Connect with us

Touring Car

Fokus Finis dan Kumpulkan Poin, Motu Jangkar Biru Motorsport Pulang dengan Podium

Yassin Kosasih Motu Jangkar Biru Motorsport
Yassin Kosasih (tengah) berhasil raih dua podium

LOMBOK – Motu Jangkar Biru Motorsport berhasil menutup akhir pekan seri pembuka Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026 dengan hasil yang melebihi target.

Menggunakan mobil cadangan yang masih dibayangi masalah teknis, namun tim mampu membawa pulang podium sekaligus mengamankan poin penting di Kejuaraan Indonesia Touring Car Race (ITCR) non Kejurnas.

Pembalap Motu Jangkar Biru Motorsport, M. Yassin Kosasih, mengaku tidak memasang ekspektasi tinggi menjelang race kedua. Pasalnya, kendala safe mode yang muncul sejak sesi latihan belum sepenuhnya teratasi.

“Kami masih harus menahan putaran mesin. Kalau kemarin di 5.500 rpm, hari ini saya bahkan menjaga di sekitar 5.000 rpm supaya mobil tidak masuk safe mode lagi. Jadi secara performa memang belum maksimal,” ujar Yassin.

Yassin Kosasih Motu Jangkar Biru Motorsport

Dua trofi yang berhasil diraih Yassin Kosasih

Dengan kondisi tersebut, Yassin memilih fokus membawa mobil hingga garis finis ketimbang memaksakan kecepatan. Keputusan itu terbukti tepat karena dirinya berhasil mengamankan podium di kategori non-kejurnas.

“Jujur saya tidak berpikir bisa naik podium. Targetnya hanya menyelesaikan balapan. Tapi setelah finis ternyata masih masuk podium. Alhamdulillah, mungkin ini yang namanya sengsara membawa nikmat,” katanya.

Di balik hasil tersebut, tim sebenarnya masih berjibaku mencari akar masalah yang membuat mobil beberapa kali mengalami safe mode.

Tuner Alta Racing, Andre Timothy, mengungkapkan bahwa ada lebih dari satu kemungkinan penyebab yang harus diperiksa.

“Kami menemukan ada dua indikasi penyebab safe mode, dari sistem transmisi dan dari mesin. Menjelang race kedua akhirnya kami mulai menemukan sumber masalahnya. Hanya saja karena mobil ini bukan mobil yang biasa digunakan tim, waktu persiapan kami sangat terbatas,” jelas Timo.

Yassin Kosasih Motu Jangkar Biru Motorsport

Andre Dumais (kiri), Yassin Kosasih (tengah) dan Andre Timothy (kanan)

Hal itu juga diamini oleh Team Manager Motu Jangkar Biru Motorsport, Andre Dumais.

Ia menegaskan bahwa sejak awal tim memang datang ke Mandalika dengan target realistis karena menggunakan mobil backup, bukan BMW M3 yang biasa menjadi andalan tim.

“Dari awal kami tahu mobil ini tidak akan bisa bertarung di depan. Ini mobil cadangan, masih standar, belum diremap, dan tidak ada persiapan khusus sebelumnya. Jadi target utama kami hanya satu, yaitu finis dan mengamankan poin,” ungkap pria yang akrab disapa Dume.

Menurutnya, hasil yang diraih Yassin menjadi bukti bahwa strategi tim berjalan sesuai rencana. Meski tidak memiliki mobil dengan performa terbaik, seluruh skenario yang disusun mampu dijalankan dengan baik.

“Kami sudah menyiapkan berbagai kemungkinan sejak awal. Yang penting mobil bisa finis dan tidak mengalami kerusakan lebih parah. Podium tentu menjadi bonus yang sangat kami syukuri,” lanjutnya.

Andre juga memuji kemampuan Yassin dalam beradaptasi dengan kondisi mobil yang jauh dari ideal. Sebab selama balapan, pembalap harus disiplin mengikuti instruksi tim untuk menjaga performa kendaraan.

“Yassin sangat cepat beradaptasi. Dia menjalankan semua arahan dengan disiplin dan memahami batas kemampuan mobil. Itu yang membuat kami bisa mencapai target di dua race sekaligus membawa pulang podium,” tutup Andre.

Meski masih menyisakan pekerjaan rumah terkait masalah safe mode, hasil di Mandalika menjadi bekal positif bagi Motu Jangkar Biru Motorsport untuk menghadapi putaran berikutnya.

Dengan mobil cadangan dan persiapan yang minim, tim justru mampu membawa pulang hasil yang cukup memuaskan. (*)

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect