Kejuaraan slalom kembali diadakan setelah terakhir SMN mengadakan kejuaraan yang sama di Purwokerto bulan Maret lalu. Untuk saat ini kejuaraan slalom diadakan di Lapangan parkir GOR Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Slalom kali ini yang bertajuk “Lupromax Indonesia Night City Slalom” sudah dipastikan didatangi oleh banyak tim dan peslalom besar nasional.
Teams
Saat baru datang kami langsung menjumpai tim HRVRT Devisi Slalom yang saat itu hanya membawa Anggana OHP yang baru saja bergabung pada tahun ini, sebelumnya Anggana tergabung dalam TTI (Toyota Team Indonesia) selama kurang lebih lima tahun.
Kemudian terlihat tim NFT (No Fajar Trans) yang jauh-jauh dari Makasar dengan membawa beberapa pembalap handalnya seperti Ananta OHP (saudara kembar dari Anggana OHP) dan Peslalom senior sekaligus Juara Nasional 6 kali James Sanger.
Terlihat juga HTJRT, sebuah tim slalom yang belum genap 1 tahun eksis diranah perslaloman nasional. Tapi jangan dikira tim baru bisa disepelekan.
Tahun ini, HTJRT sudah mengontrak beberapa pembalap untuk membesarkan nama HTJRT seperti Ricky Herdiana dan Herdiko yang juga seorang drifter.
Akhirnya kami melihat paddock milik TTI yang tentunya membawa formasi lengkapnya. Mico Mahaputra, Anjasara Wahyu, Adrianza Yunial dan sang ratu slalom Alinka Hardianti. Tim yang baru saja berganti formasi dengan formasi yang memiliki ciri khas tubuh gemuk-gemuk ini sudah mempersiapkan kendaraan mereka dengan kondisi terbaik. Mulai dari mesin baru sampai penggantian pada beberapa part suspensi.
Dan masih banyak lagi tim besar lainnya seperti SMN Slalom Team yang menjagokan UTV nya, Honda Surabaya Center dan beberapa tim privateer lainnya.
Tapi dari sekian banyak tim besar, kami tidak melihat tim BOST (Bontang Slalom Team) yang baru saja teken kontrak dengan Demas Agil mantan peslalom TTI . Dari informasi yang kami dapat, karena beberapa orang yang berhalangan hadir, terpaksa pada event kali ini mereka tidak bisa ikut turut serta. Terlihat sekali kalau tim ini sungguh solid.
The Crowd
Pada pagi hari, seperti layaknya event slalom pada umumnya arena perlombaan tidak terlalu dipenuhi oleh para penonton. Memang pada pagi hingga sore hari masih mempertunjukkan babak penyisihan, dan rata-rata pada babak penyisihan ini para peslalom masih bermain aman. Sehingga aksi yang dipertunjukkan oleh para peslalom masih kurang greget. Bermain aman disini bisa dibilang asal waktu mereka bisa masuk babak final.
Dengan pemimpin lomba Vitto Siagian dan 124 starter ini akan dibedakan dalam jenis penggerak roda FWD dan RWD yang nantinya soal di setiap jenisnya akan berbeda agar gap (jarak) waktu antara FWD dan RWD tidak terlalu jauh.
Selama babak penyisihan para peseta tidak terlalu banyak mengalami kendala, hingga sang single fighter dari HRVRT, Anggana OHP saja bisa masuk ke babak final dengan hanya dua kelas yang dia ikuti. Begitu Pula dengan TTI, tetapi dari hasil pantauan kami, Alinka sepertinya tidak dalam kondisi yang terbaik. Terlihat pada Heat pertama group FWD FFA, Alinka sempat mendapatkan penalty 10 detik dari hasil menjatuhkan 2 cone yang ada. Dan di group FWD Standard waktu yang ditempuh tidak sebaik biasanya. Padahal di kelas ini dia menggunakan kendaraan favoritnya, Toyota Etios.
Sesuai dugaan, menjelang sore, peserta pun mulai berdatangan, tribun pun penuh dengan penonton. Mereka siap menyaksikan aksi terhebat dari pada peslalom nasional di babak final.
Ditengah tengah babak final berlangsung, sesuai tradisi di kejuaraan slalom, bagi tim dan pembalap yang masuk final, wajib mengikuti parade, dimana dalam parade itu peslalom diarak diatas mobil mengelilingi arena perlombaan.
Setelah itu mereka berkumpul ditengah untuk menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
The FFA Final Round
Setelah parade, babak final pun dimulai. Tetapi yang paling di tunggu-tunggu adalah babak final para raja, yaitu group FWD FFA. Persaingan mulai memanas saat Raditya PA dari Jangkar Miring mendapat catatan waktu tercepat 45, 010. Kemudian tidak lama kemudian TTI dengan Toyota Yaris nya menyerang.
Pertama dari Anjasara Wahyu, setelah berhasil melewati beberapa cone, Anjas menjatuhkan satu cone. Dari jatuhnya cone itu Anjas langsung sudah tidak dapat mengontrol emosinya. Terlihat di beberapa tikungan dia tidak rapi dalam menikung. Dan ditambah di tikungan terakhir dia menjatuhkan satu cone lagi. Sedangkan saat giliran Mico, dia berhasil mengambil alih waktu terbaik Raditya PA menjadi 44,842. TTI pun tenang.
Ternyata ketenangan itu hanya berjalan sebentar. Pembalap senior James Sanger dari NFT dengan Honda Brio dengan kelincahan mobilnya bisa menendang catatan waktu Mico menjadi 44,464. Penonton berdecak kagum sambil berteriak-teriak. TTI masih punya senjata terakhir yaitu Adrianza. Tapi waktu Adrianza hanya mampu memperbaiki catatan waktu Mico dengan 44,632 detik. Catatan itu tidak dapat merubah posisi sang juara nasional enam kali turun dari peringkat utama.
James Sanger pun menjadi juara dalam kelas bergengsi ini dan diikuti oleh Adrianza dan Mico.
Kemudian bagaimana dengan tim-tim lainnya? Anggana OHP dengan HRVRT tetap masuk ke babak final tetapi, menjelang malam Angga sempat mengeluhkan kondisi badannya yang mulai drop. Alhasil terlihat di final Angga tidak dapat bermanufer secara maksimal. Sedangkan HTJRT harus puas di peringkat ke dua di kelas FWD 1 dari Ricky Hediana.
Secara keseluruhan, event kali ini berjalan sangat sukses. Mengingat letak yang agak jauh dari pusat kota Malang, event ini berhasil mendatangkan peserta dan penonton yang cukup banyak. Dan Andhi Satria selaku direktur SMN cukup puas dengan kelancaran acara ini.
SMN yang merupakan hasil konsorsium beberapa pemegang merek dagang (sponsor) saat ini banyak menyelenggarakan kejuaraan otomotif di Indonesia. Salah satunya adalah kejuaraan Slalom ini. Memang dari beberapa kejuaraan yang SMN adakan terlihat bahwa mereka berusaha menyajikan kenyamanan dan kepuasan para peserta maupun penonton. Dan menurut kami SMN berhasil membuat hal yang berbeda dan lebih baik dari event-event otomotif lainnya.

























