Bandung, 8 JUli 2017, Dalam menghadapi GT Radial Auto Gymkhana putaran ketiga di Arcamanik – Bandung, Intersport Slalom Team hadir dengan formasi lengkap yang terdiri dari Anggana OHP, Ananta OHP, Dika CH, Bayu dan Vito.
Seperti biasa, tidak ada sesuatu yang special yang mereka siapkan kecuali setingan kaki – kaki. Untuk seri ini mereka di hadapkan dengan lintasan yang super ngegrip yang dimana mereka tidak bisa melakukan kesalahan sedikitpun, karena akan berpengaruh pada ketepatan momentum.
Dari sisi latihan dan persiapan mereka sudah siap, namun saat di lintasan ternyata ada beberapa hal yang tidak terduga, seperti Dika CH yang mengalami kesulitan dalam menggerakkan tangannya karena tersangkut wearpack dengan berujung di kelas A Heat 1 dia mengenai cone yang dimana akhirnya sudah tidak ada harapan untuk masuk ke final kelas A. Begitu juga dengan Anggana OHP yang mengenai cone pada heat kedua di kelas A.
kondisi ini tidak berlaku pada Oldy dan Ananta OHP. Ananta berhasil masuk kedalam 10 besar mobil tercepat di kelas A, sedangkan Oldy memberikan kejutan dengan menjadi tercepat di kelas A selama 2 heat pertama. Sedangkan catatan waktu Vito dan Bayu masih belum dapat masuk kedalam catatan waktu 30 pembalap tercepat untuk masuk final A.
Namun dengan datangnya Brand Manager dari Intersport kelokasi balap membuat para peslalom bersemangat kembali.
Alhasil di kelas F dengan Brio yang memang bisa dibilang sudah capek karena belum ada “refreshing” engine sejak seri pertama di tambah mobil ini selalu di bawa jalan di setiap event nya para pembalap masih bisa tetap fight, yang akhirnya Dika, Anggana, Ananta dan Oldy berhasil masuk ke dalam babak final.
Di babak final kelas A, pertarungan memang sangat ketat, persaingan kendaraan memang sama rata. Dengan karakter permukaan lintasan yang membuat peserta harus sangat berhati-hati. Ananta OHP yang start di urutan 6 terakhir harus puas duduk di peringkat 10 umum kelas A. Sedangkan Oldy yang menjadi tercepat di kelas ini dengan nomer urut start terakhir gagal menyelesaikan lintasan dengan baik karena menyenggol cone terakhir sebelum garis finis.
Final F juga tidak kalah seru, seluruh peserta dengan spek mobil FFA (Free For All) bermain cukup ‘gila’ tidak terkecuali dari Intersport Slalom Team, namun sayang 4 peslalom tim ini hanya dapat memperoleh masing masing peringkat 6 untuk Dika, 9 untuk Oldy, 11 untuk Anggana dan 15 untuk Ananta. Namun secara tim, Intersport Slalom Team berhasil masuk dalam podium juara. Berkat kegigihan mereka, juara kedua di tim kelas F berhasil diraihnya.
Namun dibalik kesuksesan pada seri 3 kemarin, memang ada sedikit permasalahan yang membuat konsentrasi mereka bercabang. Berawal dari seorang supporter yang mencabut sticker salah satu sponsor yang mungkin peletakannya kurang sesuai yang akhirnya memunculkan reaksi tegas dari Genta selaku EO event.
Memang ada sedikit ketegangan antara pihak penyelenggara dengan tim ini, hal ini juga membuat tim terancam terkena “skors” untuk seri-seri selanjutnya. Permasalahan ini sudah di bawa ke pihak IMI selaku badan pelindung dan pengawas balap otomotif Indonesia, harapannya permasalahan ini segera terselesaikan.
Tetap semangat!!!

