Dari sejak heat awal HTJRT bisa dibilang bermain di kisaran tim papan atas. Tim yang sangat kentara melakukan strategi ketat antara lain TTI, NFT, Jangkar Miring dan HTJRT sendiri, hal itu terlihat dari perolehan catatan waktu yang di peroleh sejak heat pertama. Herdiko pada kelas A sempat menjadi yang tercepat yang kemudian di block oleh Ricky Herdiana, kemudian Herdiko kembali menjadi yang tercepat dan bertahan hingga masuk babak Final di posisi tercepat.
Tidak itu saja, melalui Herdiko, Eddy Sadikin dan Mario Caludio HTJRT pun meraih Juara Team A dengan total catatan waktu 3:59.428. Namun hal itu tidak mudah mereka dapatkan, soal yang di buat oleh Genta Auto & Sport untuk setiap heat nya sangat sulit, karakternya banyak banget tikungan patah yang sangat menuntut kesabaran, ketelitian, pengaturan power mesin, ketepatan pengereman dll. Tidak sedikit peserta yang menjatuhkan cone, namun di babak penyisihan ini HTJRT bermain cantik sekali.
Kemudian di kelas F, para pemain HTJRT lebih bermain aman, yang penting masuk babak final dan hal itu terwujud. 3 pembalap HTJRT turun di kelas F masuk ke dalam babak final, walaupun sebetulnya kendaraan Honda Brio yang mereka gunakan memiliki karakter setir yang cukup berat.
Intinya selama babak penyisihan penggerak depan sama sekali tidak ada masalah, hingga masuklah mereka di babak final. Di kelas final kelas A, 2 pembalap HTJRT menerjang cone dengan baik yaitu Eddy Sadikin dan Pembalap yang di jagokan Herdiko. Sedangkan Reindy Riupassa masih kurang cepat dalam perolehan waktu namun Adrian Septianto dan Mario Claudio yang di babak penyisihan bermain tidak terlalu baik ini justru menyelamatkan HTJRT yang masing-masing memperoleh 8 dan 3. Wwoyoooww!!!
Sedangkan pada penggerak belakang saya rasa tidak perlu diragukan lagi. Mereka punya pembalap yang punya skill yang istimewa. Adrian Septianto yang sudah sejak seri pertama menjadi yang tercepat di FGRB mau tidak mau harus kembali manjadi tercepat di kelas ini. Dan dia pun juga menjadi yang tercepat di kelas D (pickup).
Di balik itu Koh Petrus yang sejak awal sudah membayang-bayangi Adrian ini justru bermain tak terkendali di babak final FGRB ditanya kenapa, ternyata Koh Petrus mengakui bahwa emosinya masih belum bisa terjaga dengan baik saat dia sedang panik. Alhasil dia hanya memperoleh peringkat 4 di kelas FGRB itu.
Begitu pula dengan Reindy Riupassa pada kelas penggerak belakang ini terlihat sedikit bernafsu terutama pada final FGRB alhasil dia tidak sengaja menjatuhkan cone yang membuat dia tergelincir ke posisi 10. Sayang banget sob..
Kemudian Dewi AS yang berhasil mengejutkan banyak orang dengan menjadi wanita yang mendaftar di kelas D. Yaa..dia satu satunya wanita yang mencoba melawan para pria dengan kendaraan pickup. Tapi sayang perjuangan terhenti karena catatan waktu yang di peroleh belum baik, begitu pula pada kelas A
berhasil menyikut tim papan atas dengan menjadi juara (setidaknya) 2 sebagai juara tim kelas A dan juara 2 tim kelas F. Mereka berhasil bermain rapi di seri 3 ini.
Secara keseluruhan HTJRT terus mengalami peningkatan dari sejak seri pertama kejurnas slalom yang di adalan atas support dari GT Radial ini.
Berikut piala yang di borong oleh HTJRT:
Juara 3 kelas Umum A Mario Claudio
Juara 1 kelas FGRB Adrian Septianto
Juara 1 dan 2 Pemula Adrian Septianto & Reindy Riupassa
Juara 2 kelas A1 Herdiko
Juara 1 kelas D (picup) Adrian Septianto
Juara 1 Team A
Juara 4 Team F
Juara 3 Wanita Dewi AS








