Pada ajang slalom, Haji Tjandra Racing Team menurunkan dua yaitu HTJRT Achilles Sengkuni (Valentino Ratulangi, Herdiko Setyaputra dan Adrian Septianto) dan HTJRT Achilles Baladewa (Mario Claudio, Ricky Herdiana dan Eddy Sadikin). Khusus HTJRT Achilles Sengkuni tentu diharapkan mampu mengulang kesuksesannya pada putaran sebelumnya.
Conrod mengalami lecet, dan terlalu beresiko kalau harus di teruskan dalam kondisi seperti itu. Alternative nya dengan waktu yang cukup mepet, Arche membeli mesin baru dan langsung di masukkan kedalam mobil itu. Mobil pun langsung diberangkatkan tanpa setting ulang maupun pengecekan secara detail.“ya udah pokoknya dengan kondisi gitu aja di naikin towing” ujar Arche, tapi semua di maksimalkan bagian kaki2.
Itu tadi masalah kendaraan, sedangkan di lintasan para pembalap harus siap dengan segala kondisi. Termasuk menghadapi soal yang cukup sulit sehingga membutuhkan konsentrasi cukup tinggi. Terlebih GOR Saburai di Lampung ini memang terkenal sebagai lintasan yang cukup luas. Hasilnya sang panitia bisa pembuat soal sedikit bebas berekspresi.
Tidak terkecuali soal kali ini, menurut Arche soal karakter seperti ini memang untuk para peslalom senior alias mereka yang memiliki jam terbang cukup tinggi. Belum lagi berbicara masalah aspal yang licin karena berpasir dan adanya pasir basah bekas hujan.
Sedangkan pembalap lainnya dari HTJRT seperti Koh Petrus mampu merebut juara ketiga untuk kelas B3. Koh Petrus harus puas dikalahkan oleh Rinaldo SA (anak dari Andri SA) dan M. Irdam sebagai drifter dari Bandung. Hasil lainnya adalah Okki Rinaldi (kelas pemula) yang hari ini sedang merayakan hari lahirnya berada di posisi 4, Satria Wiharyoga posisi 9 dan Yuqi Firmansya (adik dari H. Tjcandra) hanya mampu menduduki posisi 13.
