Bagi Julian Johan atau yang akrab di panggil Jeje, seri kejuaraan speed offroad yang bertajuk Mitra Hino SMN Indonesia X-Offroad seri 3 ini merupakan suatu hal yang paling ditunggu-tunggu.
Pasalnya, sudah dari awal tahun ini Jeje mempersiapkan besutan barunya, yaitu sebuah Jeep Grand Grand Cherokee yang bisa dikatakan ini merupakan mobil Grand Cherokee pertama yang di oprek untuk beradu kecepatan di lintasan offroad.
Jeje sengaja mengejar penggarapan mobilnya demi mengikuti event kali ini. Bukan demi mengejar poin juara, melainkan untuk bisa mengetahui seberapa tangguh kah mobil yang dikerjakan dalam jangka waktu kurang dari 4 bulan ini. Jeje mengatakan “mobil ini belum ada yang menggunakan, jadi kita masih melakukan trial and error karena kita sama sekali belum mengetahui rumusan mobil ini”
Grand Cherokee atau Cherokee WJ ini baru selesai dikerjakan persis sehari sebelum kejuaraan (kamis) dan langsung di bawa ke Semarang. Jadi ban GT Radial Savero Comodo yang menempel di mobil itu baru perdana menyentuh tanah pada hari Jumat siang dan langsung di-bejeg untuk melakukan shakedown.
Ternyata pada saat shakedown itu, kopel gardan depan langsung rontok. Ternyata kopel bawaan Grand Cherokee yang sudah menggunakan sistem CV Join tidak terlalu cocok untuk digunakan pada medan se-extreem ini. Ok, 1 PR (Pekerjaan Rumah)
Karena kerusakan itu, akhirnya Jeje turun disetiap SS nya hanya menggunakan two wheel drive (penggerak roda 2). Untung selama 2 hari dilaksanakan kejuaraan speed offroad ini tidak terjadi hujan seperti hari Jumat saat badai terjadi. Tentunya kerja gardan belakang akan sangat berat sekali kalau akhirnya terjadi hujan.
Pada hari pertama berjalan cukup lancar, walaupun bemper depan sempat lepas dari tempat seharusnya. Tetapi menurut Jeje suspensi masih harus di-setting ulang lagi karena masih kurang opitimal.
Hari esoknya Adhi Sardjan atau lebih terkenal dipanggil Jureq (kepala mekanik) itu kembali mengatur ulang setting-an suspensi. Memang benar setting-an suspensi ramuan Jureq menghasilkan grip mobil yang lebih baik di SS2, tapi alhasil yang ban belakang kiri tidak kuat menahan grip yang bagus itu dan akhirnya baut-baut ban menjadi patah, ban pun entah pergi kemana. Jeje pun harus berhenti ditengah jalan dan tidak dapat melanjutkan sisa perlombaan hingga SS3.
Kesimpulan pada kejuaraan perdana speed offroad untuk Grand Cherokee ini adalah masih ada beberapa hal yang harus dibenahi. Jeje cukup puas atas hasil yang sudah dicapai atas mobil ini. Jeje memang mengharapkan hal-hal ini terjadi sekarang dari pada baru terjadi di seri berikutnya yang tentunya bakal mengganggu perolehan poin.
Harapan diseri berikutnya, semua PR yang sudah dikantongi sudah dapat tertangani dan tidak menjadi masalah di seri-seri selanjutnya.
Ok Je.. Selamat mengerjakan PR, kami tunggu kehabatab Grand Cherokee-nya di seri-seri berikutnya.











