Indonesia extreme Offroad Racing seri 4 yang diselenggarakan oleh SMN beserta penggagasnya kali ini dilaksanakan di Tuban, Jawa Timur. Event ini langsung menyita perhatian warga sekitar, bagaimana tidak, event speed offroad yang didalamnya terdapat 83 peserta dengan mobil-mobil offroad terbaik Indonesia ini dilangsungkan diatas tanah merah seluas 4 Hektar yang terletak dipinggir jalur utama menuju kabupaten Tuban.
Debu menjadi rintangan utama
Sejak shake down (latihan) pada hari jumat, para offroader sudah menyadari kalau nantinya debu menjadi tantangan terberat. Perkiraan itu ternyata benar, setiap para offroader melakukan start, debu langungsung bertebaran. Mungkin debu tidak terlalu berarti bagi pembalap yang dapat melesat terlebih dahulu, akan sangat mengganggu bagi peserta yang berada diposisi belakang.
Mereka akan mentah-mentah terkena debu mobil lawan yang ada didepan. Seperti yang dialami oleh H. Samsudin (H. Sam) dari tim Jhonlin Racing Team sekaligus pemilik Jhonlin Group yang sempat berada di belakang Cherokee TB. Adhi dari HRVRT. H. Sam sempat sedikit kewalahan mengedalikan mobil tubular bermesin 2JZ-nya karena lintasan tertutupi debu lebat dari TB. Adhi. Dan begitu pula dengan beberapa pembalap lainnya yang sempat di posisi ke dua.
H. Sam tidak meraih poin maksimal di speed offroad kali ini.
Atraksi dari mobil tubular bermesin 2JZ milik H. Sam adalah salah satu yang sangat ditunggu-tunggu dari para pecinta speed offroad. Mobil yang dirancang dan dibangun oleh para engineer Amerika ini memang merupakan pesanan khusus dari H. Samsudin untuk menjadi tunggangannya di setiap event Indonesia extreme Offroad Racing dari SMN ini.
Mobil yang suara mesinnya sudah mendekati suara mesin jet ini memang tiada duanya kalau masalah kecepatan. Tapi, di Indonesia extreme Offroad Racing kali ini beliau tidak dapat membejeg maksimal mobilnya. Di SS 1 H. Sam harus berhenti ditengah lintasan karena mesin tiba-tiba mati. Kemudian di SS 2 mobil itu terlihat baik-baik saja saat start sampai setengah perjalanan, kemudian tiba-tiba TB. Adhi yang saat itu lawan tandemnya bisa meninggalkan H. Sam. Ternyata di sepanjang lintasan mobil itu sempat dua kali mati mesin.
Ternyata setelah diperiksa, gear box sequential mobil yang ditaksir berharga 4M ini jebol. Dan spare part nya hanya ada di Solo. Dan seketika itu juga, mereka mencari orang yang dapat mengantar part itu. Akhirnya gear box itu sampai di Tuban pukul 5 pagi dan H. Sam dapat melanjutkan SS 3 dan SS 4 pada hari minggunya dengan lancar. Tapi H. Sam masih tetap belum berhasil mengejar ketinggalan waktunya.
Demas melaju percaya diri dengan suspensi baru
Sejak SS pertama Demas sudah sangat percaya diri dengan Suzuki Escude bermesin SR20 nya. Pasalnya mobl yang belum sempat membawa Demas naik podium ini sudah dipersenjatai dengan suspensi baru.
Selama ini Demas memang mengeluhkan tentang suspensi yang apabila turun tanah selalu mengalami penurunan kualitas di setiap SS nya. Alhasil setelah penggantian suspensi ini Demas langsung mencatatkan waktu terbaik di kelasnya di setiap SS. Tapi dibalik itu semua Demas sempat mengeluh dengan suspensi itu yang akhirnya terjawab di SS 4 dengan patahnya dudukan shock breaker menjelang garis finish.
Demas yang berhasil masuk ke best overall harus memperbaiki mobilnya untuk tetap bisa turun di dua SS yang di khususkan bagi pembalap yang mencatatkan waktu terbaik di kelasnya.
Setelah diperbaiki dan melaju di SS 5 permasalah itu kembali lagi sesaat setelah menyentuh garis finis. Alhasil Demas langsung memutuskan untuk keluar lintasan dan kembali ke paddock.
Walaupun gagal di best overall, Demas tetap berhasil menjadi juara utama di kelas FFA 2. Selamat!!
HRVRT belum mengeluarkan seluruh kemampuannya.
HRVRT yang hingga akhir perlombaan meraih poin tertinggi dikelasnya ternyata belum mengeluarkan seluruh kemampuannya.
TB. Adhi sang juara nasional speed offroad tahun lalu yang memeperkuat kubu HRVRT mengatakan “kami tidak berani all out di event ini, karena kita harus menjaga kondisi mobil untuk kejurnas minggu depan”. Kemudian H. Rihan sang pemilik yang juga ikut turun dikejuaraan ini berpendapat lintasan ini menyenangkan meskipun debu menjadi halangan utama.
Kemudian saat ditanya perasaannya waktu harus melawan H. Sam, TB. Adhi mengatakan “beliau layak untuk menang, kita memang berusaha sebaik mungkin, tapi memang sulit untuk dapat menyaingin mobil dengan spec seperti itu. Kemarin kita cuma beruntung bisa mendahului karena mobil mereka trouble”.
Alhasil, masing-masing TB. Adhi dan H. Rihan meraih posisi pertama dikelas FFA 3 dan kelas C.6.1 Dan saat mereka masuk best overall meraih posisi 5 dan 1. Salute untuk HRVRT, mereka memiliki pembalap hebat!!
Rifat Sungkar gagal gas poll.
Rifat dengan Mitsubishi Pajero yang tergabung dalam Pertamina Fastron Offroad Team sejak awal berniat pol-polan dalam Indonesia extreme Offroad Racing seri 4 kali ini, tapi apa mau dikata, keberuntungan belum berpihak padanya.
Di SS 2 dan SS 3 Rifat mengalami permasalahan pada kelistrikan mobilnya. “kita seumur-umur ikut balapan belum pernah ngalamin ini, gak tau deh, liat nanti” ucapnya santai. Akhirnya Rifat hanya berhasil menduduki peringkat 5 dan dengan catatan waktunya Rifat untuk kali ini belum dapat masuk dalam best overall yang biasanya menjadi langganannya.
CVT jebol Wahyu Lamban kesal
Wahyu Lamban yang pada ajang speed offroad ini membawa nama Astri Mining Offroad Team tidak bisa berkutat banyak. Sejak SS 1 dia mengalami permasalah pada CVT mobil UTV Polaris-nya yang mengakibatkan mobil tidak dapat melaju maksimal.
“saya kesal mas, kita sampai SS 3 tidak bisa keluar dari masalah ini” tutur Wahyu kesal. Dan akhirnya karena stock belt CVT habis Wahyu tidak dapat melanjutkan perlombaan hingga SS 4.
Memang diakui oleh Wahyu, UTV ini baru saja ditambah perangkat turbo. Tapi hal ini malah menjadi bumerang baginya. CVT mobil ini belum sanggup menahan tenaga sebesar itu. Wahyu Lambang yang minggu lalu berhasil menjadi juara nasional Indonesia eXtreme Offroad 4×4 Team menambahkan kalau untuk tahun ini tim mereka memang masih dalam tahap research, dan harapannya mereka akan siap 100% di event-event 2015 mendatang.
















