BOGOR – Perjuangan Romy Tahrizi pembalap HY33 RJ Resource Patra Jasa Racing Team pada putaran keempat Kejurnas ITCR 1500 2022 harus puas dengan menempati podium ketiga di Kelas Rising Star.
Romy yang menggeber All New Honda City Hatchback dengan nomor 999 ini sejatinya berhasil menampilkan performa terbaiknya. Pertarungan ketat dengan para rivalnya, membuat pembalap yang juga seorang advokat ini harus memutar otak untuk menyerang pertahanan lawan.
Dimulai pada saat sesi pengambilan waktu Kejurnas ITCR 1500 2022, Romy, merasa pada kesempatan tersebut agak rancu. Kualifikasi yang dilangsungkan ternyata hanya mengambil sistem hot lap, di mana pembalap hanya diberikan satu kali kesempatan untuk mendapatkan waktu terbaiknya.
“Saat qualify agak crowded karena hujan, jadi regulasinya agak rancu. Ternyata ada hotlap tapi banyak pembalap pada masuk 2-3 lap tapi ternyata cuma diambil 1 lap pas hujan. Pas lap kedua, catatan waktunya didelete dan hanya diambil pas lap pertama,” buka Romy, saat berbincang dengan FastnLow.

Romy Tahrizi berjibaku dengan para pesaingnya di atas lintasan
Lantaran hasil kualifikasi yang sedikit mengecewakan, alhasil Romy harus puas memulai balapan dari posisi kedelapan secara overall dan posisi kedua untuk Kelas Rising Star.
Saat memulai balapan Kejurnas ITCR 1500 2022, Racing Commitee harus menjalankannya dengan sistem rolling start. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi pergolakan saat start serta mengakomodasi semua pembalap agar dapat melakukan start dengan sangat baik.
“Terus racenya tadi juga, pertama rolling start ada safety car. Jadi engga terlalu crowded-lah mungkin biar engga tubruk-tubrukan segala macem. Terus tapi di tengah tengah race, pertama startnya bagus cuma masih ketahan sama David, kayaknya karena pace-nya kurang bagus tapi enggak mau ngasih jalan,” tambah Romy.

Romy Tahrizi pembalap HY33 RJ Resource Patra Jasa Racing Team
Selama balapan berlangsung, Romy, terus menjaga pace agar bisa meninggalkan Sendy Setiawan di belakangnya. Berkat perhitungan yang matang, akhirnya ia bisa melampaui David dan sukses keluar dari traffic race yang begitu padat.
“Pas finish saya fight sama Sendy. Di lap terakhir, pas di S besar, saya sudah bisa dapat kedua sebenarnya, tapi ditikungan terakhir saya membuat sebuah kesalahan karena melebar dan dia berhasil masuk lagi,” jelasnya.
Meski harus puas dengan menempati podium ketiga pada Kejurnas ITCR 1500 2022 ini, tapi secara overall di klasemen sementara ia masih berada di posisi runner up. Menurutnya, ini masih bisa diimprove sampai akhir musim untuk meraih gelar Juara Umum.
“Kalau untuk Juara Umum Kejurnas ITCR 1500 2022 masih ada kemungkinan. Memang target saya bisa raih juara di akhir musim,” tandas Romy. (*)

Persaingan Romy Tahrizi saat balapan di Kejurnas ITCR 1500 2022

