Perjuangan para peserta IOX FC Yogyakarta baru saja dimulai, pada hari Jum’at (30/10) mereka mulai berlaga di medan Piyungan untuk sesi pertama. Untuk event ini semua peserta digabungkan dalam tim yang terdiri dari 3 driver dan navigator, kemudian dibagi ke dalam 2 grup, yaitu A dan B. Tim Hardysland HTJRT sendiri masuk ke dalam grup B.
Pada hari pertama kemarin, tim Hardysland HTJRT melakukan SCS 1 dulu, baru kemudian mengikuti CR (Country Road). Bedanya, kalau CR itu terdiri dari pos-pos yang harus dicapai oleh semua peserta, kalau SCS ada poin dan penalty-nya serta ada waktu yang ditentukan.
Rangkuman dari hari pertama kemarin, tim Hardysland HTJRT sendiri berhasil melewati ketiga pos di CR hari Jum’at. Walaupun mobil yang dipakai Pak Idek sempat mengalami gangguan dan harus ganti winch, tapi akhirnya mereka bisa menyelesaikan CR secara total sekitar pukul 01.00 WIB.
Nah, selanjutnya bagaimana dengan hari kedua ini?
Pada hari Sabtu (31/10) ini, tim Hardysland HTJRT sendiri telah siap untuk start sebelum pukul 09.00 WIB. Untuk hari kedua, rutenya dibalik, jadi CR dulu kemudian dilanjutkan untuk SCS.
Dengan optimis dan semangat, akhirnya tim berangkat dan menuju kawasan industri Piyungan yang menjadi lokasi dari pos CR B. Dengan waktu yang terbilang sangat awal, akhirnya tim sampai di pos 1B sekitar pukul 10.00 WIB yang terletak di Dusun Kaligatuk.
Perjalanan berlanjut ke Kali Jahanam, dan memang sih namanya cukup sesuai dengan kondisi dari medan ini. Sungai yang kering dengan ukuran batu yang besar-besar, dan memang menantang tempat ini. Hingga mobil Pak Idek pun mengalami sedikit kerusakan di bagian gardan, tapi tenang aja, tim service car sangat cekatan, mereka segera menyusul ke lokasi dan segera memperbaikinya.
Untuk hari kedua, bisa dibilang lebih dan sangat santai. Selain tim Hardysland HTJRT yang memulai dengan waktu yang lebih awal, banyak peserta lainnya yang belum menyelesaikan CR mereka untuk hari sebelumnya.
Menuju pos kedua, tantangan selanjutnya yaitu song camel yang merupakan tanjakan dengan kondisi yang sangat terjal. Di posisi pertama, Wahyu Lamban dengan percaya diri melaju melewati tanjakan dengan kepulan asap yang mengikutinya. Disusul oleh Pak Inung yang memerlukan beberapa kali winch untuk bisa mendorong mobilnya, dan hal yang serupa juga dilakukan untuk mobil Pak Idek. Tapi, sebelumnya memang sempat ada perbaikan kecil untuk memperkuat winch.
Akhirnya, ketiganya mampu bertengger di puncak tanjakan dan menemui jalan datar yang cukup sempit dan dipenuhi pohon-pohon di pinggirnya. Tim menuju ke pos terakhir dengan tanjakannya yang curam, dan kali ini mobil Wahyu Lamban di winch juga.
Puas dengan terselesaikannya CR kedua, perjuangan dilanjutkan ke SCS yang kali ini akan dilakukan pada malam hari, mengingat selesai di pos ketiga pada saat adzan maghrib dikumandangkan.
Pada SCS 2 ini hanya dua yang dilagakan, yaitu Wahyu Lamban yang memperoleh waktu 9:03:19 tanpa penalty apapun, dan Pak Inung dengan 7:48:97, namun dengan dua penalty; yaitu mobil mengenai pita pembatas dan pemasangan slip yang kurang sesuai.
Pukul 22.00 WIB hari kedua ini berakhir dan selanjutnya pada hari Minggu (1/11) tim Hardysland HTJRT akan menghadapi 2 SCS terakhir dan kemudian pengumuman pemenang dari panitia.
Itu tadi perjuangan tim Hardysland HTJRT pada hari kedua, untuk selanjutnya, simpan dulu penasaran kalian dan cek terus updatenya hanya di Fastnlow.net











