Connect with us

Headline

Fadillah Penguasa ETCC 2000 & 3000

Sentul, 23 Juli 2017 – Turun di dua kelas dalam European Touring Car Championship (ETCC) 2000cc & 3000cc, ternyata tidak membuat Ahmad Fadillah A mengutamakan salah satu diantaranya. Buktinya hingga putaran ketiga ETCC yang masuk dalam rangkaian Indonesian Sentul Series Of Motorsport (ISSOM), Fadillah berhasil menjadi penguasa pengumpulan poin sementara di kelas Pro.

Berlaga di kelas Pro, Fadillah yang bergabung dengan Jakarta Ban Motorsport berhasil merebut podium tertinggi dari ETCC 2000 maupun 3000. Walau di ETCC 2000 sempat mengalami kendala ketika ‘safety car’ hadir sehingga tergeser oleh Radityo Mahendra yang turun di kelas Master.

“Semua dapat berjalan dengan sesuai rencana, tadi di ETCC 2000 sempat ingin kembali memaksakan untuk berada paling depan. Untungnya yang di depan adalah Radityo dan turun di kelas berbeda jadi bisa lebih menjaga posisi hingga berhasil masuk finish.”

Sementara, hujan yang turun menjelang balapan European Touring Car Championship (ETCC) 3000cc, membuat Ahmad Fadillah A dari Jakarta Ban Motorsport berhasil menerapkan strategi untuk mempertahankan posisi terdepan yang diraihnya sejak babak kualifikasi.

“Sebenarnya sebelum balapan dimulai, saya sudah memprediksi tentang cuaca sehingga mulai menyiapkan strategi agar bisa meraih hasil maksimal. Minimal tidak terlalu turun drastis. Saya berusaha tidak terlalu memaksakan agar bisa menghemat ban ketika hujan belum deras. Saat hujan turun semakin deras, strategi ini berhasil. Kondisi ban masih lumayan tebal saja masih cukup licin. Seandainya sejak awal memaksa jadi ga kebayang hasilnya.”Dengan keberhasilan meraih poin pada seri ketiga ini, Ahmad Fadillah A mulai membidik podium selanjutnya. Kebetulan seri keempat ETCC akan masuk dalam kejuaraan ‘street racing’ BSD City Grand Prix yang digelar tidak jauh dari tempat tinggalnya dan mungkin memberikan keuntungan tersendiri baginya.

“Untuk lintasan di BSD City, saya sudah beberapa kali melihat namun semua pembalap memiliki peluang yang sama. Strategi untuk balapan itu adalah meraih hasil terbaik pada babak kualifikasi karena lintasan yang cukup sempit sehingga sulit untuk mendapatkan ruang ketika akan menyalip.”

Memang lintasan yang akan digunakan dalam BSD City Grand Prix cukup sempit dibandingkan dengan di sirkuit Sentul. Namun kejelian dalam menerapkan strategi hingga dukungan tim menjadi penentu dalam meraih kemenangan. Jadi siapakah ‘Raja Jalanan’ BSD City Grand Prix?

 

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect