JAKARTA – Jelang putaran Kejurnas Rally yang bakal diselenggarakan di Muarabungo, Jambi, pada 22-23 Oktober 2022, M Redwan telah mengonfirnasi akan bertandem dengan H Putra di bawah naungan LFN Rally Team.
Kerjasama keduanya ini rupanya bukan sekedar driver dan co-driver semata, tetapi, menurut Redwan ada misi lain yang harus diemban olehnya sesuai dengan mandat dari pereli kawakan Rifat Sungkar.

“Iya di Muarabungo, Jambi, saya jadi navigatornya Haji Putra di LFN. Jadi ada permintaan dari Putra, untuk mendampingi dia di Muara Bungo ini,” buka Redwan kepada FastnLow.
Mengenai statusnya, Redwan, secara absah masih berstatus bagian dari Xpander Rally Team (XRT). Namun, keterlibatannya bersama H Putra di LFN ini, diminta langsung oleh Rifat agar bisa memberikan banyak pelajaran terkait dunia rally.
“Jadi saya itu sebenarnya masih ada di XRT, terus si Putra juga izin ke Mas Rifat supaya bisa nemenin dia, karena kan saat ini statusnya saya bisa diperbantukan utk di sana. Dari beberapa informasi yang saya dapat dari Rifat nantinya akan diterapkan ke pereli-pereli muda yang mana nantinya akan menggantikan posisi dia (Rifat),” ujarnya.

Dengan keterlibatan Redwan yang saat ini berseragam LFN, ia juga tidak menampik bahwa nantinya akan ada kemungkinan transfer pemain. Meski hal tersebut masih terlalu premature, namun, salah satu hal yang harus dipenuhi adalah komitmen.
“Ya kemungkinan ada, karena saya kan sudah belajar banyak dari mas Rifat dengan segala macam pengetahuannya,” tambah Redwan.
Sejalan dengan kerjasama yang ia jalin bersama H Putra, Redwan, menjelaskan bahwa bagi keduanya harus ada komitmen yang dijaga mengenai keseriusannya terlibat di ajang rally nasional.

“Yang pasti komitmen, karena terakhir meeting dengan Mas Rifat dan Putra mengenai angka, komitmen survey dan tekadnya mau gimana, tujuannya gimana? Jadi kalau mau jadi juara, di sana kita lupain segala sesuatu pekerjaan dan kita fight dengan segala macamnya dan harus ada target waktu tadi,” beber Redwan.
Berbeda dengan seri lalu yang berlangsung di Prapat, Sumatera Utara, untuk medan yang akan dilahap di Muarabungo, Jambi, karakternya berbeda lantaran lintasannya tidak seekstrem di Sumatera Utara.
“Kalau utk di Bungo, touringnya deket, dan kita bisa mengikuti strategi yang sudah ada. Hitung-hitungan waktu harus akurat, baca buku harus bener, survey juga harus bener saat bikin pacenote, driver sebutin kita koreksi,” tandas Redwan. (*)

