Setelah memilih mobil Bulzai atau yang lebih akrab dipanggil Zai, ia menawarkan untuk membawa mobil ke tempat spooring untuk pengecekan, saya pun menjawab tidak perlu karena waktu yang tidak cukup dan budget yang sangat tipis, saya pun meminjam mobil VAN Zai untuk mengisi jirigen bensin, mengankut velg dan keperluan lainya yang bakal gue pinjem.

Setelah selesai dengan semua persiapan gue pun pergi ke Melaka untuk melihat-lihat track disaya terlihat Tim besar dari Indonesia HGMP sedang serius melakukan latihan, merasa minder dengan semua persiapan mereka dan jumlah ban yang mereka punyai serta kendaraan yang sangat powerfull, gue cuma bisa ngelihat mereka latihan saja.

Dimalam harinya saat akan pulang ke Kuala Lumpur gue berpamitan dengan Along, pembalap Malaysia yang bergabung dengan HGMP, Sambil bercerita tentang keadaan mobilnya diapun langsung meminta tolong kepada gue untuk memperbaiki kendaraanya, imbalannya gue dikasih ban 6pcs.

Gue langsung berfikir dengan karakter track yang high speed ini pasti bakal ngabisin stock ban banyak. Sedangkan gue cuman nyetok ban 4 biji aja. Jadi penawaran itu sepertinya menarik, gue langsung menerima pekerjaan itu. Semua itu selesai sekitar Pukul 01.00 AM. Yup, dini hari dan sudah berganti hari lalu pulang ke Kuala lumpur untuk mengambil perlengkapan lainya.
Hari Sabtu 18 Maret 2017, pukul 6 pagi yang dimana gue baru tidur 3 jam harus kembali ke Melaka menggunakan van yang saya pinjam. Nyupir sendiri lagi, yah kira-kira 2 jam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Melaka.
Sesampainya disana gue langsung melihat pit yang bakal gue pakai dan sambil menunggu pengiriman ban dan juga mobil. Tapi ternyata gue mendapat kabar bahwa terjadi miskomunikasi bahwa mobil yang akan di pakai harusnya dikirim pada pengiriman pertama, namun salah menjadi menjadi pengiriman kedua. Dalam hati gue sudah hopeless, sudah enggak bakal sempat untuk masuk sesi latihan, dan hari pun sudah semakin siang.

Ban dari Kedah sudah sampai, gue langsung bergerak untuk memasang ban ke velg ke bengkel ban terdekat, setelah selesai memasang ban ke velg gue pun masih menunggu mobil yang enggak kunjung datang juga.


Dari pada gue stress nungguin mobil sambil gak ada kerjaan, akhirnya gue mencari kesibukan menanya kan ke pit sebelah apakah ada yang bisa di bantu. Yah itung-itungan barter dengan makan siang, karena duit duit gue yang tinggal 150RM itu.

Entah mereka merasa iba atau memang perlu bantuan pit kanan kiri pun gue bantu, dari ganti gardan, ganti kopling, cek internal gearbox dll.

Pukul sudah menunjukan 16.45 akhirnya mobil sampai tetapi sesi latihan akan selesai pukul 17.00. Enggak pakai lama gue langsung menurunin mobil, pakai helm dan meminta ijin marsal untuk mencoba track 1 kali saja. Kenapa pake ijin? Karena gue belum sempat melakukan scrut.
Pada saat menjalankan mobil ternyata rem depan tidak berfungsi. Yup, sama sekali tidak berfungsi. Dalam hati gue “ini kenapa nasip gue gini-gini amat yak..” hahaha. Tapi gue berfikir, untuk drifting rem depan jarang di gunakan, gue pun langsung gas ke startingline memakai helm dan seat belt, dan akhirnya gue bisa ngerasain track Melaka yang panjang banget itu walaupun baru 1 lap bandingkan dengan tim yang lainnya yang seharian penuh bisa nyobain track ini.

Hari Minggu-nya, “THE RACE DAY” ini pastinya hari yang gue tunggu-tunggu, tapi sebenernya agak enggak yakin sama performa gue yang belum tau karakter lintasan sama karakter mobil. Eehh..taunya panitia memberikan tambahan morning practice sebelum masuk babak qualifikasi. Oke, hal pertama yang gue lakukan adalah menghitung berapa ban yang bakal gue pakai latihan dan main event.
Gue turun di 2 kelas sekaligus (bwahahaha.. maruk..), kelas pro2 (kalo di Indonesia rookie) dan kelas Pro. Jadi selain ban yang harus gue pikirin ada bensin yang harus gue irit-irit, hasilnya gue membatasi 4 kali run untuk Pro dan 2 kali run Pro2 untuk latihan. Jelas enggak sempurna, tapi gue rasa gue sudah ada gambaran tentang karakteristik mobilnya.

Belum juga duduk manis, ternyata langsung masuk babak qualifikasi Pro. Balik ke paddock, ganti ban (inget ya.. ini gue ganti ban sendiri) dan langsung masuk ke antrian qualifikasi. Setelah qualifikasi Pro, gue langsung ambil mobil van (pinjeman) masukin ban-ban yang sudah botak dan menuju bengkel ban terdekat untuk mengganti yang baru.

Enggak pake duduk santai, setelah mengganti ban dan kembali ke track hasil qualifikasi langsung keluar dan di kelas Pro2 gue di posisi 2 dan Pro gue di posisi 9 yang artinya target gue masuk top 10 qualifier sudah tercapai. Ada jeda 15 menit (nyempetin minum dan ngecek mobil-mobil lagi) sebelum masuk ke race Pro2.

Race demi race terlewati di Pro2 hingga masuk babak final perebutan juara pertama dan kedua, dengan kondisi fisik yang semakin drop akibat harus menyiapkan ban baru setiap kali run, di babak final ini gue bermain tidak telalu ngotot karena mau kalah pun sudah juara 2 artinya nothing to lose. Alhasil di babak final gue bermain sangat jelek sekali dan memberikan kemenangan kepada Wilson pembalap dari Malaysia.

Ternyata begitu selesai babak final Pro2, marshal langsung menujuk Gue siap-siap ke startingline kelas Pro (e..buset..gak boleh banget yak gue istirahat). Ya sudahlah, tanpa buang waktu gue langsung ke pit area, dongkrak, ganti ban semuanya dan enggak pake lama.
Begitu selesai dan cuma sempet minum 1 gelas dan langsung antri di starting line, pandangan sudah mulai kabur, fisik yang semakin tidak kuat alhasil pada saat babak best 16, leading run gue berhasi meninggalkan lawan tetapi ada koreksi pada saat masuk finsih line. Karena sudah tidak bisa berfikir harusnya di chase run gue bermain santai saja karena GAP diawal sudah sangat jauh, tetapi gue malah push lebih lagi!! Hasilnya….. gue lupa kalau mobil lawan lebih pelan dari mobil gue dan di saat yang bersamaan dia pun melakukan major corection membuat gue gak bisa menghindar dan body contact pun terjadi membuat juri memutuskan OMT (One More Time).

Gue langsung mengecek kondisi roda depan kanan melihan velg sudah peyang, dan tie rod yang suda sedikit bengkok. Setelah mencoba jalan power steering pun terasa berat entah itu rusak atau tangan gue yang udah lemes.

Lanjut ke OMT kondisi sudah tidak bisa fight lagi, akhirnya gue harus melepaskan 16 besar ini dengan kekalahan. Ada rasa penyesalan “kenapa gue harus kalah dengan lawan yang tidak begitu kuat”, tetapi apa daya karena ternyata fisik yang di hajar habis-habisan yang membuat gue enggak bisa fokus.

Tapi ini pelajaran buat gue, kalau pengen tanding di kelas yang profesional, mungkin harus merubah kebiasaan gue yan suka one man show, untuk kompetisi profesional mungkin sebaiknya gue akan bawa minimal 1 crew untuk bantu-bantu pekerjaan.

Well dapat podium ke 2 di kelas pro2 sudah lah cukup walaupun saya yakin masih bisa fight di kelas profesional.

Well setelah podium, gue pun langsung beres-beres barang dan mulai proses logistik pemulangan barang dan mobil, semua selesai hingga pukul 03.00 pagi tidak pakai nginap di hotel langsung ke bandara untuk flight pulang.
Haahh…. itulah balapan internasional dengan modal dengkul pertama gue, keras.. tapi seru.. tapi enggak lagi..lagi deh.. hahaha…

