Tangerang – 24 September 2016, Memasuki putaran ke tujuh dari Intersport ‘Passion Race’ yang diadakan di Komplek Pemerintahan Tigaraksa – Tangerang, perebutan tiket untuk menuju Grand Final Slalom pada akhir musim makin memanas. Bahkan lintasan yang menjadi sedikit lebih licin akibat turunnya hujan pada sore hari, ternyata tidak memupuskan persaingan.
Bahkan para penonton yang memadati area Intersport ‘Passion Race’ juga seakan tidak menghiraukan rintik hujan. Terlebih saat Taxi Drift yang dilakukan Adrianza Yunial dan Danny Ferdito. Mereka seakan haus hiburan akan ajang otomotif.

Tigaraksa – Tanggerang sengaja dipilih karena pada tahun lalu menjadi saksi kesuksesan dari ajang Intersport. “Ini tahun kedua kami mengadakan ajang Intersport di Tigaraksa – Tangerang. Mengulang kesuksesan sudah pasti menjadi target utama tapi sebenarnya tahun ini lebih sukses dengan peserta mencapai 72 starter pada ajang slalom,” ungkap Septo Aji yang mewakiki pihak penyelenggara Intersport “Passion Race”.

Selain dapat menyaksikan Taxi Drift, penonton juga dapat langsung berinteraksi melalui Racing Simulator, Carera Digital Slot Car Racing hingga Car Contest. Khusus untuk Car Contest yang diikuti dari komunitas sekitar, pengunjung diajak dalam berpartisipasi dalam menentukan juara favorit.

Untuk hasil dari balap slalom Intersport ‘Passion Race’, juara di kelas Rookie FWD berhasil direbut oleh Aldhy Rais dengan waktu 22, 778 detik yang diperoleh dari run pertama. Podium kedua menjadi milik Alvito Anugrah Hardianto dan diikuti Dede Rezsa untuk peringkat ketiga. Sedangkan juara Rookie RWD jatuh ke tangan H. Osmon setelah mencatatkan waktu tercepat yaitu 25, 424 detik yang juga diperoleh dari run pertama. Fajar TEP pun harus puas diperingkat kedua dan dibuntuti oleh Rivaldy Pangarang.

Di kelas Pro RWD, Reindy Riupassa menjadi penguasanya dan berhasil mengantarkan dirinya merebut tiket grand final. Reindy mampu mencatatkan waktu 22,750 detik dari hasil run pertama. M. Irdam pun harus puas berada diperingkat kedua setelah mencatatkan waktu 23, 128 detik. juara ketiga pun menjadi milik rekan satu tim Palazzo dari M. Irdam, dengan waktu 23, 408 detik berhasil diraih Tomi Vier.

Hal menarik terjadi pada perebutan juara Pro FWD, Valentino Ratulangi dari HGMP mampu menjadi yang tercepat dan berhasil dilakukannya pada run kedua. Dirinya menjadi satu-satunya pembalap yang mampu merebut juara dengan catatan waktu 22,694 detik dan dilakukannya ketika hujan telah reda. Juara kedua dalam kelas Pro FWD menjadi milik Mario Claudio dan diikuti Anggana OHP.


Sayangnya dari seluruh peserta slalom yang berjumlah 72, tidak ada satu pun yang dapat menandingi catatan waktu dari ‘king’ Intersport ‘Passion Race’ yaitu Adrianza Yunial yang berhasil mencatatkan waktu 21, 728 detik.”Padahal saya berharap ada yang bisa mengalahkan catatan waktu saya karena jika ada yang berhasil berarti dapat menyatukan antara nyali dan teknik di lintasan yang cukup tricky ini,” ujar Adrianza Yunial.
Setelah menyaksikan balapan slalom, penonton pun diberikan suguhan dari aksi Gymkhana Show yang dilakukan Adrianza Yunial, Danny Ferdito dan Reza SS. Beragam aksi mendebarkan berhasil dilakukan oleh ketiganya sehingga riuh tepuk tangan selalu terdengar dari seluruh penonton yang memadati area pertunjukan. “Saya sengaja mengendarai mobil slalom dengan teknik drifting agar dapat dinikmati aksinya. Memang areanya terbatas tapi kami tetap memaksimalkan aksi agar dapat menghibur penonton,” ujar Adrianza Yunial.

Pendapat serupa pun diucapkan Danny Ferdito dan diajang kedua pada tahun ini yang diikuti dirinya menyatakan, “Saya sangat senang dengan antusias penonton jadi bisa memanaskan aksi kami. Semoga juga bibit baru motorsport karena tertarik dengan ajang Intersport ‘Passion Race’ ini.”

Puas dengan aksi mendebarkan dari para ‘king’, penonton pun juga dihibur dengan penampilan Pee Wee Gaskins, Killing Inside dan ditutup oleh Tipe-X.

