Connect with us

Drift

HTJRT Goes to Malaysian Drift – Part 2

Apa kabar ya AM1 Borneo Drift Challenge 2015? Setelah kemarin Kamis (15/10) pasukan HTJRT diberangkatkan ke Malaysia, pastinya udah ada banyak cerita lanjutan dari Kinabalu.

Apa aja ya kira-kira?

Yang pertama nih soal event Borneo Drift ini sendiri, seperti yang diberitakan sebelumnya, event lokal ini pesertanya datang dari berbagai Negara, seperti Jepang, Thailand, Indonesia, Singapura, dan tuan rumah sendiri. Selain itu fasilitas yang disuguhkan bener-bener memuaskan peserta dan tim-tim mereka. Ya mungkin karena di luar negeri kali ya fasilitasnya jadi lebih “plus-plus”. Untuk spot dari Borneo Drift ini ada di daerah perbukitan lho, jadi beraksinya di atas bukit.

M6

Pemilik dari tempat ini yaitu Tim Timothy membangun area ini secara bertahap dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun. Menurut rencananya sih akan diperluas lagi, tapi untuk saat ini sih udah cukup sepertinya selain itu juga diperlukan biaya yang nggak sedikit.

M3

Di area ini sendiri strukturnya udah ada da letak-letaknya udah tertata rapi selain itu lintasan juga udah terbentuk ditambah track-nya juga oke. Nah ini yang bisa dicontoh sama Indonesia, mulai dari penataan paddock, tribun, lintasan bahkan tempat untuk jualan dan penonton udah ditata dengan apik. Dan yang nggak kalah penting adalah masalah toilet yang kebanyakan bikin males, tapi kalau di Borneo Palinda Motorsport Park ini sendiri bersih.

Itu dari kondisi medan dan daerahnya ya, sekarang kita beralih ke tim yang terjun ke event AM1 Borneo Drift ini yaitu HTJRT yang pada postingan sebelumnya (HTJRT Goes to Malaysian Drift) sudah disebutkan siapa aja drifter yang ikut.

M5

Nah pada ajang kali ini yang bergabung ada H. Chandra sendiri, Akbar Rais, Reindy Riupassa, dan Alinka Hardianti. Untuk acara goes to Malaysian Drift ini adalah yang pertama kalinya bagi mereka, kecuali Akbar Rais. Dan yang pasti mereka semua excited dan sangat bersemangat untuk “mencicipi” kayak apa sih ngedrift di luar negeri, lawannya, lintasannya dan tekhniknya juga lho.

M8

Di dalam acara ini, H. Chandra mendapat 2 pinjaman mobil, salah satunya Nissan 180 SX dan ternyata mobil ini relatif standar settingan-nya. Jadi kebanyakan kalau dfiter di Indonesia bisa tinggal tancap aja udah bisa keluar tenaga yang gede, nah untuk mobil ini berbeda banget lebih mengutamakan skill.

Kali ini Alinka masuk dalam kategori Pro yang juga sama dengan Akbar Rais dan Reindy. Waktu di Indonesia mereka masuk ke dalam Rockie Drifter, tapi setelah uji coba di Borneo Drift ini kemampuan mereka sangat layak, dan akhirnya masuk ke pro. Di ajang drift ini juga yang pertama bagi Alinka setelah sempet vacuum sekitar 2 tahunan.

Di balik persiapan yang dilakukan seperti biasanya, pasti ada hal-hal yang baru dan mungkin bisa sangat berbeda dari Indonesia sendiri. Salah satunya regulasi kategori itu tadi, jadi kalau di Indonesia seorang drifter bisa meningkat levelnya dengan cara berhasil mengalahkan drifter diatasnya. Jadi rockie bisa ngalahin yang pro, nah nantinya tahun depan gitu si rockie itu bisa naik jadi pro.

Berbeda sama disini, kalau skill dan aksinya oke ditambah jam terbang tinggi bisa masuk ke pro. Walaupun belum bisa ngalahin yang pro, tapi karena terus nyoba alhasil jam terbang jadi tinggi.

H. Chandra sendiri lebih menekankan gimana ngerasain ngedrift di luar negeri dan buat nambah pengalaman dan ilmu juga ya pastinya. Bahkan H. Chandra sendiri sempat kewalahan waktu awal-awal nih. Setiap drifter punya karakter sendiri dan beda-beda untuk menangani mobil, nah dengan metodenya pun H. Chandra merasa belum mendapat angle yang bagus, yang sebenarnya menurut orang biasa atau penonton udah bagus.

M4

Indonesia sama Malaysia kan deketan ya, tapi beda cuacanya jauh lho. Kemarin aja perubahan dari hujan ke terang trus hujan lagi bisa berkali-kali dan kondisi ini juga jadi tantangan tersendiri buat tim HTJRT untuk laga luar negeri ini. Jadi mereka bener-bener diuji gimana sih ngatasi medan yang kering, kemudian basah, dan sedengan (ya semacam campuran antara agak kering tapi juga agak basah).

Di AM1 Borneo Drift Challenge 2015 ini ada 50 starter dan tentunya semua hal yang terjadi selama event ini (17-18/10) bener-bener bisa jadi tambahan ilmu dan pengalaman buat tim HTJRT untuk terus maju ke depan dan berjuang lagi. Dengan fasilitas yang oke punya paling nggak semua peserta bisa merasakan kepuasan mengikuti event luar negeri ini, selain itu acara lokal yang terbilang kecil ini bisa jadi tiruan untuk para penyelenggara selanjutnya, terutama Indonesia.

 

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect