Usai sudah Indonesia Night City Slalom putaran 3 yang diselenggarakan di kota Solo, Jawa Tengah. Support yang di berikan habis-habisan oleh GT Radial dan Toyota ini membawa Genta Auto & Sport sebagai promotor berhasil membuat setiap event-event slalom yang terselenggara menjadi event yang penuh kejutan dan yang pasti penuh keseruan.
Event yang berhasil menarik perhatian 205 peserta ini berjalan sejak pukul 10 pagi hingga pukul 10 malam. Bagi Fast N’ Low crew event kali ini adalah yang paling seru dibanding seri-seri sebelumnya pada musim ini. Bukan masalah jumlah peserta atau keramaian penontonnya. Namun lebih dari segi soal yang di ciptakan oleh Racing Committee Genta.
Soal yang dia buat sangat tricky, penuh tikungan tajam dan butuh pengaturan power mobil untuk dapat melakukan pengambilan tikungan. Memang kalau kami lihat soal seperti ini sangat menguntungkan bagi kendaraan-kendaraan kecil yang lincah.
Namun disinilah kesulitannya, disinilah jam terbang berbicara. Memang banyak dari peserta yang berjatuhan karena mereka banyak menjatuhkan cone yang berarti tambahan penalty 5 detik dari setiap waktu yang mereka peroleh.
Disana ada yang bermain aman, asal masuk final ada pula yang langsung bantai habis dari sejak heat pertama, seperti yang dilakukan Herdiko dari HTJRT.
Dari soal yang tricky, cone yang berjatuhan muncul lah beberapa kejadian yang mengejutkan. Seperti yang terjadi pada Demas Agil dari NFT dan Valentino dari Jangkar miring. Demas yang melakukan kesalahan dalam menikung yang mengakibatkan catatan waktunya yang jelek sedangkan Valentino yang mendapat waktu tercepat namun menjatuhkan cone. Namun begitu mereka masih dapat bermain di babak final.
Secara logika mereka sudah tidak ada kesempatan untuk masuk final, karena catatan waktu mereka yang sudah di posisi 50 keatas (masuk final diambil 30 besar). Namun ternyata banyak juga peserta yang menjatuhkan cone, dari hal itulah yang membuat Demas dan Valent berkesempatan masuk babak final.
Ada pula kejadian Anjasara Wahyu dari TTI yang di babak final tiba-tiba lupa soal saat akan memasuki garis start. Namun ternyata dia membawa contekan di saku celananya yang bisa di pelajari dengan cepat.
Ada juga kejutan lainnya yaitu untuk pertama kalinya ada seorang pembalap wanita turun di kelas pickup, yaitu Dewi AS dari HTJRT yang sejak beberapa bulan lalu sudah meneguhkan dirinya untuk mulai berhijab. Wanita berhijab turun slalom naik pickup, OK.. itu keren!!
Dan tentunya banyak sekali hal keren yang terjadi di event kali ini. Secara keseluruhan lomba yang di pimpin oleh Vito Siagian ini berjalan dengan sangat lancar, walaupun sebetulnya terlihat ada beberapa kebijakan muncul secara tiba-tiba (terutama untuk grup gerak belakang) yang membuat beberapa peserta menjadi sedikit bingung. Namun hal itu bisa di maklumi karena banyaknya jumlah peserta dan keterbatasan waktu yang di sediakan oleh beberapa pihak terkait perijinan event.
Doa kami semoga kedepannya event-event yang diadakan dan di support oleh GT Radial bakal lebih baik lagi.










