Pada kejuaraan X-Offroad Racing 2014 Seri Kedua, Rifat Sungkar yang sempat mengalami kendala pada mesinnya, masih tetap bisa mendapat hasil yang memuaskan. Hal ini menunjukkan kemampuan Rifat dalam mengendarai mobil Pajero Sport nya di track X-Offroad Racing 2014 Seri Kedua ini tak bisa diragukan. Padahal, track kali itu dikenal sebagai track yang tricky dan ekstrem karena banyaknya turunan curam serta kondisi tanah yang mudah beralur.
X-Offroad Racing 2014 Seri Kedua berlangsung dua hari yaitu pada tanggal 15-16 Maret 2014 di Kota Deltamas, Cikarang. Pada ajang bergengsi kali ini, diadakan 4 Special Stage (SS) dan pada masing-masing hari, berlangsung 2 SS.
Ajang bergengsi bagi para pelaku speed offroad kali ini penuh kejutan. Selain karena jumlah peserta yang membeludak yaitu sebanyak 168 peserta, track yang dibuat hanya dalam satu minggu penuh, ternyata ada cerita unik lain dibalik layar kompetisi salah satunya tentang Rifat Sungkar dan kendaraannya. Rifat Sungkar berhasil mendapat juara 2 pada kelas FFA 2 dan nomor 9 pada Best Overall. Selain tu, Rifat juga membawa timnya berada pada posisi dua dengan poinnya yang cukup tinggi.
Pada Fastnlow, Saat wawancara usai SS3 Rifat Sungkar bercerita bahwa seharusnya, mobilnya akan mengalami pergantian mesin sebelum melaju pada kejuaraan X-Offroad Racing 2014 seri dua ini. Namun, ternyata sparepart yang dibutuhkan belum datang. Hal ini membuat Rifat terpaksa balapan dengan mobil mesin mobil standar. “Jadi selama ini saya balapan dengan mobil yang 100% biasa digunakan untuk jalan-jalan, bukan yang untuk balapan,” ujar Rifat Sungkar.
Masalah pada mobilnya yang sempat terjadi sejak Shake Down pun sudah bisa diprediksi oleh Rifat Sungkar tapi tetap Rifat tidak menyangka bahwa masalah pada mobilnya akan separah itu. Permasalahan ada pada Injector bahan bakar dan setingan ECU yang mengakibatkan mesin sering mati-mati ditengah perlombaan. Untuk diketahui, pada tengah-tengah SS 3, mobil Rifat sempat berhenti dan berasap. “Itu totally electric problem jadi sudah jelas tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” tambah Rifat. Padahal, dengan kondisi mobil yang 100% adalah mobil standar, timnya sudah selalu melakukan reset kendaraan setiap balapan (SS) akan berlangsung.
“Untuk event ini, target saya adalah ikut, finish, enjoy. Itu aja,” kata Rifat, “Saya enggak bilang akan kalah. Masih ada satu SS lagi kok.”
Kemudian di tengah SS4, tidak disangka hujan deras mengguyur lintasan, hal itu cukup membuat para peserta kelimpungan. Mereka tidak sempat membuat pehitungan untuk tingkat keganasan lintasan hujan seperti ini. Ada yang sempat mengganti ban khusus lintasan lumpur, ada pula yang tidak sempat. Nah disinilah Rifat dengan pengalamannya bisa mengambil keputusan yang tepat, dan perkataan Rifat terbukti. Ia dapat naik podium dengan kondisi mobil yang seperti itu.
Congratulation Mas Rifat. Dan tetap buktikan kalau Indonesia Keren!!! Haha..




