mendapatkan peluang gelar juara dan berujung memancing minat agar mengikuti rangkaian balapan ETCC. Namun ternyata antusias pembalap tidak bisa dibendung sehingga tahun ini cukup banyak wajah pendatang baru dalam ajang yang juga ‘One Make Race’.

“Untuk tetap memancing minat pembalap, trophy tetap diberikan tetapi tidak bertulisan juara karena mendapatkannya memiliki gengsi tersendiri. Nanti tulisannya jadi ‘Urutan 6, 7 dan seterusnya, sesuai dengan hasil yang diraih karena trophy juara tetap untuk lima juara saja,”lanjut Ahmad Sadewa.

Beberapa nama memang terlihat sebagai waah baru di dunia motorsport Indonesia, namun prestasi yang diraihnya pada ETCC putaran pertama ini bisa menjadi bukti berkembangnya otomotif Indonesia, khususnya balap touring. Seprti yang diraih oleh Mugi Jalu yang turun di kelas ETCC 3000cc – Novice berhasil langsung meraih juara pertama dan diikuti oleh Dudy Jarpul.

Sementara di kelas ETCC 2000cc – Novice, Martinus Dwiyanto mampu menumbangkan perlawanan dari para pesaingnya dan sekaligus mengantarkan dirinya meraih gelar juara. Namun di kelas ini ada hal unik yakni satu-satunya pembalap dari club mobil, Aditya K Arifin pembalap yang mengusung club E30 Register. 

Dan tahun ini, European Touring Car Championship – 3000cc kelas Novice juga kedatangan Warner Katili sebagai salah satu penggagas dari Speed Addict Off-Road Society (SOARS) dan Dede Muhaimin peraih juara tiga kelas ini, juga sebagai pemilik dari Hotel Grand Mutiara Pangandaran (HGMP) Racing Team yang sering berlaga di balap slalom maupun drifting.

Keberhasilan re-generasi ini tentu tidak diraih dalam waktu dekat oleh para penyelenggara European Touring Car Championship (ETCC). Terlebih ETCC telah masuk sebagai kejuaraan nasional yang kembali didukung penuh Achilles radial.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect