HTJRT yang membawa 9 pembalap (termasuk Raditya P.A yang ikut di support HTJRT) bisa dibilang tahun 2016 ini memang sudah mulai bermain agresif. Belajar dari banyak kesalahan dari tahun-tahun sebelumnya tim ini benar-benar mempersiapkan tim slalom nya dengan matang.

Hal itu terbukti dari jumlah piala yang mereka borong tadi malam. Tidak kira-kira mereka memborong 22 piala dalam sekali bertanding. Mulai dari juara Tim Kelas A hingga juara umum kelas A.


Tim yang di asuh H. Chandra dengan Manager Arce yang juga sebagai kepala mekanik tim ini 2 baru melakukan latihan tepat 2 hari sebelum event. Masih terbilang kurang, namun itupun masih terdapat kendala pada mobil Yaris yang turun di kelas F. Dimana mobil itu hingga saat latihan belum mendapatkan Coilover. Sehingga para peslalom hanya berlatih menggunakan mobil-mobil kelas A dan 1 buah mobil kelas F dan tentunya pickup dan Toyota DX.

Di kelas A mereka menurunkan 2 mobil. Namun di tengah pertandingan salah satu mobil Honda Jazz mengalami kerusakan pada klep nomer 4. Sehingga mobil itu sama sekali tidak ada tenaganya. Namun itu itu tidak merusak mood mereka. Seperti yang dikatakan Eddy Sadikin “kita pembalap enggak boleh ngeluh, yang penting Gass Pooll dulu. Masalah hasil piker terakhir” ujarnya sesaat sebelum start di heat kedua.

Tapi dari sejak awal event di kelas A, HTJRT sudah berhasil menguasai pertandingan melalui Herdiko walau dibawahnya dipepet terus oleh NFT. Namun di 5 besar catatan waktu tercepat selama 2 heat HTJRT berhasil menancapkan 3 pembalapnya yang siap turun di Final.




Pertarungan final kelas A terbilang cukup seru. Karena pada 5 pembalap terakhir berselang-seling pembalap HTJRT dan NFT beradu catatan waktu tercepat. Valentino dan Radiatya PA tidak terlalu berhasil merubah kedudukan ke puncak dan harapan terakhir adalah Herdiko yang start terakhir. Dan keajaiban terjadi. Herdiko dengan Honda Jazz nya berhasil mencatatkan waktu 48.664 detik mengalahkan catatan waktu Demas Agil dari NFT yang hanya selisih 0.144 detik.

Namun Hal sebaliknya terjadi pada kelas F. Dimana mereka tidak terlalu maksimal pada settingan mobil mereka. Terutama pada Yaris yang baru mendapatkan suspensi pada malam harinya. Tanpa ada latihan dan penyesuaian rem tangan mereka tidak banyak bisa berkutik. Namun Valent adalah satu-satunya dari mereka yang mampu mencatatkan waktu tercepat dengan keadaan mobil kurang prima itu.

Sedangkan pada mobil F lainnya, Honda Brio, tidak mendapatkan keberuntungan seperti pada kelas A. Herdiko, Eddy Sadikin, Adrian dan Mario Claudio yang dijagokan tidak bisa banyak berkutik dengan lawan-lawan yang cukup berat di kelas ini.

Di kelas B (dulu kelas GRB) ada hal sedikit mengejutkan. Yaitu drifter kondang Indonesia, Akbar Rais yang seharusnya masuk sebagai pembalap devisi drift dari HTJRT di beri kesempatan merasakan balap slalom ini. Dan hasilnya sangat mengejutkan. Dia berhasil bermain cukup baik bahkan dapat mengalahkan Reindy Riupassa yang sudah lebih dulu bermain slalom.

Koh Petrus dan Adrian yang turun menggunakan Mitsubishi pickup menjadi ujung tombak bagian penggerak belakang ini. Setelah tahun lalu turun dengan menggunakan mobil stock, untuk musim ini mobil sudah mengalami banyak penggantian terutama bagian kaki-kaki. Yang hasilnya Adrian berhasil mencatatkan waktu 2 detik lebih cepat dari catatan waktu terbaik sebelumnya di Final.

Dan luar biasanya HTJRT berhasil memborong posisi 1 hingga 3 pada overall kelas B yang berisikan Adrian, Koh Petrus dan Akbar Rais dan diposisi kelima ada Reindy Riupassa.

Suatu pencapaian yang baik untuk seri perdana tim yang tadinya masih dipandang sebelah mata ini. Dan seperti Valentino Ratulangi katakan bahwa dia cukup puas dan bahagia memiliki tim yang kompak seperti ini, dan membuat semakin bersemangat untuk meraih pencapaian tertinggi untuk seri-seri berikutnya.
Good luck HTJRT semoga dengan latihan dan persiapan mobil yang lebih matang posisi puncak bukan lagi jadi impian.

