HTJRT harusnya berbangga hati, sebagai tuan rumah kejurnas Slalom seri 4 (Indonesia Night City Slalom) yang diselenggarakan atas kerja sama beberapa pihak bersama GT Radial ini akhirnya HTJRT bisa unjuk gigi.
Salah satu target utamanya adalah mengejar Juara Nasional Pemula-pun tercapai. dengan menjadikan Adrian Septianto dan Reindy Riupassa juara 1 dan 2 di seri ini.
Kemudian ada Herdiko yang mendapat juara 3 umum A yang mengalahkan tim-tim besar lainnya, sedangkan Mario Claudio mendapat posisi ke 7 dan Eddy “sadis” Sadikin di posisi 16.
Sedangkan pada kelas A1 Adrian Septianto yang masih duduk di kategori pemula berhasil mendapat podium ke 3 yang juara 1 ada Valentino dan James Sanger yang di kategori Seeded A.
Pada FGRB ada masih ada Adrian Septianto yang mendapat podium 2, yang sebenarnya dia sendiri sangat tidak puas dengan hasil dia capai. Dari perolehan poin yang dia dapat sudah dapat dipastikan Adrian Septianto menjadi Juara Nasional FGRB untuk tahun 2015 karena poin yang dia dapat sudah tidak mungkin di kejar oleh pesaing lainnya.
Apakah ada kendala? Jelas ada, kalau dilihat dari kendaraan semua relatif sama dan dapat berkompetisi dengan baik, walau sebenarnya masih ada beberapa hal yang dapat dimaksimalkan lagi. Namun tenang saja untuk seri berikutnya H. Candra sudah siap untuk mendevelope mobil untuk menjadi lebih baik.
Namun seperti yang diakui oleh Eddy Sadikin “permasalahan utama ada pada kita-kita para driver-nya, entah kenapa sering banget melakukan kesalahan, tapi yang jelas kita bakal pol-polan”
Namun masalah lainnya adalah lintasan yang dibuat tidak semudah yang ada di gambar, terlihat disana ada soal putaran yang hampir menyerupai setengah lingkaran, di beberapa mobil malah justru understeer jadi disana adalah tempat yang benar-benar sering terjadi pembuangan waktu.
Itu kalau untuk penggerak depan, justru bakal terjadi hal kebalikannya saat menggunakan penggerak belakang (oversteer). Seperti yang diakui Koh Petrus yang seri ini tidak dapat menyumbangkan piala, dia sering ragu-ragu dalam melakukan tikungan saat di soal bagian itu. Yang dia khawatirkan bila terlalu nekat mobil bakal tak terkendali.
Di balik itu semua, H. Candra yang sengaja meluangkan waktunya seharian penuh menemani tim dan crew hingga memberikan semangat kepada para pembalapnya sudah cukup bahagia dengan hasil yang di peroleh pada seri ini, terutama HTJRT yang meduduki peringkat ke 2 dalam Kejuaraan Nasional Team A.
Untuk kedepannya H. Candra yang juga sedang menggembleng adik kandungnya, Yuqi untuk menjadi seorang peslalom sedikit memberi bocoran untuk tahun depan yang intinya adalah dia akan kembali turun slalom namun di grup penggerak belakang. Kalau begitu untuk tahun depan HTJRT sudah dipastikan akan tetap eksis di dunia pertarungan Slalom Nasional.
SALAM BAHAGIA!!!















