Kejurnas Slalom 2021 menjadi tahun pertama tim Honda Racing Indonesia (HRI) mecoba ranah Slalom/Gymkhana. Tak punya target yang muluk-muluk, musim ini lebih menjadi ajang mencoba merasakan dan meresapi atmosfer persaingan di dunia balap slalom.

Dihadiri oleh para tokoh penting di jajaran HRI, para pembalap tidak di push terlalu keras. Baik Canya Prasetyo dan Anandyo Dwiki (Eki) tak punya banyak beban berat untuk dipanggul, mereka dipesankan untuk menjalani seri terakhir ini dengan lebih santai, dibawa have fun dan jadikan momen kali ini sebagai riset yang berguna untuk musim berikutnya yang akan datang.

Berangkat dari debut Kejurnas Slalom di tahun ini, harapannya HRI dapat lebih matang mempersiapkan mobil sekaligus mengembangkan skill-skill yang dimiliki oleh para pembalapnya.

Dari catatan waktu yang diperoleh di Heat 1, kedua pembalap HRI dirasa lebih rilek dibandingkan seri sebelumnya. Catatan waktu yang diraih jauh lebih baik dari seri sebelumnya. Settingan kendaraan juga telah ditemukan yang enak bagi keduanya sehingga mereka dapat dengan lebih baik menyelesaikan soal di babak-babak awal.

Berkat latihan yang dilakukan beberapa hari lalu di Stadion Maguwoharjo, tim HRI telah menemukan settingan suspensi yang tepat untuk dibawa ke Lanud Gading. Pada saat hari “H” memang grip yang ada masih terbilang licin mengingat waktu mulai Heat 1 termasuk cukup pagi. Terbukti catatan waktu dari Eki yang start di nomor 9 tidak lebih baik dari Canya yang start lebih belakang. Dengan kondisi aspal yang lebih panas di siang hari, HRI optimis grip yang didapatkan bakal lebih optimal lagi sehingga dapat dimanfaatkan oleh para pembalap dengan lebih maksimal.

