Pada hari kedua Jogja Ultimate Offroad terlihat sekali para peserta menunjukan performa terbaik mereka. Salah satunya dari tim Hardy’s Land Sencaki dan Melia Laundry Sencaki. Pak Antok selaku manager dari Sencaki mengakui bahwa pada hari kedua ini, mereka bisa menunjukan performa terbaik mereka. Bahkan di beberapa SS, beberapa pembalap dari Hadry’s Land Sencaki dan Melia Laundry Sencaki mencatat waktu terbaik.
Akan tetapi walau pun di hari kedua para pembalap mencetak best time. Tetap akan sulit untuk mengejar ketinggalan mereka dikarena sistem penilaian dengan menggunakan rata-rata waktu dari seluruh SS. Bahkan permasalahan kecil pun ikut timbul karena regulasi yang diterapkan di dalam buku panduan masih kurang spesifik. Sehingga beberapa pembalap pun melakukan protes pun sulit, karena acuan RC adalah buku panduannya tersebut.
Kekecewaan nampak sekali diraut wajah para pembalap dan kru-kru tim Hardy’s Land Sencaki dan Melia Laundry Sencaki. Bagaimana tidak? Karena beberapa pembalap mereka ada yang di datang kan jauh-jauh dari bali ternyata dihadapkan dengan sikap RC yang kurang professional. Walaupun dengan kondisi yang seperti itu tim Hadry’s Land Sencaki bisa meraih juara 3 pada kelas winch-ing dengan menggunakan mobil bermesin Jeep Cherokee.
Pak Antok selaku manager dari Hadry’s Land Sencaki pun sudah merasa cukup puas dengan hasil yang di peroleh pada kejuaraan ini. Dimana rata-rata pembalap dari tim mereka belum pernah latihan sama sekali. Karena entah itu pembalap mau pun kru masing-masing mereka mempunyai pekerjaan sendiri, sehingga tidak sempat untuk melakukan latihan.





