HTJRT yang akhir-akhir ini sedang banyak menggeliat di dunia otomotif Indonesia tetap konsisten menurunkan tim slalom nya untuk seri penutup tahun 2015 ini di Purwokerto pada hari Sabtu 31 Oktober lalu.
Dengan formasi yang kurang lengkap (kurang AS Dewi) mereka siap turun dengan dua grup yang berbeda, penggerak depan dan belakang.
Sesuai pada janjinya, H. Candra secara perlahan akan turun di balap slalom kembali. Dan itu di tunjukkannya dengan turunnya dia di dua grup sekaligus.
Persiapan kali ini terlihat agak sedikit terlihat, terutama pada Colt T120SS milik Koh Petrus yang nantinya akan di gunakan oleh Adrian Septianto dan H. Candra. Perubahannya ada pada bagian suspense belakang yang system geraknya berubah total hasil karya Bengkel Idek (Wahyu Lamban).
Alhasil bagian belakang bisa ngegrip dengan baik, namun itu ternyata juga menjadi boomerang bagi pembalapnya yang masih belum terbiasa. Seperti Adrian terlihat beberapa kali melakukan kesalahan bermanuver melibas soal yang efeknya ke catatan waktu yang kurang baik.
Dan terbukti, dalam event kali ini Adrian gagal memperoleh piala dengan menggunakan T120SS itu. Begitu juga dengan H. Candra yang akhirnya mundur karena belum terbiasa dengan setir yang terlalu berat (pada pick up tidak ada power steering nya), yang di khawatirkan adalah terjadi cidera pada tangannya yang memang masih sering kumat pasca kecelakaan yang pernah dialaminya dulu.
Namun hal itu berbanding terbalik dengan Koh Petrus yang berhasil membawa piala di peringkat utama kelas D. Dan sebetulnya Koh Petrus berpeluang untuk membawa pulang piala di kelas FGRB.
Namun terjadi hal yang tidak di sengaja yang mengakibatkan mobil mati di saat race berjalan. Kunci kontak mobil tersenggol kaki hingga mengakibatkan mobil mati sebanyak 2 kali di Final FGRB.
Kesal? Pastinya..
Di grup penggerak depan, sama sekali tidak ada kendala dari sisi mobil. Bahkan mobil yang di khususkan untuk kelas F baru saja mengalami peremajaan dari segi mesin.
Alhasil pada kelas F di heat pertama Herdiko berhasil menjadi tercepat dan membawa HTJRT sempat menduduki posisi kedua sebagai juara team di heat pertama.
Namun bukan berarti di kelas A mereka loyo, bahkan di kelas ini HTJRT hampir semua pembalap berhasil masuk ke babak final, termasuk H. Candra yang juga turun di mobil penggerak depan ini.
Sayang, Eddy Sadikin yang merupakan salah satu yang di jagokan justru menjatuhkan cone di heat ke 2 dan catatan waktunya masih belum dapat masuk dalam 30 besar yang dapat masuk final kelas A.
Namun diluar kejadian itu semua, tim sama sekali tidak mengalami kendala berarti. Bahkan di final kelas A, sempat terjadi kejar-kejaran catatan waktu walau mereka satu tim. Reindy “botax” Riupassa sempat mencetak catatan waktu tercepat, namun setelah beberapa pembalap Herdiko berhasil memberikan catatan waktu tercepat, dan catatan waktu 46.312 miliknya ini bertahan hingga akhir final.
Sedangkan Mario Claudio pada seri ini tidak berhasil menunjukkan performa terbaiknya. Tapi yang jelas, dia sudah mencoba yang terbaik.
Walaupun tidak menjadi juara nasional, namun Herdiko berhasil membawa HTJRT menjadi juara seri kelas A dan ternyata setelah di akumulasi poin, Herdiko menduduki peringkat ke 3 Nasional di bawah James Sanger dan Demas Agil yang kali itu menjadi Juara Nasional dan berhak atas uang 5juta Rupiah.
Tapi disana memang sedikit terlihat strategi, terutama pada Adrian yang juga terlihat melambatkan laju mobilnya sebelum garis finish. Di tanya kenapa, ternyata itu adalah strategi agar dia tidak langsung masuk Seeded A, yang dimana berisikan para pembalap “tak tersingkirkan”.
Berbicara masalah Seeded, pada seri kali ini ada dua pembalap HTJRT yang berpeluang naik pangkat dan duduk di jajaran Seeded B. Yaitu Reindy Riupassa dan Adrian Septianto. Dan hasilnya terbukti mereka termasuk 5 besar juara pemula.
Lebih-lebih lagi Adrian Septianto yang sejak awal seri bermain sangat konsisten, terutama di grup penggerak belakang, berhasil menjadi Juara Nasional kelas FGRB dan berhak atas uang tunai sebesar Rp 15.500.000,- .
HTJRT pada final kali ini memang bertarung diatas rata-rata, pembalap dan tim mekanik sangat kompak. Semangat terus HTJRT.
JANGAN LUPA BAHAGIA!!


















