Maraknya perubahan iklim ekstrim yang terjadi belakangan ini sangat berdampak pada kehidupan mahkluk hidup dan lingkungan. Berangkat dari fenomena tersebut lahirlah ajang balap offroad menggunakan mobil listrik yang disebut Extreme E. Belum lama ini Extreme E telah mengumumkan dan mempromosikan bahwa peserta akan terbagi menjadi dua grup yang terdiri dari enam tim serta berlangsung dari beberapa seri dengan format head-to-head diikuti dengan putaran turnamen sistem gugur. Setiap pembalap yang lolos nantinya akan masuk ke babak final.

Sebagai bentuk keprihatinan terhadap efek perubahan iklim diseluruh dunia, ajang balapan akan berlangsung di lingkungan “ekstrim” yang terancam atau terkena imbas dari kenaikan suhu global. Sejauh ini ada lima lokasi terpencil yang telah diumumkan oleh Extreme E diantaranya Kutub Utara, gletser Himalaya, kawasan gundul Amazon, Gurun Sahara, dan sebuah pulau di Samudra Pasifik. Yaps, medan yang disuguhkan sangat beragam mulai dari es artic, gurun hingga jalur hutan. Wah nggak kebayang seperti apa berkompetisi di jalur ekstrim tetapi yang jelas terdengar gila. Dan gokilnya lagi, kapal kargo-penumpang British Royal Mail yang disebut RMS Saint Helena bakalan jadi pangkalan utama para peserta, tim, termasuk mengangkut semua mobil.

Ide gila ini diciptakan oleh seorang pengusaha berdarah Spanyol sekaligus CEO Formula E — Alejandro Agag dan pembalap Gil De Ferran yang pernah menjuarai Indianapolis 500. Agag menegaskan bahwa ajang ini sengaja dilaksanakan di lokasi terpencil dengan “ekosistem yang rapuh” sebagai “highlight atas dampak perubahan iklim,” dan untuk mendukung hal tersebut ajang ini sekaligus mempromosikan teknologi mobil listrik.
Jika anda pernah mendengar, Agag pernah menampilkan versi listrik untuk mobil balap Formula One, namun kali ini sang bos besar mulai merambah ke model SUV elektrik khusus offroad. Mungkin main aspalan sudah terlalu mainstream baginya.

Diberi nama Odyssey 21, mobil ini menampilkan gaya SUV dan powertrain listrik 550-hp dengan kecepatan 0-60 mph dalam waktu 4,5 detik bahkan pada tanjakan curam sekalipun. Ini berkat motor yang terbenam di setiap roda dan baterai khusus dari Williams Advanced Engineering. SUV Odyssey 21 dibangun oleh Spark Racing Technology, induk perusahaan yang sama dalam memproduksi mobil seri Formula E. Seperti halnya di Formula E, tim diberi kesempatan untuk mengembangkan powertrain mereka sendiri. Para tim juga diizinkan menambahkan bodywork pilihan yang mereplikasi model SUV harian.
Tubuh SUV ini memiliki lebar 2,3 meter, tinggi 1,9 meter, panjang 4,4 meter dengan total berat 1.650 kg serta dibekali dengan frame tubular niobium reinforced dan rollbar. Sementara ban Continental 37 inci diklaim tahan banting dalam kondisi musim panas maupun musim dingin.

“Extreme E SUV Odyssey 21 tidak seperti yang lain di motorsport. Berkat teknologi canggih buatan mitra terkemuka kami, baik dalam desain maupun konstruksinya mampu menghasilkan mobil yang memukau serta menghasilkan kinerja tertinggi dalam kondisi berat dan lingkungan yang beragam di planet ini,” cetus Alejandro Agag.
Dalam mempersiapkan ajang Extreme E yang berlangsung pada Januari 2021, pembalap akan dibekali kursus navigasi virtual melalui tampilan. Dan kabarnya Extreme E akan disiarkan melalui Fox Sports. Duh, bikin penasaran.

