Indonesia Night City Slalom seri 2 Yogyakarta jauh dari kata garing. Soal yang dipersiapkan oleh Genta Auto & Sport ini memang memberikan warna baru bagi para peslalomnya.

Entah apa yang di pikirkan om Dadang sang creator soal ini, namun yang jelas mulai dari tikungan menjepit hingga high speed ada dalam satu soal. Tidak tanggung-tanggung, soal high speed mengharuskan para peserta untuk mengganti gigi ke dua.
Tidak seperti seri-seri slalom yang lalu-lalu dimana para peserta masih bermain aman pada heat awal. Untuk seri kali ini mereka sudah mulai mengatur strategi sejak awal.

Memang diakui beberapa peslalom kalau mereka masih menggunakan 50%-60% kemampuan mereka namun, strategi penempatan waktu sangat terlihat. Dimana mereka berusaha menempatkan waktu agar nanti di final bisa saling back-up dalam satu team.

Tim yang sangat menonjol masih sesuai dugaan, yaitu NFT, TTI dan HTJRT.
Namun dibalik itu sebetulnya mereka memiliki masalah dimasing-masing kendaraan. Yang kebanyakan permasalah ada pada system suspensi.

Diakui Toto Michdar, bahwa suspensi pada mobil NFT sedang dalam kondisi kurang prima, namun untuk kali ini tim ini diperkuat oleh Bernard Yuono yang nyata-nyata berhasil memperkuat tim di kelas A yang posisi 1 hingga 3 dikuasai oleh NFT.

Sedangkan HTJRT hingga sore ini sudah resmi mendapatkan catatan waktu terbaik untuk kejuaraan tim kelas A walaupun mobil mereka mengalami masalah pada down pipe yang mengakibatkan kurangnya power. “setingan suspensi aja belum ketemu” ujar Arche yang merupakan kepala mekanik sekaligus Manager tim HTJRT.

Tapi memang agak sedikit berbeda dengan TTI yang sudah mengakui keteterang dengan lintasan ini. “kita jelas kalah power kalau bagian high speed-nya untuk kelas A” ujar Dimitri Fitra, Manager Lapangan TTI. Namun tim yang di support penuh menggunakan ban GT Radial ini bakal tetap fight dikelas F.

Penasaran? Tunggu berita selanjutnya di Fastnlow.net tentang hasil akhir seri 2 Indonesia Night City Slalom yang di sponsori oleh GT Radial dan Evalube Helios.

