Memang Rocca J. Schwarce belum dapat bersinar seperti para seniornya di kelas Rookie. Namun Drift War 4 yang berlangsung di IIMS – Kemayoran pada 15 – 16 April lalu bisa menjadi cermin akan kemampuannya untuk berjuang di kelas Rookie. Gelar juara ketiga pun langsung disabetnya, Rocca hanya kalah dari dua pesaingnya yang telah lama menghuni kelas Rookie.
Keberhasilan ini mungkin bisa menjadi ungkapan terima kasih pada sponsornya yaitu GT Radial dan Motul. Merebut juara ketiga di kelas Rookie, usaha mati-matian pun harus dilakukan. Sempat bermasalah pada cross joint kopel saat latihan tandem di run pertama membuatnya makin minim mengenali karakter mobil yang dipinjamnya dari sang guru – Rully Armando.

“Ngga hanya kopel, sebelum kualifikasi intercooler saya jebol jadi tidak bisa latihan juga. Saya jadi ngga bisa latihan tandem mas tapi berkat om Purba dan tim dari Bening Motor saya jadi bisa mengikuti babak Tandem.”

Rocca memang belum meluangkan waktu yang banyak untuk berlatih dan mengenal karakter Nissan Cefiro bermesin 2JZ. Terlebih Rocca harus menghadapi UN (Ujian Nasional) SMA sebelum Drift War sehingga praktis hanya berlatih sekali di Karawang dan saat latihan resmi di Drift War 4 lalu.
Namun walaupun jarang latihan, Rocca berhasil duduk di posisi utama top qualifier kelas Rookie atau posisi ketiga dari posisi qualifikasi secara umum. Kalau kata Rifat Sungkar “anak ini memang berbakat” saat ngobrol bersama sang ayah.

Dalam babak 32 besar Drift War 4 lalu, Rocca mendapat keuntungan dengan tiket ‘bye’ sehingga dapat menantang Dipo Dwiki yang sebelumnya berhasil mengalahkan Along. Tapi harapan Rocca pupus untuk melaju ke babak delapan besar setelah tidak berhasil mengalahkan Dipo di babak 16 besar.
Hasil tersebut langsung mengantarkannya untuk meraih podium ketiga di kelas Rookie. Sedangkan juara pertama diraih Allen Youn dan diikuti Clifford.

Untuk menghadapi kejuaraan drifting selanjutnya, Rocca memiliki rencana tetapi menggunakan Nissan Cefiro tapi tidak menutup kemungkinan akan mengganti dengan yang baru.”Paling suspensi depan dirubah, rasanya ada yang kurang nyaman. Tapi mungkin sambil bangun mobil atau cari yang sudah jadi.”

Pembalap muda yang langsung mengatakan ‘smoke’ saat diminta satu kata dari ‘Drift’, sangat berharap akan ada banyak kejuaraan drifting di Indonesia agar makin bisa mengasah kemampuannya.

