Connect with us

Drift

Konsep Lintasan Baru Drift War Untuk Pembelajaran Drifter

Jakarta – 16 April 2016, Drift War yang masuk dalam rangkaian event di Indonesia International Motor Show 2016, yang katanya paling diminati oleh penonton. Terlebih dengan aksi drifter saat melibas lintasan aspal JIexpo yang kembali mengalami perubahan pada alurnya.

Perubahan lintasan di banding Drift War sebelumnya adalah lintasan menjadi high speed sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan drifter tetapi tidak melupakan unsur entertainment. Pada awalnya alurnya bukan seperti ini, perubahan terjadi ketika empat orang juri melihat lay out. Para juri yang terdiri dari Wonderbro Sharill (drifter Malaysia), Ken Nomura (drifter legendaris asal Jepang), Atsushi Taniguchi (drifter Jepang) dan Masashi Yokoi (drift Jepang). Menginginkan para drifter Indonesia bisa merasakan lintasan yang mirip dengan lintasan dari negeri asalnya drifting yaitu Jepang.
snapseed-22Jika biasanya lintasan drift, dari titik start kemudian ke inisiais dan langsung menuju ke clipping point lurus hingga garis finish. Sedangkan untuk kali ini, drifter diharuskan melakukan flip (in out jika pada dunia raly) di sudut initiate kemudian melakukan drift panjang. Setelah melakukan drift panjang, drifter dihadapkan dengan dua outer clipping dan berlanjut melakukan freak sebelum masuk area finish.

Nah saat melakukan aksi ini, para penonton akan melihat dengan jelas aksi dari para drifter sehingga unsur entertainment sangat terasa. Penonton memang dengan mudah melihat aksi drifter dari dua tribun yang telah disediakan. Lokasi tribun juga menjadi salah satu faktor yang dipikirkan ketika disain lintasan dirubah oleh para juri. Aksi drifter harus terlihat sejak start hingga finish oleh para penonton, terang Amroe Wahyudi.

snapseed-20Sedangkan bagi Danny Ferdito, Karakter track yang sekarang memang baru dan seperti yang sering diadakan di Jepang. Mirip dengan D1 style karena sejak initiate hingga clipping poin pertama cukup panjang style di Jepang sehingga butuh kecepatan yang maksimal sejak awal. Namun karakter track ini sangat menantang dan sangat proposional untuk menyesuaikan kebutuhan drifter.

snapseed-21Memang perubahan lintasan yang seperti mengacu pada D1 membuat beberapa drifter dari kelas Drift Star urung melakukan start pada kualifikasi kemaren. Namun bagi drifter lainnya, ini seperti tantangan tersendiri, konsisten dalam melakukan angle terlebih pada kelas Drift Star kebanyakan masih belum menggunakan Super Angle. Mereka mungkin ragu-ragu sehingga tidak dapat maksimal melibas bagian yang berada di depan penonton, ungkap Ariandi Kristanto.

Hal ini terbukti saat sesi latihan tandem diadakan pada pagi ini, drifter yang turun di kelas Drift Star tidak melakukan angle dengan maksimal. Bahkan ada drifter yang hanya dapat street saja.

snapseed-23

Namun mungkin yang harus diperhatikan dalam lintasan Drift War keempat ini adalah permukaan aspal yang tidak rata alias bumpy. Hasilnya beberapa drifter sulit untuk melibas lintasan ini karena tidak mudah dalam mendapatkan tekanan suspensi yang sesuai. Terlalu empuk akan menyulitkan saat memaksimalkan speed, sedangkan terlalu keras akan berefek pada guncangan yang sangat keras. Bahkan kendaraan Akbar Rais rusak pada coilover bagian roda depan sebelah kanan setelah memaksakan melintasi lintasan ini.

Hal senada pun dilontarkan oleh M. Abdul Aziz yang turun di kelas Rookie, bagian initiate pertama cukup bumpy sehingga cukup sulit melakukan angle yang maksimal, Selain itu, section outer clipping juga tricky untuk dilalui.

snapseed-25

Jadi lintasan untuk Drift War kali ini, menjadi hal baru untuk pembelajaran bagi seluruh drifter yang berlaga pada Drift War 2016. Perpaduan kemampuan kendaraan dengan skill pembalap pun harus teramu menjadi satu agar lulus dari Drift War 20

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect