Kejuaraan nasional MLDPOT Auto Gymkhana 2018 sudah memasuki putaran ke-2 nya dan ada yang sedikit berbeda pada putaran kali ini. Dimana sejak awal tahun 2000-an kejurnas mulai digelar, untuk pertama kalinya Kota Bahari, Tegal, ditunjuk menjadi tuan rumah kejuaraan otomotif paling akbar se-Indonesia itu.

Dipilihnya kota yang terkenal dengan kuliner sate kambing dan teh pocinya itu selain untuk mempopolerkan olahraga Gymkhana, sekaligus peringatan hari jadi Kota Tegal yang ke-438. Dan arena yang akan digunakan pada hari Sabtu 21 April 2018 adalah Sirkuit Alun-alun Kota Tegal.

Gelaran yang bertajuk Kejurnas Gymkhana putaran dua itu, mempertandingkan 3 kelas yaitu Kelas A, B dan F. Walaupu kali ini Kejurnas Gymkhana tidak diadakan di kota besar, akan tetapi animo dari para peserta yang berdatangan ingin bertanding sangat luar biasa. hal itu bisa terlihat dari jumlah peserta yang bisa mencapai 220 starter, yang datang dari penjuru Indonesia.

Nah, untuk lintasannya sendiri agak sedikit unik nih dari pada trek-trek sebelumnya. Karena sirkuit Alun – Alun Kota Tegal memiliki Karakter lintasan high speed dengan aspal yang agak sedikit naik turun. Akan tetapi bukan berarti jalannya bergelombang, melainkan memang kontur tanah di Alun – Alun Kota Tegal memang naik – turun.

Dengan karakteristik lintasan seperti itu, menjadi tantangan tersendiri bagi para peslalom – peslalom handal tanah air. Dimana yang menjadi kesulitannya adalah menjaga emosi antara harus injak gas pol lalu tiba – tiba peslalom harus bertemu cone – cone yang sangat membutuhkan ketangkasan mengemudi. Karena pada soal, di beberapa titik benar – benar membutuhkan skill lalu pada titik lainnya peslalom harus melaju cepat sehingga mau tidak mau mereka sampai masuk gigi 2.

Yang mengkhawatirkan dari tipe soal seperti ini adalah mobil – mobil yang memiliki power dan cc yang besar mendapatkan keuntungan yang besar. Sedangkan TTI melalui Demas Agil dan Alinka hanya bisa berbuat terbaik karena mobil mereka memiliki power tidak sebesar tim – tim lainnya. Namun dari 2 heat kelas A, TTI masih tetap berhasil masuk 10 besar mobil tercepat dengan Toyota Agya berbalut ban GT Radial Champiro SX2.

Disisi lain persaingan tim – tim baru semakin kuat. Salah satunya seperti “TIM A” yang salah tiganya di gawangin Addyek RG dan Auddy RG dan Satria Wiharyoga sudah mulai menunjukkan taring-nya. Mereka termasuk pembalap generasi baru yg bakal menjadi pesaing berat para peslalom senior.

Di tengah -tengah pertandingan sempat terjadi protes beberapa peserta terhadap salah satu tim. Karena tim tersebut dianggap menggunakan suspensi tidak sesuai dengan regulasi yang sudah ditentukan. Akhirnya dari pihak IMI menindak lanjuti dengan memeriksa 2 mobil tersebut. Akan tetapi IMI tidak mendisqualifikasi nya namun mobil2 tersebut masuk kedalam paddock steril. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada perubahan setingan suspensi saat seri ini berlangsung.

