Seri 5 dari Indonesia Night City Slalom (NICS) telah berjalan dengan lancar, walau peserta tidak seramai seri-seri terdahulu namun tetap menghadirkan berbagai macam ketegangan di setiap heat-nya yang di sajikan oleh peslalom nasional Indonesia.
Tidak terkecuali yang disajikan oleh Hercules Intersport Troupe Slalom (HITS) terhadap soal yang cukup tricky dengan batas lintasan ber-separator dengan lebar 12m dan panjang 110m. Track ini tergolong sangat kecil dibanding lintasan-lintasan slalom lainnya. Namun HITS berhasil melampaui batas-batas tersebut.
Tim yang berpusat di Semarang ini tergolong tim dengan intensitas latihan yang minim. Bagaimana tidak, Anggana, Ananta OHP dan Dika CH yang tinggal di Jakarta dan memiliki kesibukan cukup padat membuat mereka sulit untuk menyambangi Semarang untuk berlatih.

Namun batasan itu ternyata bukan hambatan mereka untuk meng”goyang” persaingan tim-tim papan atas. Terbukti Anggana OHP sempat menyandang catatan waktu tercepat pada heat pertama kelas A dan Dika CH di urutan ketiga.
Dengan karakter soal yang dibuat oleh Genta sebagai RC, lintasan ini menjadi sangat tricky, Ananta, Anggana, Addyek, Bayu sempat dibuat bingung di heat ke 2 yang hasilnya catatan waktu mereka terjun bebas, bahkan Auddy sempat salah soal di heat pertama.

Selain permasalahan soal yang cukup rumit, mobil di kelas A sempat membuat masalah, yaitu rem belakang nyangkut yang membuat Oldy tidak dapat memacu mobilnya dengan baik di heat pertama. Sedangkan hal itu terjadi kembali pada Dika CH di heat kedua yang membuat dia terlambat macu kendaraan saat start.

Namun pada babak final mereka terlihat bertarung habis-habisan. Hal itu ditunjukkan oleh Dika CH yang berhasil memperoleh posisi pertama pada Final kelas A. Pertarungan cukup menegangkan dimana Satria Wiharyoga berhasil menancapkan catatan waktu yang cukup baik di permulaan Final A ini. Sempat bertahan cukup lama hingga akhirnya catatan waktu terbaik di perbaiki oleh Anjasara, Bernard dan Herdiko. Dan akhirnya Dika CH yang start di urutan empat terakhir berhasil mencatatkan waktu fantastis di 41.623 detik.
Sedangkan Oldy yang targetnya mengincar pertarungan di Seeded B bermain cukup baik, terlihat di heat kedua menjadi tercepat diantara teman-teman satu tim nya. Dengan berbekal latihan yang cuma satu kali di Sentul beberapa waktu sebelumnya, Oldy berhasil memposisikan diri di peringkat ke dua pada seeded B kejuaraan ini dibawah Reindy Riupassa.
Kemudian Ananta OHP memang terlihat kurang percaya diri pada balapan kali ini. Sebab dia mengakui dia belum bisa mempelajari karakter mobil dengan baik. Alhasil catatan waktunya belum dapat maksimal. Lebih-lebih Ananta sempat salah melakukan maneuver pada final kelas A yang membuat dia harus oper gigi mundur.
Auddy dan Addyek sang kakak beradik ini juga bermain cukup maksimal, terutama sang adik, Addyek berhasil melampau catatan waktu total Auddy di kelas A. Secara overall di kelas pemula kakak adik ini berhasil bertengger di posisi 2 & 3 di bawah Satria Wiharyoga. Dengan posisi itu, masih sangat memungkinkan mereka merebut posisi 1 untuk 2 seri tersisa.
Tidak sampai situ saja, HITS memberikan kejutan pada seri ini dengan hadirnya peslalom senior yang tidak lain adalah Didi Hardianto dan Vitto, Ayah dan adik dari Alinka Hardianti dan masih memiliki hubungan keluarga dengan Dika CH, Anggana dan Ananta OHP, yang akan turun di sisa seri kejurnas slalom ini.
Dengan keberhasilan Hercules Intersport Troupe Slalom (HITS) ini menjadikan mereka duduk diposisi kedua kejuaran tim kelas A dan kelas F. Dan lebih dari itu, janji mereka sejak awal berdirinya tim inipun tercapai. Yaitu meng”goyang” posisi klasemen tim-tim papan atas yang terlihat bertengger manis posisi atas.
Jadi berhati-hatilah dengan tim yang akan nge”HITS” ini sebentar lagi.
Bonus Images:


