Connect with us

Event

Jogja Ultimate Offroad 2: Kejurda Beraroma Kejurnas

Sebagai cabang olahraga otomotif offroad yang Adventure Offroad memang salah satu yang paling maju. Terutama untuk daerah Jawa Tengah, Jogja dan sekitarnya, serta ditambah lagi mereka yang sangat haus akan lomba. Maka dari itu beberapa komunitas berinisiatif untuk mengadakan event, termasuk yang dilakukan club J-Adventure pada hari Sabtu s/d Minggu (12-13/12).

Jogja ultimate offroad 2 iof sencaki management jogjakarta 10

J-Adventure yang sekaligus merayakan ulang tahunnya ke 10 ini bersama beberapa rekan komunitas offroad berhasil menyelenggarakan event lanjutan dari Jogja Ultimate Offroad, yang saat ini memasuki episode ke 2. Sebagai pelaksana event dibawah dukungan dan pengawasan IOF yang menurunkan Asnan Andi Setiawan sebagai pemimpin lomba J-Adventure berhasil menarik para offroader-offroader berskala nasional.

Jogja ultimate offroad 2 iof sencaki management jogjakarta 3

Event yang berlangsung seminggu setelah IOF National Championship ini mendapat tanggapan yang sangat baik, walaupun ini hanya merupakan sebuah event/kejuaraan berkelas daerah (Kejurda) namun peserta berasal dari berbagai daerah, seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan juga Bali. Cukup luar biasa.

Jogja ultimate offroad 2 iof sencaki management jogjakarta 29

Memang cukup disayangkan acara ini tidak begitu terdengar ke sebagian besar masyarakat Jogja, karena memang publikasi yang dilakukan cukup minim, tapi dibalik itu acara ini berjalan lancar dan lebih dari itu peserta pun merasa puas atas lintasan yang sudah disiapkan oleh Cak Mendol sang master track.

Jogja ultimate offroad 2 iof sencaki management jogjakarta 6

Dalam event yang didukung oleh Dinas Pariwisata dan IMI Pengda DIY kali ini berhasil membuat 2 karakter lintasan yang diperlombakan yaitu lintasan Winching dan Non-Winching. Dalam lintasan non-winching terdiri dari kelas Upper 2500cc, Under 2500cc dan kelas 1000cc, sedangkan untuk winching hanya kelas FFA saja.

Jogja ultimate offroad 2 iof sencaki management jogjakarta 7

Dalam pemberian kelas ini ada beberapa orang yang berpendapat bahwa kelas non-winching seharusnya cukup 1 kelas saja, dimana hanya ada kelas 1000cc saja yang itu hanya untuk pemula. Sedangkan peserta diatas itu diharapkan bermain di kelas winching. Sebab tujuannya adalah untuk memperkenalkan dan menumbuhkan bibit-bibit baru adventure offroader yang harapannya dapat bermain di tingkat nasional. Namun pada kenyataannya sebagian besar peserta bermain di lintasan non-winching karena ketersediaan kelas terserbut.

Jogja ultimate offroad 2 iof sencaki management jogjakarta 2

Namun pernyataan tersebut ditanggapi oleh Agung (Diesel) Nugraha yang saat itu sebagai pengawas lomba, bahwa hal ini terjadi karena event ini berdekatan dengan IOF National Championship (dilaksanakan seminggu sebelumnya) yang para offroader banyak mengalami masalah pada kendaraannya yang akhirnya mencari aman dengan mendaftar di kejuaraan non-winching. Selain itu pula, perlu di ingat bahwa para offroader yang kebanyakan berasal dari sekitaran Jawa Tengah ini belum memiliki kendaraan yang memadai untuk bermain di kejuaraan non-winching.

Jogja ultimate offroad 2 iof sencaki management jogjakarta 5

Jogja Ultimate Offroad yang diadakan sebanyak 7 SCS untuk winching dan 4 SCS untuk non-winching dalam 2 hari ini memang memiliki tantangan tersendiri bagi para offroadernya. Terutama pada hari pertama yang langsung berhadapan dengan cuaca hujan yang otomatis membuat para offroader harus berjuang extra dengan karakter tanah yang cukup licin. Namun karakter tanah di daerah kaliurang, tepatnya di daerah Museum Gunung Merapi Dusun Banteng, Harjobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta ini termasuk bersahabat (tidak terlalu licin) disbanding tanah-tanah merah daerah Jawa Barat yang lebih susah ditaklukkan.

Jogja ultimate offroad 2 iof sencaki management jogjakarta 47

Acara 2 hari ini berakhir dengan kemenangan Said Adul Dloureng untuk lintasan winching, Handik Kiartarto untuk kelas Upper, Happy New Year untuk kelas 1000cc, dan akhir kata ditambahkan oleh ketua IOF Pengda DIY Inung Nurfajri bahwa acara ini berjalan sukses dan terima kasih kepada seluruh pihak yang berhasil menyukseskan acara ini.

IOF Safety Golden Rules

Dengan diadakannya event offroad yang berbasis IOF, otomatis yang berbicara adalah aturan/regulasi yang sudah dikeluarkan oleh IOF. Sesuai dengan keputusan Rakernas IOF beberapa minggu lalu tentang safety regulation, akhirnya tercipta regulasi bernama “Safety Golden Rules” yang berisi sbb:

  1. Persyaratan perlengkapan kendaraan :
  2. Menggunakan safety helmet dengan sistem pengunci “D-ring” yang memenuhi standarisasi D.O.T dan SNI.
  3. Membawa tabung pemadam kebakaran (APAR) dengan ukuran minimal 2 kilogram.
  4. Memasang Engine Cut-Off dan berfungsi dengan benar.
  5. Memasang Safety Bonnet Pin.
  6. Menggunakan Safety Belt 4 titik lebar 3 inch (khusus event ekspedisi 3 titik lebar 2 inch).
  7. Memasang plat base / top cover minimum 2mm plat besi atau 3mm plat alumunium dipasang tepat diatas kepala driver dan co-driver (khusus untuk kendaraan open cockpit).
  8. Kendaraan yang menempatkan radiator dibelakang, harus dilengkapi dengan bidang pemisah antara radiator dengan ruang kemudi. Pipa / selang radiator tidak boleh melalui ruang kemudi.
  9. BATTERY/ACCU wajib diberi penutup berbahan non konduktor pada bagian atas, dan harus berjarak minimum 50cm terhadap fuel pump dan fuel tank. BATTERY basah tidak boleh diruang kemudi
  • Ukuran ban minimum 27 inch maksimum 37 inch. Jenis ban bebas (Rantai ban, ban paku, ban Rally dan ban traktor dilarang) Keterangan ban traktor akan dilengkapi menunggu hasil data Litbang.
  • Mempersiapkan lampu penerangan minimal sama dengan standart manufacturing – 2 lampu terpasang dan berfungsi dengan baik dibagian depan dan belakang kendaraan.
  • Menggunakan gloves / sarung tangan bagi co-driver.
  • Kaca yang terbuat dari acrilic wajib dilapisi kaca film.
  • Memasang roll-bar atau roll-cage minimal 6 (enam) titik dengan ketentuan diameter Pilar “B” sebagai berikut :
    • Diameter minimum 38.1mm x 2.6mm (1.5″ x 0.102″) untuk kategori kendaraan yang tergolong dalam
      • Kelas 1
      • Kelas 2
    • Diameter minimum 44.0mm x 2.9mm (1.75″ x 0.114″) untuk kategori kendaraan yang tergolong dalam
      • Kelas 3
      • Kelas 4
    • Diwajibkan membuat 1 (satu) buah lubang (di bor) pada bagian kiri rollbar Pilar “B” berdiameter 5mm, dengan ketentuan posisi lubang berjarak antara 20 sampai 50 cm dari dasar rollbar dan diberikan tanda merah berbentuk panah mengarah pada lubang tersebut.
  1. Persyaratan Perlengkapan lintasan :
  2. Penggunaan pita merah sebagai pita tanda pembatas area penonton, jarak aman minimum 10 meter dari tepi lintasan.
  3. Menyediakan minimal 1 (satu) unit kendaraan Ambulance dan petugas medis.
  4. Menyediakan minimal 1 (satu) unit mobil Pemadam Kebakaran.
  5. Menyediakan Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) di area Start dan Finish.

Dan dalam event kali ini regulasi ini sudah mulai di kampanye kan. Tapi ternyata tidak mudah. Banyak yang cukup kaget dengan regulasi tersebut, bahkan banyak yang tidak siap akan itu, alhasil terjadi diskusi yang cukup alot antara panitia dan peserta terutama masalah kewajiban disetiap mobil harus memiliki peralatan P3K dan “D” ring untuk tali pengaman helm.   “itu butuh waktu mas” ujar bapak Inung, karena memang selama ini (terutama helem) masih berpatokan pada SNI. “Masih kita berikan dispensasi, namun kita akan terus memberikan pengarahan dan mengkampanyekan regulasi ini” tambah ketua IOF Pengda DIY ini.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect