Jakarta, 27 November 2016 – Sebanyak 32 peserta dari total 36 peserta yang merupakan juara masing-masing kelas yang telah diselenggarakan pada sembilan kota besar di Indonesia dalam ajang Intersport Passion Race 2016 dipertemukan kembali pada hari minggu, 27 November 2016. Dipertemukannya kembali para juara tidak lain adalah untuk mengikuti babak grand final Intersport Passion Race 2016 yang diselenggarakan pada parkir barat JIExpo Kemayoran, Jakarta. Tidak main-main, hadiah yang diberikan oleh Intersport untuk juara satu pada setiap kelasnya adalah perjalanan ke Jepang untuk menyaksikan secara langsung Tokyo Auto Salon pada bulan Januari mendatang, ya seperti halnya slogan Intersport “Go International” yang salah satunya bertekad untuk mengudarakan talenta-talenta muda berbakat Indonesia menuju Internasional.
Meski tidak semuanya dapat mengikuti babak grand final Intersport Passion Race 2016 dengan berbagai alasannya, ternyata hal tersebut tidak mengurangi kemeriahan event yang dimulai sekitar pukul 15:00 wib ini. Pada babak grand final kali ini panitia mengungkapkan melakukan sedikit perubahan dengan perlombaan, terlihat jelas pada soal yang harus dihadapi oleh peserta. Dengan mengusung miror track dan juga karakter soal yang cukup tricky menjadikan peserta harus lebih jeli dalam melakukan start. Terlebih pada babak grand final ini untuk menentukan juara menggunakan total dari waktu tempuh peserta selama empat kali run, berbeda dengan seri-seri Intersport yang hanya mengambil waktu terbaik dari dua kali run yang dijalani peserta.
“Treknya komplit, tekniknya dapet, speednya dapet, hard brake nya juga dapet, asik lah pokoknya.” ungkap Amandio yang menjadi salah satu Kings pada babak grand final Intersport 2016.
Babak grand final Intersport Passion Race 2016 yang diawali oleh kelas rookie fwd dengan jumlah delapan peserta cukup menyita perhatian pengunjung yang telah menikmati sajian sporty dancer sebelumnya, ditambah lagi dengan miror track yang harus dijalani oleh peserta yang memacu adrenalin baik peserta maupun pengunjung.
Aldhy Rais mengawali run 1 bersaing dengan Rezki yang menggunakan trek nomor dua bermain cukup bersih, Aldhy yang bisa dikatakan memiliki jam terbang yang cukup banyak dapat mengalahkan Rezki. catatan waktu Aldhy pada run 1 yang telah menempuh trek satu dan dua adalah 55.496 yang meninggalkan Rezki cukup jauh. dilanjut dengan Gema Rizky yang bersaing dengan Santy GL dimana Gema mencetak waktu 58.702 berhasil menduduki urutan ke dua sementara sedangkan Gema berada di ke tiga.
Dilanjut dengan Asep Wahyudi yang berpasangan dengan Yuqi Firmasnyah, Yuqi bermain cukup bersih yang akhirnya mencetak waktu 55.692 menyodok catatan waktu terbaik sementara yang di raih oleh Aldhy. sedangkan Asep harus puas berada di posisi ke enam sementara.
Yuqi yang tampil sangat baik pada run 2 mampu mempertahankan posisi sementara dengan catatan waktu 01:03.546 yang membuatnya kokoh berada di peringkat satu kelas rookie fwd. Kemudian Aldhy yang cukup tertolong dengan catatan waktu pada run 1 berhak atas peringkat dua dengan total waktu 02:03.174 terpaut sekitar 4 detik dari Yuqi. Santy GL yang dapat memperbaiki catatan waktu pada run 2 akhirnya dapat menempati posisi tiga dengan total waktu 02:05.230.
Kelas rookie rwd yang juga di ikuti oleh delapan peserta juga tidak kalah seru, persaingan jelas terlihat dengan penampilan Rivaldy F, R Wicaksana, dan Hernanda. Rivaldy yang berhasil menjuarai kelas rookie rwd telah melakukan penekanan sejak run 1. Dengan total waktu 02:05.216 yang dicapai Rivaldy mebuatnya tenang berada di posisi satu. Pasalnya peringkat ke dua yang ditempati oleh R Wicaksana dengan total waktu 02:07.750 bersaing sangat ketat dengan Hernanda yang memiliki total waktu 02:07.932.

Memang sejak awal seri Intersport Passion Race 2016, kelas RWD sepertinya memiliki kemenarikan tersendiri karena hampir pada keseluruhan seri kelas RWD selalu memiliki peserta yang lebih banyak dibanding kelas FWD. Antusiasme tinggi terlihat pada kelas Pro RWD, dimana sembilan peserta yang berhak mengikuti babak grand final yang semuanya menyempatkan waktu untuk menyuguhkan persaingan di trek sembari memperebutkan tour ke Jepang persembahan dari Intersport.
M Irdam, Akbar Rais, Ricky Herdiana, Koh Petrus, dan Inung Jonggrang merupakan peserta yang bersaing sangat ketat pada run 1 di babak grand final ini. Total catatan waktu mereka pada run 1 hanya berbeda di tiga angka setelah koma dengan perolehan waktu di kisaran 57 detik.
Memasuki run 2 yang merupakan penentuan perolehan podium yang berlangsung setelah aksi taxi drift yang ditampilkan oleh Amandio dan Dika CH selaku the kings dengan passanger pengunjung yang ditunjuk secara acak berlangsung menegangkan. Karena trek yang digunakan sangat luas sehingga kings dapat melakukannya dengan leluasa.
Kembali pada persaingan run 2 kelas Pro RWD, disini M Irdam dapat menunjukkan dengan baik kualitas yang dimilikinya. Dengan mencetak waktu 01:04.372 dan total waktu 02:01.716 M Irdam berhak atas juara satu kelas Pro RWD. Disusul dengan Akbar Rais yang bersaing ketat dengan Ricky Herdiana yang kemudian Ricky harus puas menempati juara tiga persis berada dibawah Akbar yang menempati juara dua.

Meski hanya dengan tujuh peserta dari sembilan yang berhak tampil, aksi tindih menindih catatan waktu masih saja tidak dapat terhindarkan. terlihat pada run 1 yang diawali dengan penampilan James Sanger yang berpasangan dengan Oldy Ardhana. Oldy berhasil mengalahkan James pada run 1 dengan catatan waktu 54.488. Catatan waktu Oldy tidak dapat bertahan lama setelah Mario Claudio yang berpasangan dengan Adrian Septianto yang menggeser Oldy menjadi posisi tiga sementara sedangkan posisi satu dan dua sementara ditempati oleh Mario dengan total waktu 53.718 dan posisi dua dengan Adrian dengan total waktu 54.110.
Posisi tersebut juga tidak bertahan lama, Anggana OHP yang tampil setelah Mario dan Adrian berhasil menindih catatan waktu dari Adrian dengan total waktu Anggana 54.446 berada di posisi kedua setelah Mario.
Posisi satu yang dicapai oleh Mario dan dua oleh Anggana dapat bertahan cukup lama, menjelang berakhirnya run 1 yang mengharuskan Valentino Ratulangi tampil sendiri. Valentino yang tampil tanpa beban dapat bermain sangat cantik hingga menciptakan catatan waktu terbaik baru dengan total waktu 53.746.
Dengan kondisi seperti itu, tentunya menggeser Mario yang berada di posisi teratas. Sehingga urutan podium sementara pada run 1 adalah Valentino, Mario, dan Anggana. Posisi tersebut ternyata dapat bertahan hingga run 2 usai. Anggana yang mencetak waktu terbaik pada run 2 tidak berhasil menindih total catatan dari Valentino yang pada run 2 catatan waktu Valen berada di urutan terakhir diantara mereka bertiga. Hingga pada akhirnya total perolehan waktu dari Valentino tidak terpecahkan dan posisi podium pada run 1 bertahan hingga run 2 berakhir.
setelah semua peserta selesai melakukan run, aksi gymkhana show yang diperagakan oleh Amandio, Dika Ch, Reza SS, dan Ninebot kembali menjadi penutup pada area race.

Grand final Intersport Passion Race 2016 pada akhirnya ditutup dengan perform oleh Endank Soekamti yang sebelumnya penyerahan throphy juga dilakukan pada stage dari pada Intersport.
Asik bukan sob? Yuk ditunggu akan seperti apakah Intersport di tahun 2017 mendatang. Penasaran kan? Samaa.





