Modifikator di Indonesia nampaknya akan mendapatkan wadah baru lagi untuk memamerkan hasil karya modifikasi mereka. Ya, Mbtech Auto Live Battle 2018 akan segera digelar di enam kota berbeda di Indonesia.
Event bergengsi dunia modifikasi ini merupakan bagian dari oad show 6 kota ‘Sukses Atlet Indonesia’ yang dimulai sejak 14 April 2018 di gedung Kemenpora. Road show tersebut digagas untuk melibatkan seluruh masyarakat Indonesia dalam mendukung atlet Indonesia di ajang Asian Games dan Para Games 2018.
Pada ajang ini akan mempertandingkan sebanyak 45 kategori yang terbagi dalam dua kelas yaitu Jendral atau kelas Pro dan Kolonel atau kelas Rookie. Model penjurian yang digunakan pun berbeda dengan kontes modifikasi lain yang mana mobil terparkir manis dan juri berkeliling untuk menilai mobil. Di ajang ini sangat berbeda, mobil harus jalan ke stage yang telah di tentukan. Pemilik mobil diberikan waktu 10 menit untuk mempresentasikan mobilnya. Setelah itu, para juri baru mendekati mobil untuk melakukan penilaian.

“Kali ini peserta ke depan untuk mepresentasikan karyanya. Satu mobil akan diberikam waktu 10 menit, sehingga target kami dalam satu hari 30 mobil bisa dinilai,” jelas Hartono Sufi selaku Ketua Pelaksana Doa & Dukungan Sukses Atlet Indonesia.
Tak hanya dua kelas tersebut, nantinya akan ada kategori spesial yaitu Mbtech Awards. Kategori ini akan menilai interior mobil para peserta yang menggunakan bahan material MBtech Synthetic Leather.
“MBtech Awards merupakan sebuah penghargaan bagi modifikasi interior. Di sini kami memberikan penilaian atas konsep dan kreativitasnya,” jelas Edi Pamungkas selaku Online Development Manager MBtech.

Selain kontes modikasi mobil lanjutnya, juga ada penggelindingan bola raksasa berukuran 3,5 meter yang juga akan digelindingkan di 34 provinsi. “Bola raksasa pertama jadwalnya akan digelindingkan pada 22 April, dilanjutkan di semua provinsi sebelum pembukaan Asian Games,” tambah Plt. Asdep Industri dan Promosi Sandi Hasan.
Nantinya, pada kulit bola itu akan terdapat tanda tangan masyarakat, dengan target 1 juta tanda tangan dalam bentangan kain sepanjang 300 meter, lalu target tanda 4 juta tanda tangan, dan 50 juta tanda tangan di media sosial.

