Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Headline

Kemping Ceria Bersama Fitur Pintar Chevrolet Trax

Menjelang pergantian tahun, banyak destinasi wisata dalam menikmati liburan bersama keluarga. Bersantai di rumah, menikmati pemandangan di pegunungan hingga pantai menjadi pilihan. Jika sebelumnya tim Fastnlow.net telah mencumbu keindahan pesisir Pulau Jawa melalui Jalur Selatan bersama Chevrolet Trax, kini giliran menikmati keindahan sekaligus ‘kemping ceria’ di pegunungan Bandung Selatan.

Menjajal fitur pintar ‘Hill Start Assist’ dan ‘Hill Descent Control’ yang terdapat pada Chevrolet Trax merupakan salah satu keinginan kami. Tentunya sesuai berdasarkan kontur di Bandung Selatan dengan beragam destinasi wisata di daerah yang banyak menawarkan memetik buah Strawberry sendiri. Jalan berliku dengan tanjakan terjal hingga turunan curam akan menyulitkan bagi mobil bertransmisi matic, terlebih saat kondisi lalu lintas padat.

Memilih waktu perjalanan sebuah solusi agar terhindar kemacetan panjang yang selalu terjadi di area wisata. Pada awal perjalanan, kami memang belum merasakan fitur pintar secara signifikan ketika memasuki daerah Bandung Selatan selepas pintu tol Kopo. Namun ketika beberapa angkot berhenti bebas tanpa peduli dengan kendaraan di belakangnya, fitur ‘Hill Start Assist’ mulai berfungsi dengan sempurna. Tanpa khawatir Chevrolet Trax dapat melaju dengan mudah.

Keindahan Kawah Putih dengan balutan ‘misteri’ menjadi tujuan awal liburan. Kawah Putih yang terbentuk pada abad ke 10 dan baru ditemukan oleh Dr Franz Wilhelm Junghuhn (kebangsaan Belanda – Jerman) di tahun 1873. Jalan menanjak hingga turunan tajam dengan permukaan jalan aspal yang sebagian mulai rusak kembali lokasi yang layak menjajal kemampuan Chevrolet Trax.

Pesona Kawah Putih yang sempat dianggap tempat penuh misteri, memang memiliki daya tarik tersendiri. Aroma belerang tanda kawah yang berada di ketinggian 2.194 Mdpl masih tergolong aktif. Hal ini membuat waktu berada di area kawah cukup dibatasi, sekitar 15 menit agar tidak keracunan. Setelah cukup menikmati pemandangan sekaligus ber – selfie ria, perjalanan kami lanjutkan.

Perjalanan dari Kawah Putih, kini giliran fitur ‘Hill Descent Control’ yang kami uji kemampuannya, turunan curam tentu menyulitkan bagi mobil dengan mengandalkan kinerja pengereman. Hanya cukup menekan tombol HDC yang berada di tengah dashboard mobil. Kemampuan fitur ini semakin teruji ketika meninggalkan Kawah Putih yang berada di pegunungan Patuha. Nyaris kami tidak menggunakan rem dan lebih menghandalkan kemampuan dari sistem HDC.

Hanya butuh mengontrol kemudi saja karena pedal gas maupun rem secara otomatis telah diatur oleh komputer mobil. Lampu tanda HDC akan menyala berkedip ketika fitur ini bekerja. Keempat ban mobil diatur untuk tetap mendapatkan traksi/mencengkeram permukaan jalan sehingga tidak takut tergelincir.

Bumi perkamah Ranca Upas yang berada tidak jauh dari gerbang masuk kawasan wisata Ranca Upas tujuan selanjutnya. Bumi perkemahan yang memiliki luas 215 hektar memiliki banyak fasilitas, selain area berkemah juga terdapat kolam renang, penangkaran Rusa hingga beragam fasilitas outbound.

Memilih spot berkemah salah satu untuk mendapatkan kenyamanan saat menikmati keindahan pemandangan. Permukaan tanah yang datar untuk menghindari aliran air saat hujan turun dan dekat dengan sumber air hingga toilet merupakan cara termudah. Apalagi tempat mendirikan tenda yang tidak jauh dari mobil sehingga memudahkan memindahkan beragam ‘perabotan lenong’. Kan hanya sekedar kemping, bukan hiking ala pendaki gunung.

Masa libur panjang membuat kami harus mencari tempat yang paling nyaman, kondisi parkiran yang penuh dan jalanan cukup licin dapat membuat mobil terjebak karena kehilangan traksi. Keberuntungan kami dengan mendapatkan area kemping yang cukup nyaman dan mobil hanya terparkir beberapa meter dari area ini.

Sayangnya kabut yang ditemani rintik air sepanjang malam membuat kami hanya bisa menikmati oksigen ‘murni’ hanya dari dalam tenda. Hampir semua yang berkemah merasakan hal serupa. Cuaca di akhir tahun memang lebih didominasi hujan, bahkan hujan deras ditemani angin kencang hadir di malam hari. Bersendau gurau sambil menikmati makanan plus minuman hangat di dalam tenda menjadi penutup sebelum terlelap dibalik sleeping bag.

Hujan pun masih menemani kami hingga esok pagi, saat batas waktu yang memutuskan kami untuk mengakhiri liburan bersama Chevrolet Trax di kawasan Bandung Selatan.

Comments

Bergabung dengan Team Baru, Gibran Semakin Menorehkan Prestasi

Karting

Kembalinya Kejurnas Gokart di New Normal

Karting

GR Yaris, Mobil Andalan Toyota Untuk Menangkan Ajang World Rally Championship Segera Hadir di Indonesia

Cars

HONDA RACING INDONESIA PERKENALKAN PEMBALAP MUDA BERBAKAT SEBAGAI FORMASI BARU UNTUK BALAPAN MUSIM 2021

Racers

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect