Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Headline

Junior Johnson, Tokoh Legendaris NASCAR Tutup Usia

Junior Johnson, seorang pembalap stock-car yang karirnya membentang sepanjang sejarah mulai dari jaman oldskul hingga era modern serta dikenal sebagai mekanik yang inovatif dan pemilik tim balap telah meninggal dunia pada usia 88 tahun, tepatnya 20 Desember lalu. Kepergiannya dikonfirmasi oleh NASCAR yang diunggah melalui Twitter resminya.

Kesehatannya yang berangsur turun, memaksanya untuk dirawat di rumah sakit di awal minggu kemarin. Istrinya, Lisa, mengatakan kepada The New York Times bahwa Junior menderita penyakit Alzheimer, sebuah penyakit otak yang menghancurkan daya ingat dan fungsi mental.

Daytona 500, Daytona, FL, 1965.
Freddie Lorenzen (#28) runs wheel to wheel with Junior Johnson (#27).
CD#0777-3292-0755-13.

Junior pernah memenangkan 50 balapan di divisi teratas NASCAR dan di masa pensiunnya, Ia menjadi pemilik tim balap yang sukses mencetak pengemudi berprestasi dengan 132 kemenangan dan 6 kejuaraan. Dalam sepanjang karirnya, Junior kerap menyabet juara diantaranya menang putaran kedua Daytona 500 tahun 1960, ditambah dua kemenangan lagi di Great American Race sebagai pemilik mobil tahun 1969 dan 1977. Tak heran jika Ia dilantik dalam NASCAR Hall of Fame kelas perdana tahun 2010.

“Junior Johnson layak disebut ‘Last American Hero’. Dari awal karir sampai akhir hidupnya, Ia sepenuhnya mewujudkan semangat NASCAR. Penghormatan besar untuk karirnya yang luar biasa sebagai pengemudi dan pemilik tim, baik prestasi di trek maupun memperkenalkan Winston ke olahraga, beberapa orang telah berkontribusi pada keberhasilan NASCAR seperti halnya yang dilakukan Junior. Seluruh keluarga NASCAR sedih atas kehilangan raksasa sejati dari olahraga kami, dan kami turut berbelasungkawa yang terdalam kepada keluarga dan teman-teman Junior selama masa sulit ini,” tutur NASCAR Chairman and CEO, Jim France.

Terlahir tahun 1931 dengan nama lengkap Robert Glenn Johnson Jr, “Junior” nama panggilannya merupakan anak ke-4 dari 7 bersaudara. Mereka tinggal di Ronda, sebuah kota kecil di North Carolina yang tak jauh dari North Wilkesboro Speedway — salah satu trek NASCAR.

Bertani menjadi sumber kehidupan keluarganya, begitu pula produksi minuman keras ‘rumahan’ dengan bahan dasar hasil bumi (mungkin semacam minuman fermentasi). Kemudian Junior terlibat dalam kedua bisnis keluarga, tanpa ragu Ia mengasah ketrampilannya sebagai pengemudi dalam mendistribusikan wiski dengan mobilnya. Ibarat secepat kilat, skill mengemudi yang diasah selama bertahun-tahun, membuatnya selalu melaju dengan kecepatan tinggi melahap setiap kaki perbukitan di North Carolina. Lantas Ia mendapatkan reputasi sebagai pengemudi ulung yang sulit dikalahkan oleh pesaing bisnisnya.

Dari situlah Junior jago adu kecepatan bahkan Ia tidak pernah tertangkap sekalipun oleh pihak berwenang selama masa distribusi. Ia, kakak dan ayahnya sempat keluar masuk bui karena kasus wiski ilegal. Presiden Ronald Reagan memaafkannya pada 26 Desember 1986. “Itu hadiah Natal terbaik yang pernah saya dapatkan, ”kata Junior kepada Atlanta Journal-Constitution tahun 2007. Resep wiski tradisional yang turun temurun dari keluarganya kini dijual secara legal dengan label Midnight Moon.

Sementara itu, Junior balapan terakhir pada usia 35 tahun, dimana Ia mengakhiri karir sebagai pembalap justru di masa keemasannya.

“Balapan sudah lebih dari cukup bagi saya.” cetus Junior, selang masa pensiunnya pada November 1965. “Saya ingin menjelaskan bahwa saya pensiun bukan karena saya terlalu tua untuk mengemudi atau takut balapan berkecepatan tinggi. Saya telah mencapai semua hal yang saya harapkan sebagai pengemudi, kini saya ingin bersantai dan menikmati hidup, tetapi masih terhubung dengan olahraga dalam kapasitas pengawasan.”

Rencana Junior untuk bersantai tampaknya tidak pernah mencapai targetnya, Ia terikat selama tiga dekade sebagai pemilik tim NASCAR. Bahkan sebagai bos pun Ia tak enggan untuk turun tangan di pit-stop, entah mendongkrak atau memperbaiki mesin.

“Kami telah kehilangan salah satu perintis NASCAR sejati, inovator, kompetitor, pebisnis dan juga mekanik yang luar biasa. Secara pribadi, saya telah kehilangan salah satu teman tersayang. Kami akan merindukan Junior yang hebat, warisan dan kenangannya akan diingat selamanya, dilestarikan, dirayakan dan dihargai oleh NASCAR Hall of Fame. Begitu pula di hati penggemar balap di seluruh dunia,” tutur Winston Kelley, executive director of NASCAR Hall of Fame.

Comments

Bergabung dengan Team Baru, Gibran Semakin Menorehkan Prestasi

Karting

GR Yaris, Mobil Andalan Toyota Untuk Menangkan Ajang World Rally Championship Segera Hadir di Indonesia

Cars

Kembalinya Kejurnas Gokart di New Normal

Karting

Putaran Pertama ISSOM 2021 Hadirkan Rivalitas Dua Tim Pabrikan dan Sedikit Kejutan Lainnya.

Race event

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect